📑 Daftar Isi

Elon Musk dalam balutan jas berbicara di depan forum, terkait wacana merger SpaceX dan Tesla

SpaceX dan Tesla Jajaki Merger, Komite Independen Mulai Dibentuk

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • SpaceX dan Tesla membentuk komite independen untuk membahas kemungkinan merger
  • Komite dibentuk atas permintaan pemegang saham, terdiri dari direksi independen kedua perusahaan
  • Elon Musk dan Kimbal Musk tidak terlibat karena dianggap pihak dengan konflik kepentingan
  • Tesla tercatat sebagai pemegang saham SpaceX setelah investasi US$2 miliar di xAI berubah jadi saham SpaceX
  • Musk menguasai sekitar 82 persen hak suara di SpaceX, sementara Tesla butuh persetujuan 50 persen seluruh pemegang saham
  • Komite belum mencapai kesepakatan apa pun, merger belum menjadi kepastian

Telset.id – SpaceX dan Tesla telah membentuk komite khusus untuk membahas kemungkinan merger antara kedua perusahaan. Langkah ini diungkap langsung oleh Elon Musk dalam sesi earnings call SpaceX untuk kuartal ketiga 2026. Pembentukan komite tersebut dilakukan atas permintaan para pemegang saham, dan menjadi sinyal awal bahwa wacana penggabungan dua perusahaan besar di bawah kendali Musk itu mulai masuk tahap pembahasan formal.

Musk yang menjabat sebagai CEO di kedua perusahaan menjelaskan bahwa komite tersebut terdiri dari direksi independen dari SpaceX dan Tesla. Ia sendiri tidak dapat terlibat dalam pembahasan karena dianggap sebagai “pihak yang memiliki konflik kepentingan”, bersama saudaranya, Kimbal Musk. Berdasarkan informasi korporasi yang tercantum di situs resmi kedua perusahaan, Tesla memiliki tujuh direksi independen, sedangkan SpaceX memiliki enam direksi independen.

Meski demikian, terdapat satu nama yang menarik perhatian. Ira Ehrenpreis, yang menjabat sebagai ketua Komite Kompensasi serta Nominasi dan Tata Kelola Tesla, juga bergabung dengan dewan SpaceX pada Februari. Kedua perusahaan masih mencantumkan Ehrenpreis sebagai direksi independen. Situasi ini menjadi salah satu sorotan dalam pembahasan merger yang tengah berjalan.

Selain itu, Tesla kini juga tercatat sebagai pemegang saham SpaceX. Status ini muncul setelah investasi Tesla senilai US$2 miliar di xAI berubah menjadi saham SpaceX, menyusul akuisisi perusahaan AI milik Musk oleh perusahaan antariksa tersebut. Perubahan kepemilikan saham ini menambah lapisan baru dalam struktur hubungan kedua perusahaan.

Dalam hal kendali suara, Musk menguasai sekitar 82 persen hak suara di SpaceX. Angka ini membuat suaranya menjadi faktor penentu bagi perusahaan antariksa tersebut. Kondisi di Tesla jauh lebih rumit. Tesla membutuhkan persetujuan 50 persen dari seluruh pemegang saham, bukan hanya dari mereka yang memberikan suara, agar merger dapat berjalan. Karena itulah Musk memperingatkan bahwa merger antara kedua perusahaan belum menjadi kepastian pada tahap ini.

A man in suit

Sejauh mana pembicaraan telah berlangsung juga belum jelas. Komite yang dibentuk belum mencapai kesepakatan apa pun. Namun, Musk menyatakan bahwa penggabungan kedua perusahaan memiliki “banyak manfaat” karena ada banyak hal yang bisa diperoleh dari kerja sama dalam pengembangan perangkat lunak superintelligence, desain chip, dan robotika, di antara berbagai bidang lainnya.

Jika merger terwujud, akan terbentuk satu perusahaan tunggal bernilai triliunan dolar dengan Musk di posisi puncak. Mengutip laporan BBC, entitas gabungan tersebut akan memberi Musk kendali lebih besar atas operasional perusahaan dibandingkan yang ia nikmati saat ini di Tesla. Musk sendiri telah lama berupaya mendapatkan kendali lebih besar atas produsen mobil tersebut agar dapat mengarahkan perusahaan sesuai keinginannya, khususnya di bidang AI dan robotika.

Pembahasan mengenai merger ini juga tidak lepas dari dinamika bisnis SpaceX yang terus bergerak di berbagai lini. Perusahaan tersebut sebelumnya sempat menjadi sorotan lewat langkahnya dalam akuisisi spektrum 800MHz, yang membuka jalan bagi Starlink Mobile untuk menantang operator di Amerika Serikat. Langkah ekspansi semacam ini menunjukkan skala operasi SpaceX yang menjadi salah satu pertimbangan dalam wacana penggabungan dengan Tesla.

Di sisi lain, SpaceX juga aktif mengembangkan layanan berbasis langganan. Sebelumnya, perusahaan ini menyatukan sejumlah layanan dalam paket X Subscription yang mencakup Grok, Cursor, dan X Premium. Diversifikasi layanan ini memperlihatkan bagaimana SpaceX bergerak melampaui bisnis peluncuran roket dan satelit.

Posisi Musk dan Kepentingan Pemegang Saham

Posisi Musk dalam pembahasan merger ini menjadi perhatian karena ia memimpin kedua perusahaan yang sedang dijajaki untuk digabungkan. Dengan menjadi “pihak yang memiliki konflik kepentingan”, Musk dan Kimbal Musk tidak diikutsertakan dalam diskusi yang dilakukan komite independen. Pembentukan komite yang terdiri dari direksi independen dari kedua perusahaan menjadi mekanisme untuk menjaga proses pembahasan tetap berjalan sesuai kepentingan pemegang saham.

Namun, keterlibatan Ehrenpreis di kedua dewan membuat pemisahan peran tidak sepenuhnya bersih. Ia tercatat sebagai ketua Komite Kompensasi serta Nominasi dan Tata Kelola Tesla, sekaligus anggota dewan SpaceX sejak Februari. Kedua perusahaan masih mencantumkannya sebagai direksi independen, sehingga posisinya menjadi bagian dari struktur yang turut menentukan arah pembahasan merger.

Dari sisi hak suara, perbedaan aturan antara SpaceX dan Tesla menjadi faktor yang menentukan. Di SpaceX, dengan sekitar 82 persen hak suara yang dikuasai Musk, posisinya sangat dominan. Sementara di Tesla, ambang 50 persen dari seluruh pemegang saham membuat proses persetujuan jauh lebih menantang. Perbedaan inilah yang membuat Musk menegaskan bahwa merger belum pasti terjadi.

Hingga saat ini, komite yang dibentuk belum mencapai kesepakatan apa pun. Pembicaraan masih berlangsung tanpa kepastian hasil. Musk hanya menyampaikan bahwa penggabungan memiliki banyak manfaat, terutama dalam kerja sama pengembangan perangkat lunak superintelligence, desain chip, dan robotika. Pernyataan tersebut menjadi dasar wacana bahwa merger dinilai memiliki nilai strategis bagi kedua perusahaan.

Bagi para pemegang saham, pembentukan komite independen menjadi titik awal yang menentukan arah pembahasan. Proses ini akan menunjukkan apakah kepentingan pemegang saham dapat dijaga ketika CEO yang sama memimpin dua perusahaan yang sedang dijajaki untuk digabungkan. Sementara itu, dinamika bisnis SpaceX yang terus meluas, termasuk lewat pembelian spektrum 800MHz untuk Starlink Mobile, menjadi latar yang membuat wacana merger ini terus diperhatikan.

[ META_DESCRIPTION]
SpaceX dan Tesla membentuk komite independen untuk membahas kemungkinan merger. Elon Musk menyebut penggabungan punya banyak manfaat.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.