Telset.id – Jaket kulit hitam ikonik milik CEO Nvidia, Jensen Huang, terjual dengan harga fantastis dalam sebuah lelang. Balai lelang Sotheby’s di New York, Amerika Serikat, mengonfirmasi bahwa jaket bermerek Tom Ford tersebut laku seharga 960.000 dollar AS pada Jumat (17/7/2026) waktu setempat.
Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp 17,23 miliar jika dikonversikan menggunakan kurs referensi Bank Indonesia pada hari yang sama, yakni Rp 17.944 per dollar AS. Harga akhir ini jauh melampaui perkiraan awal Sotheby’s yang hanya mematok kisaran 40.000 dollar AS hingga 60.000 dollar AS, atau sekitar Rp 717 juta sampai Rp 1,08 miliar.
Dengan demikian, harga akhir jaket tersebut mencapai sekitar 16 kali lipat dari batas atas estimasi yang ditetapkan balai lelang. Sebanyak 45 kolektor disebut ikut memperebutkan jaket kulit milik bos Nvidia tersebut.
Brahm Wachter, Kepala Modern Collectables Sotheby’s, menilai jaket tersebut memiliki hubungan yang sangat erat dengan salah satu tokoh penting pada era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Jaket yang dilelang telah dicocokkan melalui foto dan dipastikan pernah dikenakan Huang saat menghadiri Hon Hai Tech Day di Taipei, Taiwan, pada 18 Oktober 2023. Tanda tangan Huang di bagian dalam jaket juga telah melalui proses autentikasi.
Identitas Visual CEO Nvidia
Jaket kulit telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari penampilan Jensen Huang. Pendiri sekaligus CEO Nvidia itu hampir selalu mengenakan jaket kulit hitam dalam acara peluncuran produk, konferensi teknologi, hingga kunjungannya ke berbagai negara.
Gaya tersebut membuat Huang memiliki identitas visual yang mudah dikenali, seperti pakaian turtleneck hitam yang identik dengan pendiri Apple Steve Jobs dan kaus abu-abu yang kerap dikenakan CEO Meta Mark Zuckerberg. Popularitas jaket Huang juga meningkat seiring meroketnya Nvidia sebagai salah satu perusahaan paling berpengaruh dalam perkembangan AI.
Chip grafis atau graphics processing unit (GPU) buatan Nvidia kini banyak digunakan untuk melatih dan menjalankan model AI. Hal ini semakin memperkuat posisi Huang sebagai salah satu tokoh sentral di industri teknologi global.
Hasil Lelang untuk Amal
Seluruh hasil penjualan jaket tersebut akan disumbangkan kepada Edge Institute, organisasi nirlaba yang bergerak dalam bidang pendidikan dan pengembangan profesional. Lelang ini diselenggarakan oleh perusahaan modal ventura Long Journey Ventures untuk mendukung program fellowship, hibah, dan pengembangan generasi baru inovator di bidang teknologi, sains, serta kebudayaan.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana barang personal milik tokoh teknologi besar bisa memiliki nilai yang sangat tinggi di kalangan kolektor. Jaket kulit Jensen Huang tidak hanya menjadi simbol gaya, tetapi juga representasi dari pengaruh besar Nvidia dalam revolusi kecerdasan buatan global.
Beberapa kolektor bahkan menyebut jaket ini sebagai salah satu memorabilia teknologi paling berharga yang pernah dilelang. Dengan harga akhir yang mencapai 16 kali lipat dari estimasi awal, minat terhadap artefak era AI terbukti sangat tinggi di pasar lelang internasional.
Jaket yang pernah dikenakan Huang di Taipei itu kini menjadi bukti bagaimana identitas visual seorang pemimpin teknologi bisa menjadi aset berharga. Sotheby’s sendiri mengaku terkejut dengan antusiasme para kolektor yang memperebutkan jaket tersebut.
Popularitas Nvidia sebagai perusahaan chip AI terbesar di dunia turut mendongkrak nilai barang-barang personal Huang. Seperti halnya barang milik Steve Jobs atau Mark Zuckerberg, jaket kulit hitam ini kini memiliki tempat spesial dalam sejarah industri teknologi.
Ini bukan pertama kalinya barang personal seorang tokoh teknologi dilelang dengan harga tinggi. Namun, kasus ini menarik perhatian karena menunjukkan betapa kuatnya pengaruh industri AI terhadap nilai memorabilia di pasar global.
Bagi para penggemar teknologi, jaket ini bukan sekadar pakaian, melainkan simbol dari era baru komputasi yang dipimpin oleh Nvidia. Dengan hasil lelang yang akan disumbangkan untuk pendidikan, dampak positif dari penjualan ini pun semakin terasa.
Lelang ini juga membuka wawasan baru tentang bagaimana barang-barang personal para inovator teknologi bisa menjadi investasi bernilai tinggi di masa depan. Kolektor dari berbagai negara rela bersaing ketat untuk mendapatkan artefak langka seperti ini.
Ke depannya, mungkin akan semakin banyak barang personal milik tokoh teknologi yang dilelang dengan harga fantastis. Fenomena ini mencerminkan betapa besarnya pengaruh individu dalam membentuk industri yang mereka geluti.
Jensen Huang sendiri dikenal sebagai sosok yang rendah hati meskipun memimpin perusahaan bernilai triliunan dolar. Gaya khasnya dengan jaket kulit hitam telah menjadi bagian dari brand image Nvidia yang kuat di mata publik.
Dengan hasil lelang yang mencapai Rp 17,23 miliar, jaket kulit ini resmi menjadi salah satu memorabilia teknologi termahal yang pernah dijual. Angka tersebut menunjukkan bahwa pasar kolektor sangat menghargai artefak dari era kecerdasan buatan yang sedang berkembang pesat.
Bagi Nvidia, momen ini semakin memperkuat posisi perusahaan sebagai pemimpin dalam industri AI. Barang antik teknologi seperti ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang inovasi yang telah dilakukan oleh para pelaku industri.





Komentar
Belum ada komentar.