Telset.id – Pengguna search engine global mulai meninggalkan Google setelah perusahaan tersebut memperluas antarmuka pencarian berbasis AI secara besar-besaran. Data terbaru menunjukkan lonjakan instalasi dan traffic signifikan pada mesin pencari privasi DuckDuckGo.
Pada konferensi Google I/O pekan lalu, Google meluncurkan pembaruan pencarian terbesar dalam beberapa dekade. Halaman hasil standar yang berisi tautan digantikan oleh agen pencarian bertenaga AI yang bekerja secara otomatis untuk pengguna, lengkap dengan dukungan pertanyaan lanjutan.
Keputusan ini menuai reaksi negatif dari pengguna. Banyak yang mengkhawatirkan keandalan fitur AI Overviews yang masih sering mengalami halusinasi atau memberikan informasi keliru. Akibatnya, sejumlah pengguna beralih ke DuckDuckGo yang menawarkan kendali penuh atas seberapa banyak AI yang ingin digunakan dalam pengalaman pencarian mereka.
Lonjakan Instalasi DuckDuckGo
Seorang perwakilan DuckDuckGo mengungkapkan kepada CNET bahwa di Amerika Serikat, instalasi browser mereka melonjak 21% secara mingguan pada periode 20 hingga 26 Mei. Lonjakan ini terjadi langsung setelah pengumuman berbagai inisiatif AI oleh Google.
Angka yang lebih mencengangkan tercatat di perangkat iOS. Instalasi browser DuckDuckGo di platform Apple tersebut melonjak hingga 33%, termasuk kenaikan 69% pada Hari Peringatan Memorial Day (Memorial Day). Perusahaan juga melaporkan kepada MacRumors bahwa traffic untuk halaman pencarian “No AI” mereka meningkat tiga kali lipat sejak pengumuman Google.
Fitur “No AI” ini menghilangkan sepenuhnya jawaban berbantuan AI, gambar hasil generasi AI, dan alat AI milik DuckDuckGo dari hasil pencarian. Pengguna dapat menjelajahi halaman pencarian seperti yang biasa mereka lakukan sebelumnya.
Fleksibilitas Kontrol AI
Berbeda dengan Google yang memaksakan AI pada setiap pencarian, DuckDuckGo memberikan kebebasan kepada pengguna. Browser standar DuckDuckGo menawarkan fungsi Search Assist yang menggunakan AI untuk membantu menjawab pertanyaan pencarian. Namun, pengguna dapat memilih seberapa sering fitur ini muncul atau menonaktifkannya sepenuhnya.
Selain itu, terdapat tombol “Ask AI” di sebelah kanan bilah pencarian yang mirip dengan Google. Tombol ini dapat digunakan untuk mendapatkan jawaban hasil generasi AI sesuai kebutuhan pengguna.
Posisi DuckDuckGo di Pasar
Menurut data dari perusahaan jaringan cloud dan keamanan siber Cloudflare, DuckDuckGo tercatat sebagai mesin pencari paling populer kedua di perangkat mobile dan ketiga secara keseluruhan di AS pada Desember 2025. Pencapaian ini menunjukkan bahwa permintaan akan opsi pencarian tanpa AI sangat besar.
Merespons tren ini, DuckDuckGo berencana menambahkan pengaturan pencarian “No AI” ke ekstensi original mereka untuk Chrome, Firefox, Edge, dan Opera dalam waktu dekat. Langkah ini diambil untuk menjangkau lebih banyak pengguna yang menginginkan pengalaman pencarian bebas dari intervensi AI.
Fenomena ini membuktikan bahwa tidak semua pengguna antusias dengan integrasi AI paksa di layanan pencarian. Bagi pengguna yang menginginkan privasi dan kontrol penuh, alternatif seperti DuckDuckGo kini menjadi pilihan utama. Implikasinya, Google perlu mempertimbangkan kembali strategi AI-nya jika tidak ingin kehilangan lebih banyak pangsa pasar.





Komentar
Belum ada komentar.