📑 Daftar Isi

Ilustrasi smart TV modern yang memantau kebiasaan menonton pengguna

Smart TV Lacak Aktivitas Layar, Begini Cara Melindungi Privasi Anda

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Smart TV modern menggunakan teknologi ACR untuk melacak semua yang ditampilkan di layar
  • ACR berjalan di tingkat chipset dan diaktifkan secara default, bahkan tanpa menggunakan fitur pintar
  • Data dikumpulkan dari streaming, TV langsung, game konsol, dan perangkat HDMI eksternal
  • Informasi dibagikan dengan produsen, pengiklan, dan broker data untuk profil kebiasaan menonton
  • Solusi privasi termasuk menjaga TV offline atau menggunakan Pi-hole untuk blokir telemetri
  • Pengaturan privasi sering sulit ditemukan dan menggunakan nama yang membingungkan

Telset.id – Smart TV Anda mungkin mengetahui lebih banyak tentang kebiasaan menonton daripada yang Anda sadari, bahkan jika Anda jarang menggunakan fitur pintarnya. Dalam sebuah penjelasan privasi terbaru, Proton memperingatkan bahwa banyak TV modern diam-diam mengumpulkan data tentang semua yang ditampilkan di layar dan membagikannya dengan produsen, pengiklan, dan perusahaan analitik.

Bagian yang mengkhawatirkan adalah bahwa menghindari pelacakan ini menjadi semakin sulit karena banyak kontrol privasi terkubur jauh di dalam pengaturan atau diaktifkan secara default. Proton berpendapat bahwa membeli smart TV saat ini sering berarti menerima tingkat pengawasan yang tidak pernah diketahui kebanyakan orang.

Bagaimana Smart TV Melacak Tontonan Anda?

Smart TV mengandalkan teknologi yang disebut Automatic Content Recognition, atau ACR. Alih-alih hanya melacak apa yang Anda streaming melalui aplikasi bawaan, ACR mengidentifikasi hampir semua yang ditampilkan di layar Anda. Itu termasuk film dari layanan streaming, televisi langsung, game yang dimainkan melalui konsol, dan bahkan konten dari perangkat eksternal yang terhubung melalui HDMI.

Sistem ini menciptakan sidik jari digital dari apa yang sedang diputar dan mencocokkannya dengan database besar untuk mengidentifikasi konten tersebut. Informasi itu kemudian dapat dibagikan dengan produsen TV, pengiklan, dan broker data untuk membangun profil mendetail tentang kebiasaan menonton Anda.

ACR berjalan di tingkat chipset dan biasanya diaktifkan secara default, sehingga tetap berfungsi bahkan jika Anda tidak pernah menggunakan fitur pintar TV Anda. Ini berarti data Anda tetap dikumpulkan tanpa sepengetahuan Anda.

Baca Juga:

Bisakah Anda Benar-Benar Menghentikan Pelacakan?

Di sinilah situasi menjadi cukup suram. Proton mengatakan solusi paling sederhana adalah menjaga TV Anda tetap offline sepenuhnya dan memberi konten melalui perangkat yang Anda kendalikan, seperti media box atau server rumah melalui HDMI.

Jika Anda menginginkan akses internet tanpa pelacakan, alat seperti Pi-hole dapat memblokir domain telemetri dan iklan TV Anda sementara semuanya tetap utuh. Anda juga dapat menonaktifkan ACR dan fitur pelacakan lainnya di pengaturan TV, tetapi opsi bervariasi antar merek dan mungkin tidak menghentikan semua bentuk pengumpulan data.

Meskipun pengaturan privasi ada di banyak televisi, mereka sering sulit ditemukan, menggunakan nama yang membingungkan, atau diaktifkan secara default, sehingga mudah terlewatkan selama pengaturan.

The default Google TV homescreen, as seen on the Onn 4K Pro.

Kesimpulannya adalah bahwa privasi menjadi semakin sulit dipertahankan di perangkat yang terhubung. Smart TV dirancang untuk tetap online, dan pengumpulan data telah menjadi bagian dari model bisnis.

Jika Anda menginginkan kenyamanan aplikasi bawaan, Anda mungkin harus menerima beberapa tingkat pelacakan. Jika privasi adalah prioritas Anda, perlakukan smart TV Anda seperti layar bodoh bila memungkinkan dan biarkan perangkat lain menangani streaming.

Untuk pengguna yang peduli dengan keamanan data, penting untuk memahami risiko ini. Fitur Terbaru dari Proton menunjukkan komitmen mereka terhadap privasi, tetapi pengguna tetap harus waspada terhadap perangkat di rumah mereka.

Selain itu, Privasi Lebih Aman dapat dicapai dengan alat yang tepat, namun smart TV tetap menjadi titik lemah yang perlu diatasi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.