4 Situs Operator Seluler yang Pernah Dikerjai Peretas

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:30 April 2017
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id, Jakarta – Selama dua hari terakhir ini masyarakat Indonesia digegerkan dengan peretasan dua situs operator seluler Indonesia, yakni Telkomsel dan Indosat Ooredoo. Selain kedua operator tersebut, sebelumnya hacker juga pernah beberapa kali menyerang situs milik operator seluler dunia lainnya, dengan “pesan” yang berbeda-beda.

Seperti diketahui, pada Jumat (28/4/2017) lalu situs utama Telkomsel “dikerjai” peretas, dimana sang peretas melakukan ‘curhat’ dengan melakukan deface. Mereka mengeluhkan mahalnya tarif Internet yang dipatok oleh pihak Telkomsel.

Sehari setelahnya, Indosat pun terkena serangan yang sama. Namun beruntung, situs yang di deface oleh para peretas bukan situs utama dari Indosat. Oleh karena itu, pihak Indosat tidak terlalu kalang kabut saat dikerjai oleh peretas.

Ternyata, selain kedua operator tersebut, ada empat operator seluler dunia yang ternyata pernah dikerjai oleh para peretas. Penasaran bukan operator mana saja yang pernah dikerjai para peretas? Nah, silahkan simak empat operator seluler yang pernah dikerjai para peretas, seperti yang telah kami himpun dari berbagai sumber berikut ini:

Mulai dari Vodafone dan OI>>>>

Vodafone

Salah satu operator seluler terbesar di Inggris yakni Vodafone pernah mereasakan jahilnya tangan peretas. Namun tidak seperti Telkomsel dan Indosat, para peretas lebih memilih untuk mengerjai para pelanggan mereka.

Menurut juru bicara Vodafone, kasus yang terjadi pada November 2015 silam ini terjadi dua kali dalam sebulan. Walhasil, sekitar 1.827 data akun pelanggan Vodafone berhasil dimiliki oleh kelompok peretas.

Walhasil, Vodafone memperkirakan para peretas berhasil mendapatkan akses dari kode akun bank pengguna, termasuk empat digit angka terakhir dari akun bank mereka, tak terkecuali nama dan nomor ponselnya. Kejadian ini memperlihatkan adanya upaya untuk melakukan penipuan dengan meretas data mereka dari akun Vodafone.

Globe Telecommunications

Aksi demonstrasi warga terhadap operator selular juga pernah dialami oleh Globe Telecommunications. Para peretas melakukan aksi deface laman resmi salah satu operator seluler terbesar di Filipina tersebut untuk melayangkan protes.

Namun berbeda dengan Telkomsel, para peretas yang menamakan dirinya sebagai Blood Security Hackers lebih mengeluhkan soal layanan. Pasalnya, mereka dinilai menyediakan koneksi internet yang buruk.

Belgacom

Kasus peretasan situs operator terlama mungkin pernah dialami oleh Belgacom. Bagaimana tidak, situs mereka dialoprkan telah disusuip oleh malware selama lebih kurang dua tahun lamanya.

Saat diperiksa, ternyata situs itu dihinggapi malware bernama Regin. Malware ini dikaetahui ditanam oleh sekelompok peretas yang bernama GCHQ yang berasal dari Inggris.

Pihak Belgacom sendiri mengaku tidak ada data yang berhasil dicuri oleh tim peretas tersebut. Namun, GCHQ malah mengaku bahwa mereka sudah mengambil data pelanggan Belgacom, dan juga data rahasia milik perusahaan tersebut.

OI

Satu lagi kasus peretasan yang cukup menarik perhatian adalah kasus peretasan OI, sebuah operator seluler asal Brazil. Kali ini, para peretas dari Aljazair dengan nama samaran Red Hell Sofyan mengobrak abrik situs tersebut pada 2016 silam.

Motif dari peretasan ini adalah lebih kearah politis. Mereka menggunakan situs ini untuk menunjukkan dukungannya pada Palestina. [NC/HBS]