📑 Daftar Isi

PM Kanada Canangkan Strategi AI Nasional yang Kontroversial

PM Kanada Canangkan Strategi AI Nasional yang Kontroversial

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, baru saja mengumumkan strategi kecerdasan buatan (AI) nasional yang akan memandu kebijakan legislasi dan investasi infrastruktur Kanada selama lima tahun ke depan. Strategi anyar yang diberi nama “AI for All” ini dinilai lebih fokus pada dampak teknologi terhadap masyarakat umum dibandingkan kerangka serupa yang dibuat Presiden AS Donald Trump. Namun, rencana tersebut tetap menuai sorotan karena dianggap mengabaikan gelombang penolakan yang semakin besar terhadap teknologi AI.

Dalam pengumuman resminya, pemerintah Kanada mengklaim bahwa “pasar AI global diproyeksikan mencapai US$4,8 triliun pada tahun 2033.” Oleh karena itu, Kanada memiliki “peluang terbatas namun nyata” untuk memastikan AI bekerja untuk seluruh warga Kanada. Tujuannya antara lain menciptakan lapangan kerja, melindungi warga negara, serta memperkuat kemakmuran nasional melalui adopsi dan pengembangan teknologi AI.

Strategi ini dirancang untuk membangun kepercayaan warga Kanada terhadap AI, meningkatkan adopsi AI, dan berinvestasi pada fondasi teknologi AI yang dibangun, dihosting, dan dijalankan di Kanada. Langkah ini sejalan dengan upaya global untuk mendorong pemanfaatan AI secara etis, seperti yang juga didorong oleh berbagai negara melalui Strategi Nasional masing-masing.

Isi Strategi AI for All

Rencana “AI for All” mencakup beberapa inisiatif utama. Pertama, kerangka legislatif akan diperbarui untuk “memperkuat perlindungan informasi pribadi warga Kanada, termasuk terhadap praktik berbahaya seperti deepfake dan surveillance pricing.” Kedua, akan dibentuk sebuah “rezim keamanan online” untuk melindungi pengguna chatbot dan media sosial.

Strategi ini juga menjabarkan rencana pendirian National AI Literacy Initiative yang menyediakan pelatihan AI tingkat dasar secara gratis. Selain itu, pemerintah berkomitmen untuk menyediakan “akses ke agen AI tepercaya bagi setiap siswa pasca-sekolah menengah.” Carney menyebutkan bahwa strategi ini akan menyediakan “hingga 90.000 lapangan kerja terkait AI dan kesempatan penempatan kerja.”

Bagi dunia usaha, “AI for All” juga menyerukan pembangunan “superkomputer AI publik” dan investasi lebih lanjut pada infrastruktur komputasi dan cloud yang berdaulat, yang dimiliki dan dioperasikan oleh Kanada. Investasi infrastruktur ini akan selaras dengan target energi bersih Kanada dan akan dibantu dengan akses terhadap modal pertumbuhan melalui pengadaan barang dan jasa pemerintah. Upaya membangun kedaulatan digital ini mengingatkan pada langkah serupa yang dilakukan oleh berbagai perusahaan telekomunikasi, seperti Telkom yang mengumpulkan regulator untuk tujuan yang sama.

Kritik terhadap Strategi AI Kanada

Meskipun dokumen strategi secara eksplisit mengakui skeptisisme warga Kanada terhadap AI, dokumen tersebut sebagian besar mengabaikan bukti bahwa mengadopsi teknologi AI tidak serta-merta meningkatkan produktivitas. Terdapat sentimen negatif yang semakin meluas terhadap teknologi AI secara umum, yang tampaknya tidak dianggap sebagai masalah serius oleh pemerintah.

Lebih banyak undang-undang yang mengatur alat AI tampaknya diperlukan, namun rencana Carney untuk meningkatkan adopsi AI mungkin berfokus pada isu yang salah. “AI for All” menyiratkan bahwa masalah ini hanyalah soal komunikasi dan akses. Padahal, dengan mempertimbangkan bahwa alat seperti ChatGPT, Gemini, dan Claude dapat digunakan secara gratis, fakta bahwa warga Kanada tidak cukup menggunakan AI mungkin lebih mencerminkan masalah pada kualitas AI itu sendiri dan hasil yang dihasilkannya, bukan kurangnya pemahaman mereka.

Pendekatan ini menjadi kontras dengan kekhawatiran yang disuarakan oleh berbagai pihak, termasuk perusahaan AI besar seperti Anthropic yang meminta moratorium global karena khawatir kehilangan kendali atas perkembangan teknologi ini. Sementara itu, transformasi digital terus berlangsung di berbagai sektor, seperti yang terlihat dari upaya AIcosystem yang menjadi mesin baru bagi transformasi digital di Indonesia.

Strategi “AI for All” Kanada ini menimbulkan pertanyaan apakah pemerintah terlalu fokus pada aspek pertumbuhan ekonomi dan industri, tanpa mempertimbangkan secara serius dampak sosial dan produktivitas yang dipertanyakan dari teknologi AI. Rencana ini dijadwalkan akan menjadi panduan kebijakan Kanada untuk lima tahun ke depan, dan implementasinya akan diawasi oleh publik dan para pengamat industri.

Komentar

Belum ada komentar.