Telset.id – SpacexAI menawarkan diskon 50 persen layanan Starlink kepada warga yang tinggal di sekitar dua pusat data (data center) di Memphis, Tennessee, Amerika Serikat. Langkah ini dilakukan di tengah kritik masyarakat terkait operasional pembangkit listrik turbin gas yang dinilai ilegal dan mencemari lingkungan.
Melalui unggahan di akun X resminya, SpacexAI Memphis mengklaim ribuan warga telah memanfaatkan promosi ini sejak akhir Juni 2026. Selain diskon untuk warga kota Memphis dan Southaven, Mississippi, perusahaan juga membebaskan biaya awal perangkat keras untuk paket sewa Starlink V5 yang baru diluncurkan di semua paket. Kebijakan ini menghemat biaya satu kali hingga 349 dolar AS bagi pengguna.
Langkah korporasi ini terjadi ketika pusat data perusahaan tengah menjadi sorotan akibat pemasangan turbin tanpa izin untuk memasok kebutuhan listrik. Sebanyak 69 generator berbahan bakar gas alam dipasang tanpa izin yang diperlukan. SpacexAI berjanji akan melepas seluruh generator tersebut, namun prosesnya dilakukan secara bertahap selama satu tahun sambil menunggu pembangkit listrik berkapasitas 1,2 GW beroperasi penuh menggantikan generator sementara.

Kritik terhadap langkah ini datang dari berbagai pihak. Senior Attorney SELC, Amanda Garcia, menegaskan bahwa masyarakat Memphis dan Mississippi Utara tidak meminta layanan internet berdiskon. Mereka justru mendesak perusahaan untuk mematikan pembangkit listrik ilegal yang terus menghasilkan polusi berbahaya, termasuk nitrogen oksida penyebab kabut asap, partikel halus, dan bahan kimia berbahaya seperti formaldehida.
Detail Paket dan Perbandingan Harga
Paket residensial Starlink tersedia dalam tiga tingkatan layanan. Paket pertama menawarkan kecepatan 100 Mbps dengan harga normal 55 dolar AS per bulan. Paket kedua memberikan kecepatan 200 Mbps seharga 85 dolar AS per bulan. Sementara paket tertinggi, Max, dibanderol 130 dolar AS per bulan.
Dengan diskon 50 persen, warga yang memenuhi syarat dapat menikmati layanan ini hanya dengan membayar 27,50 dolar AS, 42,50 dolar AS, atau 65 dolar AS per bulan sesuai paket yang dipilih. Angka ini membuat paket Starlink termurah menjadi lebih terjangkau dibandingkan penyedia layanan internet lain seperti AT&T dan Xfinity yang umumnya memulai penawaran dari 35 hingga 40 dolar AS per bulan.
Namun perlu dicatat, para kompetitor tersebut menawarkan koneksi berbasis serat optik dengan kecepatan hingga 300 Mbps. Artinya, pengguna yang beralih ke Starlink berpotensi mengalami penurunan kualitas kecepatan internet. Meski demikian, sebagian pengguna di subreddit r/memphis menilai penawaran ini menjadi pilihan bagus untuk area Memphis dan Southaven yang belum terjangkau akses serat optik. Layanan ini juga dinilai berguna sebagai cadangan koneksi bagi mereka yang membutuhkan internet andal.

Sejumlah keluhan juga muncul terkait biaya selangit dari penyedia lain yang mendorong biaya internet bulanan melampaui 40 dolar AS. Kondisi ini membuat tawaran 27,50 dolar AS per bulan untuk paket 100 Mbps menjadi opsi yang menggoda bagi sebagian warga.
Baca Juga:
Ekspansi ke Louisiana dan Dampak Bisnis
Menariknya, perusahaan juga memberikan diskon serupa di Vermilion Parish, Louisiana, wilayah yang menjadi lokasi rencana pembangunan spaceport baru SpaceX. Kebijakan ini menunjukkan pola perusahaan dalam merespons masyarakat di sekitar area operasionalnya.
Kendati klaim 2.000 pelanggan baru terdengar signifikan, jumlah tersebut masih relatif kecil dibandingkan populasi total kota Memphis. Berdasarkan estimasi terbaru U.S. Census Bureau, populasi Memphis saja mencapai lebih dari 600.000 jiwa dengan lebih dari 250.000 rumah tangga. Dengan demikian, pelanggan baru tersebut mencakup kurang dari satu persen total rumah di kota itu.
Dari sisi korporasi, laporan pendapatan terbaru SpacexAI menunjukkan perusahaan telah memiliki lebih dari 12 juta pelanggan Starlink. Tambahan 2.000 pelanggan baru dari kota tersebut hanya setetes air dalam skala besar basis pengguna perusahaan.
Langkah pemasaran ini dinilai sejumlah pengamat sebagai upaya membangun citra positif di tengah tekanan publik. Kritikus menilai Elon Musk hanya berusaha membeli niat baik dengan tetangga sekitar fasilitasnya, terutama karena pusat data perusahaan tengah bermasalah terkait penggunaan turbin tanpa izin untuk memenuhi kebutuhan listrik.

Perusahaan tampaknya berupaya menyeimbangkan kepentingan operasional dengan kebutuhan masyarakat sekitar. Di satu sisi, pembangkit listrik berkapasitas besar sedang dibangun untuk menggantikan generator sementara yang menjadi sumber polusi. Di sisi lain, tawaran diskon internet diharapkan dapat meredam ketegangan dengan komunitas lokal yang selama ini mengeluhkan dampak lingkungan dari operasional pusat data.
Kebijakan diskon ini juga menjadi strategi bisnis untuk memperluas basis pelanggan Starlink di area yang sebelumnya belum terjangkau layanan internet berkualitas. Bagi warga yang kesulitan mengakses internet cepat karena keterbatasan infrastruktur serat optik, penawaran ini memberikan alternatif koneksi satelit dengan harga terjangkau.
Perkembangan ini menambah rangkaian langkah ekspansi layanan Starlink yang terus berjalan. Sebelumnya, perusahaan juga telah meluncurkan berbagai inovasi layanan untuk memperkuat posisinya di pasar internet satelit global.
Ke depan, efektivitas strategi ini akan terlihat dari kemampuan perusahaan menjaga keseimbangan antara kebutuhan operasional pusat data, kepatuhan regulasi lingkungan, dan penerimaan masyarakat sekitar. Sementara itu, warga yang memanfaatkan diskon tetap perlu mempertimbangkan perbedaan kualitas layanan dibandingkan koneksi serat optik dari penyedia lain.
[Cek juga artikel terkait Grok Bot dan Grok 4.5 untuk informasi lain seputar ekosistem produk SpacexAI.]





Komentar
Belum ada komentar.