📑 Daftar Isi

Penangkapan tersangka spionase industri chip Belgia-China

Warga Belgia-China Ditangkap karena Curi Teknologi Chip GaN

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Warga Belgia-China berusia 52 tahun ditangkap atas dugaan spionase industri chip
  • Tersangka H.L. diduga mentransfer teknologi GaN dari BelGaN ke perusahaan China GanKool
  • Penangkapan terjadi 10 Mei di bandara Brussel saat akan terbang ke China
  • Kasus terungkap dari investigasi kebangkrutan BelGaN pada musim panas 2024
  • Tersangka menghadapi tuduhan spionase industri, keanggotaan organisasi kriminal, dan pengungkapan ilegal rahasia bisnis
  • CEO terakhir BelGaN diduga menjadi tersangka kedua yang masih buron
  • Kasus serupa terjadi di Korea Selatan melibatkan CXMT dan teknologi DRAM Samsung

Telset.id – Seorang pria berkewarganegaraan ganda Belgia-China berusia 52 tahun ditangkap atas dugaan spionase industri. Ia dituduh mentransfer kekayaan intelektual semikonduktor dan rahasia dagang dari perusahaan chip Belgia, BelGaN, ke China.

Tersangka yang diidentifikasi media Belgia sebagai H.L. ini ditahan pada 10 Mei di bandara Brussel saat mencoba terbang ke China. Penangkapan tersebut diumumkan oleh kantor jaksa federal Belgia pada 7 September, seperti dikutip dari laporan AP News.

Kepala Biro Investigasi Federal Belgia menduga H.L. secara bersamaan memimpin perusahaan chip China bernama GanKool. Perusahaan tersebut mengembangkan teknologi semikonduktor gallium nitride (GaN) yang sama persis dengan teknologi BelGaN. GanKool didirikan hanya beberapa bulan setelah H.L. bergabung dengan BelGaN dan dibiayai oleh dana investasi China.

Gallium and Germanium

Kasus Berawal dari Kebangkrutan BelGaN

Tuduhan spionase ini muncul dari investigasi atas keruntuhan BelGaN. Ketika perusahaan tersebut bangkrut pada musim panas 2024, otoritas Belgia meluncurkan penyelidikan keuangan rutin terhadap kegagalan tersebut.

Penyidik akhirnya menemukan aktivitas korporasi yang tidak biasa. Alih-alih mencoba menjaga BelGaN tetap viable secara finansial, para manajer dan peneliti diduga secara aktif berusaha membuat perusahaan Belgia tersebut “menghilang” setelah mentransfer pengetahuan kepemilikannya.

Investigasi lebih lanjut mengungkap keberadaan GanKool dan koneksinya ke BelGaN. Selain peran peneliti, penyidik juga menemukan bukti yang menghubungkan CEO terakhir BelGaN, seorang warga negara China, dengan pesaing China yang sama.

Jaksa telah menyatakan bahwa tersangka kedua masih buron, dengan media Belgia berspekulasi bahwa CEO tersebut adalah tersangka yang dimaksud. H.L. kini menghadapi tuduhan spionase industri, keanggotaan organisasi kriminal, penyalahgunaan aset perusahaan, dan pengungkapan ilegal rahasia bisnis.

Persaingan Teknologi Semikonduktor Semakin Ketat

Insiden ini menyoroti persaingan yang semakin intensif atas teknologi dan kekayaan intelektual di industri semikonduktor. Hal ini terjadi di tengah upaya China mengurangi ketergantungan pada teknologi chip asing, sementara Amerika Serikat terus membatasi akses China ke prosesor canggih dan peralatan manufaktur semikonduktor.

Kasus serupa juga terjadi di Korea Selatan. Baru bulan lalu, dokumen pengadilan Korea Selatan menuduh produsen memori China, CXMT, menggunakan peta jalan rinci “Project Hefei” untuk mendapatkan teknologi DRAM milik Samsung, termasuk resep proses 620 langkah. Seorang mantan insinyur Samsung telah dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara atas skema tersebut.

BelGaN sendiri adalah perusahaan yang mengkhususkan diri pada semikonduktor gallium nitride (GaN). Teknologi GaN banyak digunakan dalam berbagai aplikasi elektronik karena efisiensinya yang tinggi dalam konversi daya.

Kasus penangkapan ini menjadi contoh nyata bagaimana kekayaan intelektual menjadi target utama dalam persaingan industri semikonduktor global. Perlindungan rahasia dagang dan teknologi proprietary menjadi semakin krusial bagi perusahaan-perusahaan chip di seluruh dunia.

Bagi industri teknologi, kasus ini menjadi pengingat akan risiko kebocoran teknologi yang dapat mengancam keberlangsungan bisnis. Perusahaan perlu meningkatkan pengawasan terhadap karyawan yang memiliki akses ke informasi sensitif, terutama mereka yang memiliki koneksi ke negara-negara dengan kepentingan kompetitif.

Investigasi terhadap BelGaN menunjukkan bahwa kebangkrutan perusahaan tidak selalu murni akibat kegagalan bisnis. Dalam kasus ini, pihak manajemen diduga sengaja membuat perusahaan gulung tikar setelah aset intelektualnya dipindahkan.

Otoritas Belgia terus melakukan penyelidikan untuk menangkap tersangka kedua yang masih buron. Kasus ini juga menjadi perhatian bagi industri semikonduktor Eropa yang semakin waspada terhadap potensi campur tangan asing.

Perkembangan ini sejalan dengan kekhawatiran yang lebih luas di sektor teknologi Eropa mengenai risiko kebocoran kekayaan intelektual ke China. Persaingan teknologi antara Barat dan China diprediksi akan terus memanas, terutama di sektor semikonduktor yang menjadi tulang punggung industri modern.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.