📑 Daftar Isi

DC Reboot Suicide Squad: Deadshot Pimpin Task Force X Baru

DC Reboot Suicide Squad: Deadshot Pimpin Task Force X Baru

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – DC Comics tengah menyiapkan babak baru bagi Task Force X melalui Next Level: One Shot #1. Dalam cerita terbaru ini, Rick Flag Jr. menugaskan Deadshot untuk memburu dan melenyapkan sejumlah duplikat buatan Cadmus yang meniru banyak pahlawan dan penjahat DC. Situasi ini menandai dimulainya formasi Suicide Squad yang disebut sebagai versi paling kacau sejauh ini.

Perubahan besar ini terjadi setelah Amanda Waller meninggalkan Task Force X. Rick Flag Jr. kemudian mengisi kekosongan yang ditinggalkan Waller, sementara Floyd Lawton alias Deadshot mengambil alih peran Flag sebagai pemimpin lapangan. Deadshot mengidentifikasi Vixen, Guy Gardner, Doom Patrol, dan Teen Titans yang baru saja dibentuk sebagai individu autentik, sehingga mereka langsung ditandai sebagai calon rekrutan untuk pasukan serangan baru. Meski demikian, Guy dan Teen Titans mungkin terlalu sibuk dengan tim mereka masing-masing.

Ancaman dalam cerita ini meningkat karena keberadaan “drone” milik Cadmus. Klon jahat Superman, Batman, dan Wonder Woman mengungkap ambisi gelap mereka: mereka berniat membentuk Suicide Squad versi mereka sendiri. Klon Trinity sintetis tersebut berargumen bahwa tidak ada di antara mereka yang akan “keluar hidup-hidup” dalam situasi ini. Mereka bahkan berhasil mengekstraksi informasi genetik Floyd Lawton dengan tujuan menambahkannya ke tim mereka.

Sementara Justice League dan para penjahat mereka bekerja sama untuk bersiap menghadapi kemungkinan kembalinya Darkseid, situasi ini bisa jadi menempatkan anti-hero seperti Deadshot untuk mempertemukan Suicide Squad versi mereka melawan Task Force X versi monster buatan Cadmus. Konflik ini menjadi salah satu perkembangan paling signifikan dalam lini cerita DC saat ini.

Absolute Universe Juga Remajakan Suicide Squad

Perombakan tidak hanya terjadi di lini utama DC. Absolute Universe juga tengah melakukan perubahan besar pada Task Force X mereka. Diperkenalkan dalam halaman Absolute Wonder Woman, Task Force X versi Absolute Universe awalnya beranggotakan seluruhnya penjahat Wonder Woman terkemuka, yang dikumpulkan dan dipimpin oleh Veronica Cale bersama Bureau of GATES di Area 41.

Cale mengendalikan Zatanna Zatara, Doctor Poison, Giganta, Cheetah, dan Ara the Men-Fish Queen melalui parasit Starro yang dapat terurai. Tujuan mereka adalah menjadikan Diana of the Wild Isle sebagai ancaman publik. Namun sejak debut mereka, Wonder Woman berhasil mematahkan cuci otak parasit yang menahan Zatanna dan Ara, serta melemparkan Doctor Poison ke luar angkasa. Giovanni Zatara mengembalikan Giganta ke sel karantinanya, dan Cheetah tewas dalam pertempuran.

Meskipun mengalami kegagalan besar, Veronica Cale sudah merombak program Suicide Squad. Cale menculik Barbara Minerva, sahabat manusia sekaligus sekutu arkeolog terdekat Diana, dan mengurungnya di sel Area 41 bersama jasad Priscilla Rich yang sudah membusuk untuk mengubahnya menjadi Cheetah baru. Sementara itu, kedalaman Area 41 mengisyaratkan daftar anggota yang lebih besar yang menunggu di sayap.

Cale masih menahan banyak subjek uji rahasia yang terkunci di dalam unit isolasi mereka, termasuk seorang tahanan misterius yang bermutasi berat dengan ekor mirip Killer Croc. Generasi berikutnya dari Absolute Suicide Squad mungkin akan menjadi lompatan besar dalam hal kekuatan, tidak berbeda dengan makhluk Ark M yang semakin mengerikan.

Di sisi live-action, popularitas Suicide Squad sempat mengalami hambatan besar akibat ketidakstabilan dan keruntuhan prematur DC Extended Universe. Kini, DCU milik James Gunn dengan hati-hati menghidupkan kembali lore tim tersebut melalui Peacemaker. Kesamaan cerita DCU dengan kisah DCEU memungkinkan beberapa peristiwa dan karakter dari dua film Suicide Squad bertahan melalui dua soft reboot terpisah.

Dalam komik, iterasi tradisional Suicide Squad mengalami perombakan radikal setelah War for Earth-3 pada 2022. Saat itu Amanda Waller meninggalkan Task Force X di Earth-0 untuk mengonsolidasikan basis kekuatan otoriternya sendiri. Sebagai bagian dari inisiatif Dawn of DC, Waller mendirikan “Dream Team” yang terdiri dari Dreamer, Bizarro, Clock King, Black Alice, Harley Quinn, dan keponakannya, Deon McDonald.

Roster aneh ini berfungsi sebagai tabir asap untuk menyiapkan endgame akhir Waller dalam Absolute Power. Melalui Bureau of Sovereignty, Waller mengerahkan Task Force VII, legiun android Amazo yang dirancang untuk menyedot kemampuan para pahlawan Bumi dan mengunci populasi superhuman sepenuhnya. Saat ini, belum ada tim Suicide Squad yang secara resmi terbentuk dan aktif seperti Justice League, Green Lantern Corps, atau Teen Titans baru, meskipun hal itu pasti akan segera berubah.

Bagi penggemar yang mengikuti perkembangan adaptasi DC di layar maupun konsol, lanskap cerita Suicide Squad yang terus berubah ini menunjukkan bagaimana DC mengelola waralaba mereka. Perkembangan serupa juga terlihat pada perilisan game bertema DC yang terus bermunculan, seperti yang terangkum dalam daftar game terbaru yang mencakup berbagai judul adaptasi. Selain itu, penggemar Batman juga bisa menyimak rilis Lego Batman untuk Switch 2 yang dijadwalkan hadir September 2026.

Perombakan Suicide Squad di berbagai lini DC ini menunjukkan bahwa Task Force X tetap menjadi salah satu properti paling fleksibel dan sering direimajinasi dalam semesta DC. Dari versi utama yang kini dipimpin Deadshot, versi Absolute Universe yang dikendalikan Veronica Cale, hingga versi live-action yang dihidupkan kembali melalui Peacemaker, Suicide Squad terus berevolusi mengikuti perubahan besar dalam narasi DC secara keseluruhan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.