Telset.id – Serial Lanterns dari HBO akan segera tayang perdana, dan DC Studios menyiapkan pendamping resmi berupa podcast mingguan. Juju Green, yang dikenal sebagai Straw Hat Goofy, ditunjuk sebagai host The Lanterns Official Podcast yang akan menemani setiap episode serial tersebut.
Podcast ini menjadi langkah baru DC Studios dalam memperluas pengalaman menonton penontonnya. Juju Green akan melakukan wawancara mendalam dengan para co-creators, penulis, sutradara, serta para bintang drama HBO tersebut. Setiap episode baru podcast akan tayang setelah masing-masing episode serial selesai ditayangkan, dan dapat disaksikan di HBO Max dan YouTube, serta berbagai platform podcast lainnya.
Kepada ScreenRant, Juju Green mengungkapkan perasaannya saat resmi ditunjuk menjadi host podcast resmi DC. Baginya, ini adalah momen yang sulit dilukiskan karena ia telah lama mengikuti perkembangan karakter Green Lantern. “Ini adalah penampilan pertama John Stewart dalam live-action, ini adalah pertama kalinya kita melihat Green Lantern dalam live-action sejak 2012,” ujarnya. Ia mengaku sangat antusias bisa terlibat dalam proyek sebesar ini.
Menariknya, Juju Green mengungkapkan bahwa pihak DC Studios-lah yang menghampirinya untuk mengisi posisi ini. “Mereka mendekati saya untuk pekerjaan ini, yang sangat mengejutkan,” katanya. Meski lebih dikenal karena konten Marvel di TikTok, ia ternyata juga penggemar berat DC. Pihak DC disebut telah melihat karya-karya wawancaranya dan menyukai cara ia mengupas berbagai hal secara mendalam.
Kolaborasi Kreatif dan Pengalaman di Balik Podcast
Juju Green menekankan bahwa kata kunci dari proses pembuatan podcast ini adalah kolaborasi. Tim di balik layar memberikan kebebasan kepadanya untuk mengarahkan percakapan sesuai gayanya. “Mereka tidak membuat saya merasa seperti saya datang untuk menjaga bayi berharga mereka. Itu bayi berharga mereka, tapi mereka juga memberi saya kepemilikan atas ke mana arah percakapan,” jelasnya.
Ia menyebut tim riset, editor, produser, hingga kru kamera dan tata cahaya bekerja dengan sangat solid. Pendekatan wawancaranya yang berbentuk percakapan alami dianggap menghasilkan momen-momen terbaik. “Itulah di mana Anda mendapatkan soundbites terbaik, percakapan terbaik dari acara itu,” tambahnya. Energi yang tercipta disebutnya seperti sekelompok orang dewasa yang mengobrol tentang hal-hal yang mereka sukai, baik yang mereka kerjakan maupun yang mereka saksikan.
Soal konten serialnya sendiri, Juju Green memberikan pujian tinggi. Ia menyebut Lanterns berbeda dari media superhero lain yang pernah ada. Ia membandingkannya dengan The Penguin yang bisa dinikmati siapa saja, bahkan yang bukan penggemar Batman sekalipun. “Dengan Lanterns, saya sangat menyukainya, dan sulit untuk mengadaptasi Lanterns dengan cara ini,” katanya.
Ia menggambarkan serial ini sebagai perpaduan antara True Detective, Training Day, dan Fargo yang kebetulan memiliki Green Lantern di tengahnya. Meski tetap ada elemen khas Green Lantern seperti konstruksi energi hijau, inti ceritanya adalah tentang dua pria yang mencoba bekerja sama. “Pada inti acara ini, ini tentang dua orang, dan Anda mencoba mencari tahu apakah mereka bisa bekerja sama,” jelasnya.
Juju Green juga menyoroti salah satu episode yang menurutnya akan menjadi perbincangan banyak orang. “Episode 3 adalah, menurut saya — saya pikir banyak orang akan menganggapnya sebagai salah satu episode televisi terbaik tahun ini,” ujarnya. Episode tersebut ditulis oleh Vanessa Baden Kelly dan disutradarai oleh Stephen Williams. Ia bahkan menyebutnya mengingatkan pada serial Watchmen beberapa tahun lalu.
Ia menyebut episode 3 sebagai salah satu eksplorasi karakter terbaik yang akan memicu perbincangan tentang Green Lantern dan konsep ketakutan. “Episode 3 adalah yang itu. Begitu Anda mengatakan ‘Episode mana?’ Saya langsung berpikir, itu adalah episode yang menurut saya akan banyak orang nantikan sebagai salah satu episode terbaik tahun ini,” tegasnya.
Mengenai tantangan menjaga durasi podcast tetap ringkas, Juju Green mengaku butuh kedisiplinan. Ada banyak hal yang ingin dibahas dari setiap episode, namun mereka harus menjaga keseimbangan antara membahas seluruh episode dan memberikan waktu untuk mendalami hal-hal favorit. “Ini soal disiplin. Saya pikir itulah kata terbaik untuk menggambarkannya,” katanya.
Ia juga mengungkapkan pengalamannya saat berada di set podcast yang didesain khusus. “Set-nya sangat hijau. Tapi ada juga aura keindahan di dalamnya,” ujarnya. Ia membandingkan pengalaman itu dengan perasaan Dorothy saat pertama kali tiba di Emerald City. Menurutnya, set tersebut adalah salah satu studio podcast paling ikonik yang pernah ia masuki, membuat siapa pun merasa menjadi bagian dari dunia Lanterns.
Berbicara tentang para tamu, Juju Green mengaku ada beberapa nama yang mengejutkannya. Ia menyebut kesempatan berbicara dengan Chris Mundy, Damon Lindelof, dan Tom King secara bersamaan sebagai pengalaman istimewa. “Mereka adalah raksasa di bidang masing-masing,” katanya. Ia juga memuji Aaron Pierre yang memerankan John Stewart, menyebutnya sangat passion dan cocok untuk peran tersebut.
“Menonton dia menjadi John Stewart memberi saya perasaan yang sama seperti ketika saya menonton Robert Downey Jr. sebagai Tony Stark, atau Hugh Jackman sebagai Wolverine,” ujarnya. Ia yakin tidak ada orang yang lebih cocok untuk peran tersebut setelah melihat penampilan Aaron Pierre.
Serial Lanterns dijadwalkan tayang perdana pada Minggu, 16 Agustus, di HBO. Dengan hadirnya podcast resmi ini, penonton akan mendapatkan pengalaman menonton yang lebih mendalam melalui wawancara eksklusif dengan para kreator dan pemainnya.





Komentar
Belum ada komentar.