Ilustrasi konsep jaringan 6G dengan gelombang elektromagnetik

Terobosan RIS Atasi Gangguan Elektromagnetik di 6G

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Tim peneliti dari University of Glasgow menemukan solusi untuk mengatasi interferensi elektromagnetik (EMI) pada pengembangan jaringan 6G.
  • Solusi ini menggunakan Reconfigurable Intelligent Surfaces (RIS) untuk memanipulasi gelombang elektromagnetik.
  • RIS dapat memperkuat sinyal data 6G sekaligus meredam EMI secara efisien.
  • Pendekatan baru ini mengurangi beban komputasi dan biaya energi pada stasiun pangkalan.
  • Solusi RIS juga meningkatkan keamanan dan privasi dengan merutekan sinyal secara tepat.
  • Komersialisasi 6G dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2030.

Telset.id – Pengembangan jaringan 6G mendapat dorongan signifikan setelah tim insinyur dari University of Glasgow berhasil menemukan solusi untuk salah satu hambatan terbesarnya, yaitu interferensi elektromagnetik (EMI). Terobosan ini menggunakan permukaan cerdas yang dapat dikonfigurasi ulang (RIS) untuk memanipulasi gelombang elektromagnetik, memungkinkan data 6G diperkuat sementara EMI diredam.

Jaringan 6G ditargetkan mampu memberikan kecepatan transfer data hingga 100 kali lebih cepat dibandingkan 5G. Namun, pengembangannya menghadapi berbagai rintangan, terutama EMI yang dihasilkan oleh hampir setiap perangkat yang terhubung. Kehadiran EMI ini menjadi ancaman serius bagi kualitas sinyal dan keandalan jaringan generasi mendatang.

Solusi yang dihadirkan oleh para peneliti dari University of Glasgow ini menggunakan RIS yang dilengkapi elemen-elemen yang dapat diprogram. Elemen-elemen ini tersebar di seluruh permukaan dan mampu memantulkan serta memfokuskan sinyal, mengarahkan ulang EMI, dan meningkatkan kekuatan sinyal secara individual. Dengan kemampuan ini, RIS dapat “membentuk” jalur sinyal untuk menghindari gangguan sebelum mencapai stasiun pangkalan.

“Sebelumnya, membatalkan jenis interferensi ini berarti stasiun pangkalan harus melakukan pemrosesan sinyal digital yang sangat intensif, dan komputasi itu mahal dalam hal energi,” ujar Jalil Kazim dari James Watt School of Engineering, salah satu rekan penulis makalah penelitian tersebut.

“Dengan menempatkan permukaan cerdas di lingkungan, kita dapat membentuk jalur sinyal dengan cara yang membantu menangani interferensi sebelum mencapai stasiun pangkalan. Itu meringankan beban komputasi dan biaya energi pada jaringan itu sendiri,” tambah Kazim.

Tim peneliti telah mengembangkan apa yang mereka sebut sebagai “kerangka kerja sadar-EMI”. Kerangka ini bekerja dengan cara “memindai” sidik jari interferensi, mencari jalur sinyal terkuat, dan menggunakan RIS untuk mengarahkan sinyal agar menghindari EMI. Pendekatan ini dinilai lebih efisien secara energi dibandingkan metode sebelumnya yang hanya melemahkan EMI namun juga ikut melemahkan sinyal 6G.

Selain masalah konektivitas, EMI juga berpotensi menjadi isu keamanan. Solusi RIS ini memastikan sinyal data dapat dirutekan dengan benar, yang memiliki implikasi penting untuk privasi internal. Permukaan cerdas ini dapat mengirimkan data yang benar kepada pengguna dan perangkat yang tepat.

6G image concept

Professor Muhammad Ali Imran, kepala James Watt School of Engineering yang juga ikut menulis makalah tersebut, menambahkan, “Keamanan, privasi, dan ketahanan bukan lagi tambahan opsional di jaringan ini, tetapi persyaratan penting. Permukaan kami dapat mengarahkan sinyal ke pengguna yang kami percayai dan menolaknya kepada yang tidak kami percayai, membawa kita lebih dekat ke jaringan yang aman dan fleksibel yang akan mendefinisikan teknologi komunikasi dan penginderaan masa depan.”

Terobosan ini menjadi langkah maju yang krusial dalam perjalanan menuju komersialisasi 6G yang dijadwalkan mulai pada tahun 2030. Dengan kemampuan untuk mengelola EMI secara efisien, para peneliti optimistis bahwa Fitur Terbaru dari 6G, termasuk konektivitas Wi-Fi standar, rumah pintar, dan Internet of Things (IoT), dapat terwujud dengan lebih andal.

Keberhasilan tim University of Glasgow ini menunjukkan bahwa solusi berbasis perangkat keras yang cerdas dapat menjadi kunci untuk mengatasi tantangan teknis yang kompleks dalam pengembangan teknologi generasi berikutnya. Dengan RIS, masa depan konektivitas yang super cepat dan aman semakin mendekati kenyataan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.