Ilustrasi aplikasi T-Mobile T-Life yang diduga menjual data pengguna

T-Mobile Jual Data Pengguna Lewat Aplikasi T-Life

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • T-Mobile dituduh menjual data pengguna yang dikumpulkan melalui aplikasi T-Life
  • Tuduhan diungkap oleh mantan karyawan Vistar Media di forum Reddit
  • Tombol tolak pembagian data tidak berfungsi dan terus muncul berulang kali
  • Aplikasi T-Life nyaris wajib diinstal untuk mengelola akun T-Mobile
  • Banyak pengguna mulai membatalkan layanan karena frustrasi dengan praktik ini
  • T-Mobile belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan tersebut

Telset.id – Tuduhan serius menghantam T-Mobile setelah seorang mantan karyawan Vistar Media mengungkap bahwa operator seluler tersebut secara aktif menjual data pelanggan yang dikumpulkan melalui aplikasi T-Life. Pengakuan ini muncul di forum Reddit dan langsung memicu kekhawatiran luas di kalangan pengguna.

Menurut laporan yang dikutip dari PhoneArena pada 28 Mei 2026, T-Mobile disebut menggunakan aplikasi T-Life sebagai alat utama untuk mengeruk data pribadi pelanggan. Data tersebut kemudian dijual kepada pihak ketiga untuk kepentingan iklan dan pengembangan produk. Praktik ini dinilai sangat merugikan karena aplikasi T-Life nyaris wajib diinstal oleh pelanggan yang ingin mengelola akun mereka.

Pengguna Reddit dengan nama akun airsoftredditguy, yang mengaku sebagai mantan karyawan Vistar Media, menjadi whistleblower di balik tuduhan ini. Ia menyatakan bahwa T-Mobile membeli Vistar Media tahun lalu untuk memperkuat bisnis periklanan perusahaan. Data yang dikumpulkan melalui T-Life kemudian menjadi komoditas berharga yang diperjualbelikan.

T-Mobile T-Life selling data

Yang lebih mengkhawatirkan, T-Mobile sebenarnya menyediakan opsi untuk menolak pembagian data ini. Namun, opsi tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Pengguna melaporkan bahwa tombol “Decline” atau tolak terus muncul berulang kali hingga mereka akhirnya menyerah dan memberikan izin. Hal ini membuat banyak pelanggan merasa frustrasi dan terjebak.

Sejak awal tahun ini, gelombang kemarahan pengguna T-Mobile sudah terlihat. Aplikasi T-Life secara efektif memaksa pengguna untuk menyetujui pembagian data dengan pihak ketiga. Pesan permintaan izin terus muncul dan tidak bisa diabaikan secara permanen. T-Mobile ingin menggunakan data penggunaan perangkat dan jaringan untuk membuat produk serta meningkatkan iklan dari perusahaan lain.

Seorang pengguna Reddit lain, WAVF1n, mengaku bahwa seorang perwakilan layanan pelanggan T-Mobile bahkan mengakui bahwa perusahaan tidak memeriksa aplikasi pihak ketiga yang dipasang di ponsel pengguna. “Mereka juga mengumpulkan data Anda dengan izin T-Mobile,” tulis WAVF1n dalam komentarnya pada Mei 2026.

Banyak pengguna mulai mempertimbangkan untuk meninggalkan T-Mobile. Seorang pengguna dengan nama OrganisasiNo6619 mengatakan, “Saya baru saja membatalkannya. Manajer yang saya ajak bicara sebelum pembatalan sangat kasar dan memiliki sikap gila.” Pengguna lain, Zealousideal_Food466, menambahkan, “Hanya alasan lain untuk membatalkan. Kesalahan terbesar saya adalah pindah ke mereka.”

Meskipun keributan online tidak selalu berujung pada kehilangan pelanggan secara langsung, ada preseden bahwa ancaman tersebut bisa menjadi kenyataan. Verizon, misalnya, pernah mengalami gelombang pembatalan massal dari penggunanya. T-Mobile yang menolak membagikan jumlah pelanggannya belakangan ini dianggap sebagai indikasi bahwa keputusan kontroversialnya mulai berdampak.

Skandal ini membuka pertanyaan besar tentang kepercayaan pengguna terhadap operator seluler. Meskipun banyak aplikasi lain juga mengumpulkan data, T-Mobile memiliki posisi istimewa karena aplikasi T-Life nyaris menjadi persyaratan untuk mengelola akun. Hal ini membuat pengguna tidak memiliki pilihan nyata untuk menghindari pengumpulan data.

PhoneArena telah menghubungi T-Mobile untuk meminta komentar terkait tuduhan ini. Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak operator. Publik menunggu klarifikasi apakah tuduhan penjualan data ini benar adanya atau sekadar kesalahpahaman.

Dampak dari skandal ini bisa sangat luas. Jika terbukti benar, T-Mobile tidak hanya menghadapi risiko kehilangan pelanggan tetapi juga potensi tuntutan hukum terkait privasi data. Regulator di Amerika Serikat cukup ketat dalam menangani kasus pelanggaran data pengguna.

Bagi pelanggan T-Mobile yang khawatir, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memeriksa pengaturan privasi di aplikasi T-Life. Meskipun tombol tolak mungkin tidak berfungsi sempurna, tetap ada baiknya untuk mencoba membatasi izin yang diberikan. Alternatif lain adalah menghubungi layanan pelanggan dan menyampaikan kekhawatiran.

Kasus ini juga menjadi pengingat bagi pengguna Fitur Terbaru dari berbagai layanan digital untuk selalu waspada terhadap izin yang diminta oleh aplikasi. Tidak semua aplikasi yang tampaknya gratis benar-benar gratis; seringkali data pribadi menjadi harga yang harus dibayar.

Ke depannya, T-Mobile perlu mengambil langkah konkret untuk memulihkan kepercayaan publik. Transparansi tentang bagaimana data pelanggan digunakan dan dijual menjadi kunci. Jika tidak, operator ini berisiko kehilangan basis pelanggannya yang sudah mulai goyah.

Kisah ini masih terus berkembang. Publik dan pengamat industri akan mengawasi bagaimana T-Mobile menangani krisis ini. Apakah operator akan mengakui kesalahan dan memperbaiki sistem, atau justru bersikeras bahwa praktiknya sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku? Waktu yang akan menjawab.

Sementara itu, pengguna yang merasa dirugikan bisa mencari opsi operator lain yang lebih menghormati privasi. Beberapa operator di AS mulai menawarkan layanan dengan pendekatan privasi yang lebih kuat sebagai nilai jual. Ini bisa menjadi momentum bagi perubahan industri telekomunikasi secara keseluruhan.

Skandal T-Life ini juga mengingatkan pada isu serupa yang pernah menimpa perusahaan teknologi besar lainnya. Google dan Facebook, misalnya, pernah menghadapi kritik keras terkait praktik pengumpulan data mereka. Bedanya, pengguna bisa memilih untuk tidak menggunakan layanan tersebut. Sedangkan untuk T-Mobile, pelanggan tidak punya pilihan selain menggunakan T-Life untuk mengelola akun mereka.

Dengan segala kontroversi ini, T-Mobile berada di persimpangan jalan. Keputusan yang diambil dalam beberapa minggu ke depan akan menentukan masa depan hubungannya dengan puluhan juta pelanggan di Amerika Serikat.

Komentar

Belum ada komentar.