Toy Story 5 Kritik Penggunaan Gadget pada Anak, Begini Detailnya!

Toy Story 5 Kritik Penggunaan Gadget pada Anak, Begini Detailnya!

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Film animasi Toy Story 5 menghadirkan kritik mengejutkan terhadap penggunaan teknologi pada anak-anak. Alih-alih menggambarkan teknologi sebagai sesuatu yang sepenuhnya buruk, film garapan sutradara veteran franchise Andrew Stanton dan McKenna Grace ini justru menyajikan teknologi sebagai kekuatan disruptif yang bisa bermanfaat atau berbahaya, tergantung cara penggunaannya.

Film kelima dalam waralaba mainan ikonik ini berpusat pada Bonnie, seorang gadis kecil yang kesulitan mendapatkan teman. Bonnie diberi Woody, Buzz, dan mainan-mainan Andy lainnya dari tiga film pertama. Ia adalah satu-satunya anak di lingkungannya yang tidak menggunakan tablet Lilypad. Sebagai gantinya, Bonnie lebih suka bermain dengan cara tradisional, yaitu dengan menciptakan skenario menggunakan imajinasinya.

Orang tua Bonnie dengan enggan akhirnya memberinya sebuah Lilypad yang diisi suara oleh Greta Lee sebagai cara untuk terhubung dengan anak-anak lain. Namun, seperti seorang konsultan McKinsey yang menyerbu bisnis lokal yang sederhana, Lilypad memutuskan bahwa ia tahu cara terbaik bagi Bonnie untuk mendapatkan teman. Tablet tersebut mengirimkan permintaan pertemanan ke beberapa gadis yang dikenal Bonnie, dan secara ajaib ia mendapatkan undangan ke pesta menginap.

Ironisnya, alih-alih bermain bersama, semua gadis itu justru asyik dengan Lilypad mereka masing-masing, hampir tidak berbicara satu sama lain. Gadis-gadis yang sama kemudian mulai menindas Bonnie karena bermain dengan mainan-mainan lama. Akibatnya, orang tua Bonnie dengan bijak menonaktifkan akses jejaring sosial di Lilypad.

Kritik ini terasa relevan dengan realitas saat ini. Mungkin terdengar gila jika orang tua harus khawatir tentang jejaring sosial untuk anak usia 8 tahun, tetapi platform seperti Zigazoo dan JusTalk Kids sudah ada. Platform-platform tersebut memasarkan diri sebagai ruang aman di mana anak-anak dapat mengobrol dengan teman dekat dan keluarga, tetapi masih ada ruang untuk dinamika sosial yang buruk. Anak-anak tetaplah anak-anak, dan banyak dari mereka yang kadang bersikap jahat.

Sementara Lilypad berjuang membantu Bonnie terhubung, mainan-mainan lama seperti Cowgirl Jessie yang diisi suara Joan Cusack juga menyadari bahwa mereka sudah tidak relevan dengan cara anak-anak bermain saat ini. Ketika Jessie mencoba menyelinap ke pesta menginap Bonnie, ia langsung menjadi sumber rasa malu.

Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara mengelola kecemasan dan permainan imajinatif pada anak-anak. Pemeran utama Toy Story menjadi penyampai informasi tersebut secara efektif. Namun, film ini juga mengejutkan dengan menemukan cara untuk memberi ruang bagi Lilypad dan perangkat baru lainnya. Sebuah aplikasi papan pesan di Lilypad membantu Bonnie terhubung dengan Blaze, seorang gadis muda lain yang masih bermain dengan mainan dengan cara tradisional. Tanpa Lilypad, mereka mungkin tidak akan pernah bertemu.

Meskipun terdengar klise, pesan ini berhasil disampaikan dalam konteks film. Ini juga merupakan realitas yang harus dihadapi orang tua saat ini. Terlepas dari potensi bahayanya, menonton TV saat bepergian terkadang membantu anak-anak. Ada banyak game edukasi di iPadOS dan Android, serta aplikasi panggilan video untuk tetap berhubungan dengan teman dan kerabat. Kuncinya adalah moderasi dan pengawasan orang tua.

Film Toy Story 5 akan menjadi kritik yang lebih mendalam jika ia memberi ruang untuk jenis permainan baru. Lilypad hanya memiliki beberapa game dasar untuk anak-anak. Namun saat ini, iPad apa pun dapat memainkan Minecraft, sebuah game yang menarik justru karena sangat mirip dengan permainan imajinatif. Minecraft juga cukup kompleks untuk tumbuh bersama anak-anak hingga dewasa, lebih dari sekadar Woody dan Buzz Lightyear.

Film ini juga menampilkan lagu rahasia Taylor Swift yang menambah daya tarik. Bagi penggemar yang penasaran dengan pemilik asli Jessie, klip resmi telah mengungkapnya. Sementara itu, sebuah poster bertanda tangan Steve Jobs terjual dengan harga fantastis.

Pesan utama film ini jelas: teknologi bukanlah musuh, tetapi alat yang perlu dikelola dengan bijak oleh orang tua. Di era digital seperti sekarang, pengawasan dan moderasi menjadi kunci agar anak-anak dapat memanfaatkan teknologi tanpa kehilangan esensi bermain dan berimajinasi.

Komentar

Belum ada komentar.