📑 Daftar Isi

Presiden Android Ecosystem Google Sameer Samat menanggapi kehadiran iPhone Duo di pasar foldable

Google: iPhone Duo Bukti Foldable Jadi Masa Depan Android

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Sameer Samat, Presiden Android Ecosystem Google, menanggapi kehadiran iPhone Duo di pasar foldable
  • Android lebih dulu menggarap foldable sejak Galaxy Fold 2019, termasuk bentuk passport lebar
  • Samat mengaku memakai Galaxy Z Fold 8 dan menyebutnya perangkat luar biasa untuk produktivitas
  • Counterpoint Research prediksi Apple raih 25% pangsa pasar tahun pertama, 40% akhir 2027
  • Samat yakin iPhone Duo beri efek halo, minat foldable justru tumbuh
  • Dukungan aplikasi jadi medan pertarungan, Slack disebut Apple sebagai aplikasi teroptimasi
  • Google optimalkan Gmail dan YouTube untuk foldable, TikTok jalan baik di Fold 8
  • iPhone Duo memasuki masa pre-order pada 16 Oktober

Telset.id – Presiden Android Ecosystem Google, Sameer Samat, menilai kehadiran iPhone Duo sebagai bukti bahwa pasar foldable semakin dilirik banyak pihak. Menurutnya, Android lebih dulu membangun kategori perangkat ini, dan kehadiran Apple justru berpotensi memperbesar minat terhadap foldable secara keseluruhan. Pernyataan itu muncul menjelang masa pre-order iPhone Duo pada 16 Oktober.

Dalam wawancara yang membahas dorongan Googlebook terbaru, Samat menyebut bahwa laptop tersebut berjalan di atas Android. Dari situ ia lalu diminta menanggapi langkah Apple masuk ke segmen foldable dibandingkan perangkat lipat Android yang sudah lebih dulu hadir.

“Saya pikir sangat menyenangkan melihat lebih banyak orang menyadari setelah sekian lama bahwa ruang foldable adalah tempat yang tepat. Dan Android biasanya adalah tempat Anda melihat masa depan lebih dulu,” kata Samat, dikutip dari Tom’s Guide.

Pernyataan itu merujuk pada fakta bahwa Android telah lebih dulu menggarap perangkat lipat, termasuk bentuk passport lebar yang kini diusung iPhone Duo. Samsung sendiri lebih dulu meluncurkan Galaxy Fold pada 2019. Bahkan setelah acara Apple September, Samsung sempat menuliskan sindiran di media sosial: “Let us know when you’re done reheating our leftovers.”

IPhone duo vs galaxy Z Fold 8

Samat mengaku telah menggunakan Galaxy Z Fold 8 dan menyebutnya sebagai perangkat yang ia sukai. “Fold 8 adalah perangkat yang luar biasa. Perangkat ini membantu saya menyelesaikan banyak pekerjaan. Saya justru sering memulai produktivitas di perangkat itu, lalu berpindah ke laptop,” ujarnya.

Ancaman Nyata di Balik Kehadiran iPhone Duo

Meski menegaskan posisi Android, Samat tidak menutup mata bahwa iPhone Duo tetap menjadi ancaman. Analis memperkirakan Apple akan menguasai pangsa pasar foldable dalam jumlah besar. Counterpoint Research memperkirakan Apple akan meraih sekitar 25% pangsa pasar pada tahun pertama, lalu tumbuh menjadi 40% pada akhir 2027.

Sebagian besar prediksi itu berkaitan dengan faktor ekosistem. Salah satu komentar pembaca yang dikutip dalam laporan itu menggambarkan besarnya permintaan yang tertahan: “Serius, saya sudah menunggu sejak Galaxy Z Fold pertama untuk Apple masuk ke arena (sempat mencoba Fold 5 dan Fold 6, tapi tidak bisa pakai Android karena saya terikat dengan ekosistem Apple lainnya).”

Meski begitu, Samat yakin iPhone Duo akan memberi efek halo bagi foldable Android. Menurutnya, kehadiran Apple hanya akan menambah ketertarikan terhadap kategori perangkat ini secara keseluruhan. “Saya pikir apa yang ditunjukkan ini adalah sesuatu yang sudah lama kami ketahui di ekosistem Android, yaitu ruang foldable, faktor bentuk foldable itu luar biasa,” katanya.

Ia juga menyebut bahwa faktor bentuk ini sedang tumbuh, bahkan sebelum beberapa pekan terakhir. “Kami senang melihat lebih banyak orang bergabung ke pesta yang sekarang sudah jelas ini,” ujar Samat.

Dukungan Aplikasi Jadi Medan Pertarungan

Selain soal perangkat, Apple berpotensi memiliki keunggulan besar dalam hal dukungan aplikasi untuk layar foldable yang lebih besar. Apple disebut sedang gencar mendorong pengembang. Dalam acaranya, Apple secara khusus menyebut Slack sebagai salah satu aplikasi yang dioptimalkan. Aplikasi itu, menurut laporan tersebut, masih tampak seperti aplikasi ponsel yang diregangkan pada foldable Android.

Galaxy Z Fold 8 vs iPhone duo

Samat mengakui masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Ironisnya, kehadiran Apple justru bisa menjadi gelombang yang mengangkat perahu Android. “Saya pikir saat faktor bentuk ini semakin populer, pengembang menyadari ada semakin banyak nilai untuk berinvestasi di dalamnya,” kata Samat.

“Saya pikir salah satu hal yang kami lakukan adalah membuat alatnya lebih sederhana dan lebih mudah bagi mereka untuk berinvestasi. Dan tentu saja ada aplikasi yang belum melakukan transisi itu. Entah mereka sedang mengerjakannya, atau kami sedang berbicara dengan mereka, tetapi ada juga ribuan dan ribuan aplikasi yang sudah,” tambahnya.

Salah satu aplikasi yang dibahas adalah TikTok, yang menurut laporan berjalan sangat baik di Samsung Fold 8. Pengguna mendapat pengalaman menonton yang imersif di layar luar, dan di layar dalam bisa menggulir video di sisi kiri serta melihat komentar di sisi kanan.

Selain itu, banyak aplikasi milik Google sendiri yang telah dioptimalkan sepenuhnya untuk foldable, termasuk Gmail dan YouTube. “Kami bisa memilih satu atau dua aplikasi yang Anda tahu satu platform akan memilikinya atau platform lain akan memilikinya, tetapi kenyataannya faktor bentuk ini adalah hit,” kata Samat.

“Ini berkembang. Ini sudah berkembang bahkan sebelum beberapa pekan terakhir, dan saya senang melihat lebih banyak orang bergabung ke apa yang sekarang menjadi pesta yang jelas,” pungkasnya.

iPhone Duo

Pembahasan soal Googlebook sendiri menjadi konteks wawancara tersebut. Laptop yang dipersenjatai Android itu menjadi bagian dari dorongan Google di segmen perangkat. Bagi pembaca yang ingin memahami perbedaan kelas perangkat Google, topik ini pernah dibahas dalam artikel beda kelas laptop Google terbaru.

Sementara itu, Google juga tengah menggarap sejumlah inisiatif lain di luar perangkat. Salah satunya adalah langkah pengamanan jangka panjang yang dibahas dalam artikel migrasi kriptografi pasca-kuantum. Inisiatif itu menunjukkan bahwa Google bergerak di banyak lini teknologi secara paralel.

Kembali ke pasar foldable, persaingan antara Android dan Apple kini memasuki babak baru. Android lebih dulu membangun kategori ini sejak Galaxy Fold 2019, sementara Apple baru masuk lewat iPhone Duo yang memasuki masa pre-order 16 Oktober. Prediksi Counterpoint Research soal pangsa pasar 25% pada tahun pertama dan 40% pada akhir 2027 menunjukkan bahwa Apple bukan sekadar pemain pelengkap.

Namun, pernyataan Samat menegaskan satu hal: kehadiran Apple tidak serta-merta mematikan foldable Android. Sebaliknya, kategori ini berpotensi tumbuh lebih besar karena perhatian yang meningkat. Medan pertarungan berikutnya bukan lagi sekadar bentuk perangkat, melainkan seberapa siap pengembang aplikasi mengoptimalkan layar lipat yang lebih luas.

[ META_DESCRIPTION]
Presiden Android Ecosystem Google, Sameer Samat, menilai iPhone Duo bukti foldable jadi masa depan. Simak responsnya soal persaingan dengan Android.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.