Telset.id – Federal Communications Commission (FCC) mengajukan tiga proposal perubahan aturan konektivitas nirkabel yang akan diputuskan melalui pemungutan suara pada akhir bulan ini. Ketiga usulan tersebut berpusat pada layanan komunikasi direct-to-device (D2D), lelang spektrum mid-band, dan pembukaan pita 800MHz untuk drone. Langkah ini menandai dorongan regulator Amerika Serikat tersebut memperluas kerangka regulasi bagi layanan seluler berbasis satelit yang tengah berkembang.
Proposal pertama FCC menawarkan perombakan aturan layanan direct-to-device atau D2D. Tujuan yang dinyatakan adalah untuk “mendorong pengaturan bisnis terestrial, satelit, dan hybrid yang lebih fleksibel.” Perubahan ini berpotensi membuka ruang bagi skema kemitraan baru antara operator jaringan darat dan penyedia layanan satelit.
Terkait hal tersebut, proposal kedua adalah lelang 25 megahertz spektrum mid-band. Penawaran akan menyasar kasus penggunaan seperti “jaringan terestrial dengan penggunaan fleksibel, operasi direct-to-device (D2D) yang inovatif, atau hybrid dari keduanya,” menurut FCC. Lelang ini berpotensi menarik minat perusahaan seperti Amazon yang berharap bergabung dalam bidang layanan seluler berbasis satelit yang terus tumbuh.

Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang ini adalah SpaceX, yang sudah memiliki lisensi spektrum hasil pembelian dari EchoStar. Kemarin, FCC memberikan persetujuan kepada SpaceX untuk sistem 15.000 satelit yang beroperasi pada ketinggian 330km. Dorongan SpaceX ke sistem D2D ini merupakan urusan terpisah dari upayanya meluncurkan jaringan pusat data orbital yang bertujuan menyediakan daya komputasi untuk aktivitas kecerdasan buatan, dan akan menambah jaringan yang sudah ada lebih dari 11.000 satelit Starlink. Dapat dikatakan, SpaceX memiliki banyak perangkat di atas kepala.
Proposal terakhir FCC merekomendasikan izin bagi drone untuk beroperasi pada pita seluler 800MHz. Perangkat tersebut saat ini dilarang menggunakan frekuensi itu, dan jika disetujui, perubahan ini akan membuka sekitar 50 megahertz untuk digunakan UAV. Selama setahun terakhir, badan tersebut semakin banyak menerapkan pembatasan pada drone yang dinilai berisiko keamanan, baik karena mengandung komponen buatan asing maupun karena dilengkapi teknologi seperti LiDAR.
Baca Juga:
Ketiga proposal ini akan dibawa ke pemungutan suara pada akhir bulan. Bagi pelaku industri, hasil voting tersebut menentukan apakah kerangka bisnis D2D yang lebih fleksibel, akses spektrum mid-band baru, dan penggunaan pita 800MHz untuk drone dapat segera dioperasikan. Perubahan aturan ini juga berdampak langsung pada lanskap persaingan layanan konektivitas di Amerika Serikat, termasuk bagi pemain yang tengah menyiapkan layanan seluler berbasis satelit.
FCC menempatkan ketiga usulan ini sebagai satu paket kebijakan yang saling terkait. Perombakan aturan D2D membuka opsi kemitraan hybrid, lelang spektrum mid-band menyediakan kanal bagi operasi terestrial maupun D2D, dan pembukaan pita 800MHz memperluas jangkauan operasional perangkat tak berawak. Kombinasi ini menunjukkan arah regulator dalam mengakomodasi konvergensi antara jaringan darat, satelit, dan perangkat otonom.
Sejauh ini, FCC belum mengungkap detail teknis lebih lanjut mengenai mekanisme lelang, syarat peserta, maupun jadwal implementasi jika proposal disetujui. Informasi yang tersedia baru sebatas cakupan proposal dan target waktu voting pada akhir bulan ini. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada hasil pemungutan suara tersebut.
[ META_DESCRIPTION]
FCC mengusulkan tiga perubahan aturan nirkabel: lelang 25MHz spektrum mid-band, aturan D2D lebih fleksibel, dan pembukaan pita 800MHz untuk drone.





Komentar
Belum ada komentar.