Telset.id, Jakarta – Kamera ponsel sudah menjadi perangkat yang paling dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Setiap orang sudah bisa dipastikan mengantongi satu unit ponsel setiap hari bahkan setiap saat–dan bisa kapan saja menggunakan kamera ponsel kapanpun dibutuhkan.
Tapi, sudahkah Anda memaksimalkan penggunaan kamera ponsel Anda? Tahukah Anda, dengan ponsel Anda juga bisa menghasilkan jepretan dengan kualitas fotografi yang tidak kalah dengan hasil kamera professional? Simak tipsnya berikut ini:
1. Kuasai “Auto Mode”

Mengetahui cara kerja “Auto Mode” di ponsel Anda bisa membantu Anda menghasilkan foto yang baik. Coba pelajari soal kapan bisa menggunakan ISO tinggi, kapan harus menggunakan long shutter speed, dan menyesuaikan bagaimana Anda.
Dengan demikian Anda bisa cepat mengetahui kapan sebaiknya menggunakan auto mode dan kapan menggunakan manual mode.
2. Coba Pengaturan Manual

Mengatur kamera ponsel ke mode otomatis memang praktis, tapi terkadang hasilnya tidak selalu maksimal. Terutama ketika harus memotret di dalam ruangan yang redup, atau di luar ruangan dengan kondisi cuaca yang mendung.
Cobalah tetapkan pengaturan kamera ponsel Anda ke manual, kemudian sesuaikan “white balance”-nya. Beberapa kamera ponsel pun sudah dilengkapi dengan penyesuaian suhu warna. Mode manual memungkinkan Anda mengatur tingkat ISO dan kecepatan shutter, sehingga Anda bisa mengatur seberapa kuat efek blur sekaligus grain mendominasi hasil foto Anda.
Shutter speed yang lebih lama akan cenderung membutuhkan pegangan yang stabil. ISO di atas 800 pada smartphone juga akan menghasilkan grain, tapi hasil jepretan akan lebih terang.
Bermain-mainlah lebih lama dengan pengaturan kamera di ponsel Anda, coba masing-masing fitur yang disediakan di dalamnya, karena hasilnya pasti akan sepadan. Biasanya, semakin mahal harga ponsel, maka fasilitas pada pengaturan manual pun akan semakin komplit—karena dengan cara inilah Anda bisa menghasilkan foto terbaik.
3. Crop, Jangan Zoom-in

Hampir semua kamera ponsel dilengkapi dengan fasilitas digital zoom, tapi justru, fasilitas yang satu ini lebih baik tidak digunakan. Karena jelas, seiring Anda zoom in kualitas gambar perlahan-lahan pun ikut menurun drastis, dan itu terlihat jelas di kamera.
Sementara, jika Anda menyiasati hasil foto dengan cropping, Anda bisa merekam gambar dengan resolusi yang stabil dan utuh. Banyak ponsel dengan resolusi kamera hingga 8 megapixel dan inilah yang seharusnya Anda manfaatkan untuk menghasilkan foto terbaik. Dengan meng-crop foto, kualitas gambar tidak akan menurun dan Anda masih akan tetap mendapatkan detail yang Anda inginkan.
Seperti foto yang satu ini; pemandangan pegunungan di Vancouver, British Columbia, Canada yang telah di-crop hingga 50% dari ukuran aslinya. Kalau saja menggunakan zoom in, sudah bisa dipastikan, detail pohon-pohon di bukit akan hilang. Sebagai informasi, foto ini diambil dari jendela mobil, sehingga distorsi yang terlihat di dalam frame-pun secara otomatis diperbesar.
4. Edit, jangan Filter

Kalau Anda ingin foto Anda unik, jangan gunakan filter yang sudah digunakan jutaan orang di luar sana, terutama yang tersedia di platform media sosial kebanyakan. Ya, Anda pasti tahu platform yang mana yang kami maksud.
Unduh aplikasi photo editor di ponsel Anda. Coba SnapSeed, Photoshop Express atau iPhoto. Aplikasi-aplikasi ini memungkinkan Anda bereksplorasi dengan berbagai macam editing; mulai dari adjustment, contrast, sharpness hingga suhu warna. Dengan aplikasi ini, Anda bisa menciiptakan foto-foto dengan karakter personal Anda sendiri—yang tentunya tidak bisa ditiru jutaan orang di luar sana.
5. Temukan momen menarik

Tanpa momen, foto Anda pasti akan terlihat biasa saja. Katakanlah, Anda berada di pantai dengan pemandangan matahari terbenam, warna langit yang cantik dan suasana sudah sangat sempurna. Tapi, kenapa hasil jepretan Anda terlihat biasa dan cenderung sama dengan foto-foto yang sudah pernah ada? Ya, ada ratusan bahkan ribuan foto sunset di luar sana.
Karena itulah, yang Anda butuhkan sesungguhnya adalah momen. Misalnya, ada seseorang yang berjalan dari kejauhan. Tunggu beberapa saat hingga bayangan orang tersebut terlihat bisa menyeimbangi obyek utama (matahari terbenam), dan jepret.
Tapi, terkadang memang tidak ada momen. Tidak ada siapapun di sekitar dan hanya matahari yang terbenam. Tidak ada salahnya Anda mengambil gambar, tapi mungkin bisa disimpan di dalam gallery atau membagikannya di akun media sosial dan dilengkapi dengan caption atau cerita yang menarik.
Tapi, jika Anda menginginkan hasil terbaik, peka-lah terhadap momen. Tanpa menangkap momen, hasil foto Anda akan terlihat biasa-biasa saja. Terlalu mudah mengambil obyek yang tidak bergerak. Contohnya, jutaan foto makanan yang bisa kita temukan di Facebook, Instagram dan Twitter akhir-akhir ini. [WIN]



