📑 Daftar Isi

AS Tunda Masukkan DeepSeek ke Blacklist demi Hindari Perang Dagang

AS Tunda Masukkan DeepSeek ke Blacklist demi Hindari Perang Dagang

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Amerika Serikat menunda pemasukan startup AI China, DeepSeek, bersama lebih dari seratus perusahaan China lainnya ke dalam Entity List Departemen Perdagangan. Penundaan ini terjadi untuk menghindari eskalasi ketegangan dagang dengan Beijing, terutama menjelang kunjungan kenegaraan Presiden Donald Trump ke China.

Seperti dilaporkan Reuters, sebuah komite antarlembaga merekomendasikan penambahan DeepSeek ke dalam daftar hitam tersebut setelah seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa perusahaan tersebut mendukung operasi militer dan intelijen China. Selain DeepSeek, produsen memori China, CXMT, juga masuk dalam daftar yang sama.

Gedung Putih disebut sengaja menunda pembaruan daftar hitam ini untuk menghindari meningkatnya ketegangan dagang, terutama menjelang kunjungan kenegaraan Presiden Trump selama tiga hari ke China. Langkah ini menunjukkan adanya kalkulasi politik di balik keputusan teknis yang berdampak pada industri teknologi global.

Tuduhan Distilasi Ilegal dan Penggunaan Chip Nvidia

White House

Anthropic, perusahaan AI asal Amerika, menuduh DeepSeek dan dua model frontier China lainnya telah melakukan distilasi ilegal terhadap model Claude. Tuduhan ini menyebutkan bahwa DeepSeek telah melakukan 16 juta pertukaran data menggunakan 24.000 akun palsu untuk meningkatkan kemampuan modelnya.

“Distilasi bisa menjadi hal yang sah: laboratorium AI menggunakannya untuk menciptakan model yang lebih kecil dan lebih murah bagi pelanggan mereka,” demikian pernyataan Anthropic di X. “Namun, laboratorium asing yang secara ilegal mendistilasi model Amerika dapat menghilangkan pengaman, memasukkan kemampuan model ke dalam sistem militer, intelijen, dan pengawasan mereka sendiri.”

Selain tuduhan distilasi, DeepSeek juga dilaporkan menggunakan perusahaan cangkang untuk mengakuisisi chip Nvidia yang dilarang. Hal ini menambah daftar panjang kekhawatiran Amerika Serikat terhadap praktik bisnis perusahaan AI China tersebut.

Google Preferred Source

Popularitas DeepSeek di Kalangan Pengguna Amerika

Meskipun menghadapi berbagai tuduhan dan tekanan, DeepSeek justru semakin populer di kalangan pengguna Amerika. Banyak pengguna yang beralih ke DeepSeek sebagai alternatif yang lebih murah dibandingkan model frontier dari OpenAI dan Anthropic yang memiliki biaya lebih tinggi.

Fenomena ini menunjukkan adanya paradoks dalam kebijakan teknologi Amerika Serikat. Di satu sisi, pemerintah berusaha membatasi akses China terhadap teknologi canggih, namun di sisi lain, produk-produk dari perusahaan China justru diminati oleh konsumen Amerika sendiri.

The DeepSeek logo against a hexagonal textured background

CXMT Mulai Diminati Merek Global

Tidak hanya DeepSeek, CXMT juga mulai mendapatkan daya tarik di kalangan merek mainstream. Corsair, misalnya, telah mendapatkan chip DRAM dari perusahaan memori China tersebut untuk mengatasi kelangkaan pasokan dari Micron, Samsung, dan SK hynix, setidaknya untuk pasar China.

Jika Amerika Serikat benar-benar memasukkan kedua perusahaan China ini ke dalam Entity List, maka perusahaan dan pengguna Amerika juga akan terkena dampak dari larangan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pembatasan tidak selalu berjalan satu arah dan dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan bagi pihak yang menerapkannya.

IT server

Ancaman Balasan China Melalui Material Tanah Jarang

Amerika Serikat telah menggunakan larangan dan kontrol ekspor untuk menahan China dan mempersulit Beijing menggunakan teknologi terbaru Amerika untuk tujuannya sendiri. Namun, pemerintah China juga memiliki kartu truf sendiri.

Yang terbesar adalah kendali China atas material tanah jarang (rare-earth materials), yang sangat penting untuk manufaktur semikonduktor dan menyebabkan kelangkaan bagi produsen chip. Jika Gedung Putih memperbarui Entity List dan menambahkan ratusan perusahaan yang dijadwalkan untuk dimasukkan, maka Beijing mungkin akan melakukan pembalasan dan menyebabkan ketidakstabilan lebih lanjut antara kedua rival global tersebut.

Blackwell

Beberapa langkah yang telah diambil Amerika Serikat termasuk menutup celah yang memungkinkan anak perusahaan milik China yang berlokasi di luar China untuk membeli chip AI. Selain itu, ada laporan bahwa militer China telah mengakuisisi chip Nvidia, bahkan setelah kontrol ekspor Washington diberlakukan.

Di sisi lain, China juga telah melarang Nvidia 5090D V2 saat CEO Jensen Huang berada di China, dan Trump menyatakan bahwa China memblokir pembelian H200 Nvidia meskipun telah mendapatkan persetujuan AS. Menteri Perdagangan AS juga mengatakan bahwa Nvidia masih belum menjual GPU AI H200 ke China karena pemerintah China memblokir impor dalam upaya mendorong industri semikonduktor domestik.

The DeepSeek logo against a hexagonal textured background

Implikasi bagi Industri Teknologi Global

Penundaan pemasukan DeepSeek ke dalam Entity List menunjukkan bahwa keputusan teknis sering kali dipengaruhi oleh pertimbangan politik dan diplomatik. Dalam kasus ini, Amerika Serikat memilih untuk tidak memperburuk hubungan dengan China demi menjaga stabilitas perdagangan bilateral.

Namun, penundaan ini tidak berarti bahwa ancaman terhadap DeepSeek telah berakhir. Perusahaan AI China tersebut masih menghadapi tuduhan serius dari Anthropic dan masih dalam pengawasan ketat pemerintah Amerika Serikat. Jika hubungan antara kedua negara memburuk lagi, DeepSeek bisa menjadi sasaran utama dalam eskalasi berikutnya.

Bagi industri teknologi global, situasi ini menciptakan ketidakpastian yang signifikan. Perusahaan-perusahaan yang bergantung pada rantai pasokan global harus siap menghadapi kemungkinan perubahan kebijakan yang drastis setiap saat. Sementara itu, konsumen dan pengguna teknologi di Amerika Serikat terus mencari alternatif yang lebih terjangkau, termasuk dari perusahaan-perusahaan China seperti DeepSeek.

IT server

Ketegangan antara Amerika Serikat dan China dalam bidang teknologi diperkirakan akan terus berlanjut. Pemerintahan Trump telah menunjukkan sikap yang keras terhadap China, namun juga pragmatis dalam hal perdagangan. Kunjungan kenegaraan Trump ke China menjadi momen kritis yang dapat menentukan arah kebijakan teknologi antara kedua negara untuk tahun-tahun mendatang.

Blackwell

Bagi DeepSeek, penundaan ini memberikan waktu untuk memperkuat posisinya dan mungkin mencari alternatif pasokan chip di luar Nvidia. Namun, dengan tuduhan distilasi ilegal dan penggunaan chip yang dilarang, masa depan perusahaan AI China ini masih belum pasti. Yang jelas, persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan China telah memasuki babak baru yang lebih kompleks dan berdampak luas.

Dalam perkembangan terkait, Trump Perintahkan Perusahaan AS Hentikan Penjualan Software Chip ke China dan Kolaborasi Apple dan Alibaba Bikin Pemerintah AS Khawatir menjadi dua isu lain yang memperkuat ketegangan teknologi antara kedua negara adidaya tersebut.

Komentar

Belum ada komentar.