Konflik Kreatif James Gunn dan Sutradara Supergirl Terungkap, Begini Detailnya!

Konflik Kreatif James Gunn dan Sutradara Supergirl Terungkap, Begini Detailnya!

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Perjalanan film Supergirl (2026) di DC Universe (DCU) ternyata tidak semulus yang dibayangkan. Sebuah laporan baru mengungkap adanya konflik kreatif antara kepala DC Studios, James Gunn, dan sutradara Craig Gillespie yang berdampak pada hasil akhir film serta performanya di box office.

Berdasarkan laporan eksklusif dari The Hollywood Reporter, masalah serius mulai muncul setelah proses produksi utama (principal photography) selesai pada Mei 2025. Dua versi potongan film (cut) Kara Zor-El yang diperankan Milly Alcock ini diajukan: satu dari Gillespie dan satu lagi dari DC Studios sendiri. Perbedaan visi ini menjadi sumber utama ketegangan di balik layar.

Menurut sumber yang dikutip THR, Gunn dan Gillespie “memiliki perbedaan kreatif mengenai arah film,” dan disebutkan bahwa “film tersebut tidak pernah menemukan pijakannya dalam proses pasca-produksi.” Skor uji coba (test screening) untuk film DCU ini dilaporkan “tidak pernah keluar dari angka 60-an,” meskipun sumber lain mengklaim angka tertinggi yang pernah dicapai adalah 70.

Salah satu sumber bahkan menyatakan, “‘Mereka tidak selaras secara kreatif’ adalah cara yang sopan untuk menggambarkan situasi.” Namun, sumber lain membantah bahwa ketegangan mencapai level yang ekstrem. THR menuliskan bahwa Gunn, Safran, dan Gillespie “memiliki jumlah gesekan sehat yang normal seperti yang dimiliki pembuat film dan studio mana pun sebagai bagian dari proses membuat film lebih baik.”

Laporan tersebut juga menegaskan bahwa banyak pihak menghormati kemampuan sineas Gillespie, yang dikenal karena membimbing Margot Robbie meraih nominasi Oscar untuk I, Tonya. Meski demikian, setelah pemutaran uji coba pada Desember 2025, respons terhadap film Supergirl dinilai “biasa saja.”

Akibatnya, DC Studios mengambil alih lebih banyak kendali dalam proses pasca-produksi untuk menyelamatkan film. Bahkan, Jeremy Slater, penulis naskah The Authority, dilibatkan untuk membantu menulis ulang adegan-adegan tertentu. THR menekankan bahwa “sejauh mana keterlibatan Slater tidak jelas,” namun ia diketahui menulis adegan untuk syuting tambahan selama sembilan hari.

Salah satu perubahan signifikan adalah adegan klimaks pertarungan yang “dikonfigurasi ulang.” Perbedaan mencolok lainnya adalah potongan versi Gillespie yang memiliki durasi 11 menit lebih panjang, termasuk lebih banyak materi tentang karakter Krem of the Yellow Hills.

Ketika kedua versi diadu di depan penonton uji coba, “skornya turun secara signifikan, meskipun versi studio unggul sedikit dari versi Gillespie… tetapi hanya dengan dua poin.” Sumber menyebut versi Gillespie unggul dalam pemilihan lagu, tempo, dan penjahat. Namun, studio tetap memilih potongannya sendiri untuk dirilis di bioskop.

Hingga berita ini ditulis, Gunn, Gillespie, DC Studios, dan Warner Bros. Discovery belum memberikan komentar resmi mengenai laporan tersebut. Film petualangan musim panas 2026 ini telah meraup US$79 juta di box office global. Meski banyak ulasan Supergirl bervariasi dari campuran hingga negatif, penampilan Alcock sebagai Gadis Baja tetap mendapat pujian.

Alcock dijadwalkan akan kembali memerankan Kara Zor-El dalam film Man of Tomorrow arahan Gunn yang dijadwalkan rilis pada 9 Juli 2027. Seorang produser eksekutif bahkan mengungkapkan bahwa ada proyek ketiga yang melibatkan karakter Supergirl.

Kisah di balik layar ini menunjukkan betapa rumitnya proses kreatif dalam merilis film besar seperti Supergirl. Meskipun mengalami kesulitan, masa depan karakter ini di DCU tampaknya masih cerah. Laporan tentang analisis mendalam tentang karakter lain di DCU juga menjadi sorotan.

Konflik kreatif antara sutradara dan studio, seperti yang terjadi pada film Supergirl, bukanlah hal baru di Hollywood. Namun, laporan ini memberikan gambaran transparan tentang bagaimana tekanan box office dan visi artistik seringkali berbenturan. Bagi penggemar, situasi ini mungkin menimbulkan pertanyaan tentang arahan kreatif DCU di masa depan.

Film Supergirl kini masih tayang di bioskop. Meskipun performanya di box office belum mencapai target yang diharapkan, waralaba DCU tampaknya akan terus mengembangkan karakter ini. Pertanyaan besarnya adalah apakah Kara Zor-El akan mendapatkan kesempatan kedua untuk membintangi film solonya sendiri.

Di sisi lain, perkembangan teknologi seperti AI yang menggantikan aktor hewan di Hollywood juga menjadi tren yang menarik untuk diikuti. Sementara itu, model bisnis hiburan seperti layanan VOD hybrid pertama juga menunjukkan dinamika industri yang terus berubah.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.