📑 Daftar Isi

Ilustrasi penurunan pengiriman smartphone global pada kuartal ketiga 2026 menurut Counterpoint Research

Pengiriman Smartphone Global Anjlok 20 Persen, Terendah dalam 14 Tahun

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Pengiriman smartphone global Q3 2026 turun 20 persen YoY, terendah dalam 14 tahun
  • Krisis RAM jadi penyebab utama: harga naik dan komponen langka
  • Konsumen disebut menahan perangkat lebih lama dari perkiraan
  • Samsung naik ke 23 persen pangsa pasar, Apple ke 22 persen
  • Xiaomi, Oppo, Vivo alami penurunan pengiriman dan pangsa pasar
  • Pasar mungkin tak sepenuhnya normal meski krisis RAM berakhir

Telset.id – Pengiriman smartphone global pada kuartal ketiga 2026 tercatat 20 persen lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu. Mengutip laporan Counterpoint Research, kondisi ini menjadikan kuartal tersebut sebagai level terendah dalam 14 tahun terakhir. Krisis RAM disebut sebagai penyebab utama, karena mendorong kenaikan harga sekaligus memicu kelangkaan komponen.

Laporan Counterpoint Research menyebutkan bahwa pengiriman global pada kuartal ini juga 20 persen lebih rendah dibanding kuartal ketiga (Q3) 2025. Kondisi tersebut menempatkan periode ini sebagai Q3 terendah dalam 14 tahun. Krisis RAM yang berlangsung membuat harga komponen naik dan pasokan komponen menipis, sehingga pengiriman ponsel dari sejumlah produsen terganggu.

Dampak langsung dari situasi ini adalah pasokan beberapa model ponsel menjadi lebih terbatas. Di sisi lain, konsumen menghadapi harga yang lebih tinggi, sehingga minat untuk melakukan upgrade dinilai menjadi kurang menarik atau kurang terjangkau. Tekanan pada harga dan pasokan inilah yang menjadi konteks utama dari penurunan pengiriman smartphone global.

Namun, Counterpoint Research menilai bahwa level terendah dalam 14 tahun ini tidak sepenuhnya disebabkan oleh krisis RAM. Lembaga riset tersebut juga menyatakan bahwa konsumen “menahan perangkat mereka lebih lama dari yang diperkirakan”. Artinya, ada kemungkinan faktor lain turut memengaruhi perilaku pembelian pengguna di pasar global.

Harga yang tinggi memang dapat membuat konsumen menunda upgrade. Akan tetapi, jika krisis RAM sudah diperhitungkan dalam perilaku konsumen dan konsumen tetap menahan perangkat lebih lama dari perkiraan, maka ada kemungkinan faktor lain ikut berperan. Laporan tersebut tidak memberikan dugaan mengenai penyebab tambahan itu.

Apple dan Samsung Naik, Xiaomi, Oppo, Vivo Turun

Di tengah kondisi yang menantang, Apple dan Samsung disebut sebagai pihak yang paling tangguh. Samsung bahkan meningkatkan pangsa pasarnya menjadi 23 persen, meskipun pengirimannya turun 3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Kenaikan itu disebut sebagian besar terjadi berkat kesuksesan Samsung Galaxy Z Fold 8.

Apple juga mencatat pertumbuhan pangsa pasar, naik menjadi 22 persen, meski juga menjual lebih sedikit ponsel dibanding periode yang sama tahun lalu. Counterpoint Research menilai Apple kemungkinan akan tampil lebih baik jika telah mengirimkan iPhone 18 versi dasar, alih-alih menunggu hingga tahun depan untuk model tersebut.

Di sisi lain, merek seperti Xiaomi, Oppo, dan Vivo mengalami penurunan tajam dalam pengiriman sekaligus penurunan pangsa pasar. Kondisi tersebut pada akhirnya membuat Apple dan Samsung dapat meningkatkan pangsa pasar mereka. Secara keseluruhan, industri memang menjual lebih sedikit ponsel pada periode ini.

Tekanan pada rantai pasok komponen tidak hanya berdampak pada pasar smartphone. Krisis RAM yang sama turut menekan industri lain, termasuk pasar komputer pribadi yang juga mengalami penurunan pengiriman global. Situasi ini menunjukkan bahwa gangguan pasokan komponen memiliki efek yang luas terhadap industri perangkat elektronik secara keseluruhan.

Counterpoint Research menyoroti bahwa penurunan pengiriman smartphone global ini terjadi di tengah kenaikan harga dan kelangkaan komponen yang disebabkan krisis RAM. Produsen ponsel menghadapi tantangan ganda: pasokan komponen yang menipis dan konsumen yang semakin selektif dalam membeli perangkat baru.

Perubahan perilaku konsumen yang menahan perangkat lebih lama menjadi catatan penting dalam laporan tersebut. Meski laporan tidak menjelaskan secara rinci penyebabnya, data menunjukkan bahwa pola ini terjadi bahkan ketika faktor krisis RAM telah diperhitungkan. Hal ini mengindikasikan bahwa faktor lain di luar harga dan pasokan komponen juga berperan dalam keputusan pembelian konsumen.

Untuk pasar smartphone secara keseluruhan, kondisi ini menciptakan lanskap yang tidak merata. Sebagian merek berhasil mempertahankan atau bahkan meningkatkan pangsa pasar mereka, sementara merek lain mengalami penurunan pengiriman dan pangsa pasar yang signifikan. Dinamika ini membuat persaingan di pasar smartphone global semakin terpolarisasi antara pemain yang tangguh dan yang tertekan.

Counterpoint Research juga mencatat bahwa kondisi industri mungkin akan membaik setelah krisis RAM berakhir. Namun, laporan tersebut menyebut bahwa pasar mungkin tidak sepenuhnya kembali ke kondisi “normal” jika memang ada alasan lain di balik perubahan perilaku konsumen tersebut. Pernyataan ini menegaskan bahwa pemulihan pasar smartphone global tidak sepenuhnya bergantung pada penyelesaian krisis komponen semata.

Data pangsa pasar menunjukkan bahwa Samsung memimpin dengan 23 persen, diikuti Apple dengan 22 persen. Kenaikan pangsa pasar keduanya terjadi di tengah penurunan pengiriman masing-masing merek dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, Xiaomi, Oppo, dan Vivo mencatat penurunan pengiriman yang tajam sekaligus penurunan pangsa pasar.

Bagi konsumen, kondisi ini berarti harga ponsel yang lebih tinggi dan pasokan model tertentu yang lebih terbatas. Produsen ponsel menghadapi tekanan untuk mengelola pasokan komponen yang menipis sambil menjaga daya tarik produk di mata konsumen. Situasi ini juga memengaruhi keputusan konsumen dalam menentukan waktu yang tepat untuk melakukan upgrade perangkat.

Laporan Counterpoint Research ini memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi pasar smartphone global pada kuartal ketiga 2026. Penurunan 20 persen dalam pengiriman, level terendah dalam 14 tahun, krisis RAM, dan perubahan perilaku konsumen menjadi empat poin utama yang saling terkait dalam laporan tersebut. Sementara itu, posisi Apple dan Samsung yang relatif lebih tangguh dibanding merek lain menjadi catatan tersendiri dalam laporan tersebut.

[INFO_GRAFIS]
Judul: Peta Pangsa Pasar Smartphone Global Q3 2026
Isi:

  • Samsung: 23 persen (pengiriman turun 3 persen YoY)
  • Apple: 22 persen (pengiriman turun YoY)
  • Xiaomi, Oppo, Vivo: pengiriman dan pangsa pasar turun tajam
  • Total pengiriman global: turun 20 persen YoY
  • Level terendah dalam 14 tahun

Sumber: Counterpoint Research

[INFO_GRAFIS]
Judul: Faktor Pendorong Penurunan Pengiriman Smartphone Global
Isi:

  • Krisis RAM: harga naik dan komponen langka
  • Pasokan model tertentu menjadi lebih terbatas
  • Harga ponsel lebih tinggi bagi konsumen
  • Konsumen menahan perangkat lebih lama dari perkiraan
  • Laporan tidak menyebut dugaan penyebab tambahan

Sumber: Counterpoint Research

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.