Asus Zenfone 3 Max

Review Asus Zenfone 3 Max: Smartphone 2 in 1

Penulis:Muhammad Faisal Hadi Putra
Terbit:
Diperbarui:7 Februari 2019
ā±ļø10 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Saat ini jenis smartphone yang sedang naik daun di pasar smartphone Tanah Air adalah smartphone selfie. Meski begitu, salah satu perusahaan teknologi asal Taiwan yakni Asus rupanya punya cara lain untuk menarik minatĀ konsumen di pasar smartphone Indonesia yang memang sedang ā€œgurihā€ ini.

Ya, meski awalnya Asus menjadi pembuka smartphone kelas selfie di Indonesia, namun pada akhirnya mereka juga sekarang membuka ā€œkelas baruā€ lagi untuk pasar smartphone Indonesia yakni dengan smartphone berkapasitas baterai super besar.

Hal tersebut dibuktikan Asus dengan mengeluarkan seri terbaru di keluarga Zenfone 3 yakni Asus Zenfone 3 Max yang mengusung keunggulan dalam segi baterai dan berbagai fitur andalan lainnya. Jika biasanya smartphone pada umumnya berkapasitas baterai 3,500 mAh, beda halnya dengan Zenfone 3 Max ini yang mengusung baterai berkapasitas 4,100 mAh yang menjadikannya sebagai salah satu smartphone dengan kapasitas baterai terbesar saat ini.

Nah, penasaran kan seperti apa Zenfone 3 Max secara lebih lengkap? Untuk itu, kali ini Tim Telset.id akan mencoba review Asus Zenfone 3 Max secara mendalam.Ā Check this Out!

Desain

Meski Asus Zenfone 3 Max hanya dihargai Rp 3 jutaan saja (berdasarkan situs resmi Asus Indonesia), namun jika melihat desain dari smartphone ini, Anda akan disuguhkan dengan desain unibody berbahan dasar aluminium aerospace grade yang menjadikannya terlihat premium namun juga tampak kokoh. Tak hanya itu, smartphone dengan ukuran dimensi 151.4 x 76.2 x 8.3 mm dan berat hanya 175 gram ini juga cukup pas ketika digenggam menggunakan satu tangan. Dan yang terpenting, meski berbahan dasar aluminium, smartphone ini juga tak terasa licin sehingga aman untuk digenggam.

Tapi tetap saja, kami menyarankan ketika menggunakan smartphone dengan tiga pilihan warna yakni Sand Gold, Titanium Gray dan Glacier Silver ini untuk menulis pesan atau berselancar di media sosial, agar lebih nyaman, gunakan kedua tangan Anda untuk mengoperasikannya.

Di bagian depan, Asus memberikan lapisan kaca 2.5D yang begitu padu dengan desain yang diterapkan Asus pada bagian depan ini. Di bagian bawahnya terdapat tiga tombol kapasitif yang berfungsi sebagai Back, Home, dan Recent Apps. Secara garis besar, meski mengusung desain yang berbeda secara keseluruhan daripada seri Asus Zenfone sebelumnya, Asus masih tetap memberikan sentuhan tombol kapasitif yang memiliki ciri khas mereka. Di bagian atasnya, terdapat kamera berukuran 8MP, speaker phone, sensor proximity, serta LED indicator.

Pindah ke bagian belakang, kebetulan kami menggunakan Asus Zenfone 3 Max berwarna Glacier Silver yang memberikan kesan sederhana namun tampak premium nan kokoh. Warna tersebut begitu menyatu dengan bagian belakang smartphone yang memang berbahan dasar aluminium aerospace grade.

Meski begitu, sangat terlihat jika Asus memang menerapkan desain mainstream alias mengikuti arus dengan desain smartphone sekarang ini karena terlihat garis antena yang membentang di bagian atas dan bawah, cukup mirip dengan smartphone kompetitor lainnya di kelas mid-end.

Sama halnya dengan penempatan LED Flash, kamera 16MP, laser autofocus serta sensor sidik jari yang ditempatkan di tengah atas di bagian belakang. Terdapat juga logo Asus tepat di bagian atas garis antena bagian bawah yang lagi-lagi begitu menyatu dengan desain belakang secara keseluruhan.

Tak hanya bagian depan dan belakang saja yang terlihat sederhana namun memiliki kesan premium nan kokoh, tapi di bagian sisi kanan juga Zenfone 3 Max memiliki kesan yang sama. Kenapa? Karena untuk tombol Power dan Volume, Asus menggunakan bahan metal yang berkilau dengan adanya kontur seperti guratan tipis di bagian permukaannya. Sedangkan untuk sisi kiri, kita hanya bisa menemukan slot SIM 1 dan SIM 2 yang hybrid alias bisa digunakan juga sebagai slot microSD.

Ke bagian sisi atas, terdapat sesuatu hal yang cukup berbeda di sini. Karena terdapat jack 3.5 mm di bagian atas tersebut. Padahal biasanya jack 3.5 mm ditemukan di bagian bawah smartphone. Nah untuk bagian bawahnya, terdapat mic, microUSB yang sudah mendukung OTG, serta speaker phone yang letaknya mirip seperti beberapa smartphone lain di kelasnya.

Layar

Asus Zenfone 3 Max mengusung layar IPS LCD berukuran 5.5 inch dengan resolusi 1080p atau Full HD. Layar tersebut dilapisi dengan lapisan layar curved 2.5D. Menurut kami, layar tersebut memberikan warna yang jelas. Tapi sayangnya layar yang bagus ini, tidak diberikan perlindungan yang berarti oleh Asus karena tidak disematkan Corning Gorilla Glass atau lapisan pelindung layar lainnya. Hal itu menyebabkan penggunanya harus berhati-hati ketika menggunakan smartphone ini atau diharuskan untuk membeli lapisan tempered glass untuk jaga-jaga.

Ketika kami mencobanya di luar ruangan, warna yang ditampilkan cukup jelas. Padahal kami mencobanya ketika sinar matahari cukup terik. Ya, meski kita harus menyesuaikan intensitas cahaya pada layar karena sebenarnya fitur Auto Brightness kurang membantu, namun secara overall, layar Zenfone 3 Max cukup bagus ketika digunakan di lokasi yang kebetulan cukup terik.

Beda halnya ketika dicoba di dalam ruangan, warna yang ditampilkan pada layar jelas sekali ketika kita mengatur intensitas cahaya ke tingkat maksimal. Sama halnya ketika diatur ke tingkat minimal, layar masih mengeluarkan tampilan yang enak dipandang serta terlihat dengan baik oleh mata penggunanya. Untuk fitur Auto Brightness, sepertinya memang cocok untuk digunakan di dalam ruangan karena dengan menggunakannya, memang layar Zenfone 3 Max menyesuaikan intensitas cahaya dengan otomatis sehingga memudahkan penggunanya.

User Interface

Zenfone 3 Max masih mengusung user interface khas Asus yang memang terlihat segar dan juga ringan karena tidak terlalu memakan banyak RAM. Tak hanya itu, ZenUI berbasis Android 6.0.1 Marshmallow ini juga tidak mengikuti arus smartphone lainnya yang lebih memilih menghilangkan app drawer karena kita masih bisa menemukan app drawer pada ZenUI ini. Di dalam user interface ZenUI, terdapat berbagai pengaturan yang berguna untuk menyesuaikan tampilan user interface pada Zenfone 3 Max ini.

Dengan menekan dan menahan layar, akan muncul berbagai pengaturan seperti Wallpapers, Home edit, Icon packs, bahkan hingga ZenUI Theme juga hadir di pengaturan ini. Jika kebetulan Anda bosan dengan tampilan ZenUI standar, Asus juga menyediakan tema yang berlimpah di opsi ZenUI Theme mulai dari yang gratisan hingga yang berbayar.

Yang cukup menarik adalah bar notifikasi yang benar-benar berbeda daripada tampilan notifikasi lainnya pada smartphone di kelasnya. Tampilan pada bar notifikasi di ZenUI ini memberi kesan sederhana nan segar karena tiap pengaturan yang ada pada bar notifikasi ini berbentuk lingkaran dengan warna yang segar. Notifikasi yang hadir tepat di bagian bawahnya juga dikemas sedemikian rupa sehingga terlihat begitu berbeda daripada uiser interface smartphone lainnya.

Nah jika Anda slide layar dari atas ke bawah, akan muncul halaman yang berisi berbagai aplikasi yang sering Anda gunakan, kemudian kolom pencarian Google Search, serta yang terakhir adalah Trending Searches yang bisa Anda manfaatkan sekali waktu.

Audio

Ada satu kekurangan dari produk smartphone yang dikeluarkan Asus termasuk pada Zenfone 3 Max ini. Kekurangan tersebut adalah tidak disertakannya earphone untuk memenuhi kebutuhan mendengarkan musik atau menonton film para penggunanya. Alhasil, pengguna Zenfone 3 Max diharuskan untuk membeli earphone secara terpisah untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Untuk pemutar musik di Zenfone 3 Max, terdapat aplikasi Google Play Music yang menyediakan fitur utama untuk penggunanya dalam mendengarkan musik yakni equalizer yang bernama Snapdragon Audio+. Pada fitur ini, pengguna bisa mengatur sesuka hati atau menggunakan pengaturan yang sudah ada seperti Rock, Pop, dan lainnya. Menariknya, ketika kita mengatur volume, terdapat opsi Outdoor Mode yang memungkinkan volume yang dikeluarkan lebih lantang dari biasanya.

Namun sayangnya, ketika kami mendengarkan musik menggunakan speaker bawaan dan juga opsi Outdoor Mode, suara yang dikeluarkan ketika volume maksimal terlalu lantang, kurang empuk dan terkesan pecah apalagi ketika mendengarkan musik yang bernama tinggi atau keras seperti lagu It’s my life dari Bon Jovi. Sama halnya ketika tidak menggunakan opsi Outdoor Mode, suara yang dikeluarkan masih sama saja yakni terkesan pecah namun boleh dibilang terdengar lebih baik.

Lebih penasaran lagi, kami pun mencoba mendengarkan musik menggunakan earphone yang sudah kami miliki sebelumnya. Suara yang dihasilkan earphone kami cukup baik karena menggunakan pengaturan dari Snapdragon Audio+ ini. Fitur tersebut meski kurang terlihat ā€œtaringnyaā€ ketika menggunakan speaker bawaan, namun ketika menggunakan earphone ternyata benar-benar terdengar perbedaannya.

Belum cukup, kami mencoba menonton film Finding Dory pada Zenfone 3 Max. Hasilnya boleh dibilang cukup unggul dibanding smartphone lain di kelasnya karena Zenfone 3 Max mengelarkan suara yang lantang ketika volume maksimal dan menggunakan opsi outdoor Mode. Sungguh berbeda ketika kami menonton film menggunakan smartphone lainnya dengan volume maksimal. Suara yang dikeluarkan masih terdengar kurang jika boleh dibandingkan.

Kamera

Di bagian kamera, Asus memberikan sentuhan kamera yang berkualitas untuk Zenfone 3 Max. Kamera utama dariĀ smartphone ini saja sudah berukuran 16MP dengan apertureĀ f/2.0Ā yang sudah dilengkapi dengan adanya laserĀ autofocus, PDAF, Dual LED Flash sertaĀ real timeĀ HDR. Oh iya, kamera utama Zenfone 3 Max juga bisa merekam video dengan resolusi maksimal 1080p dengan 30 fps.

Sedangkan untuk kamera depannya, Zenfone 3 Max hanya dipersenjatai kamera 8MP denganĀ aperture f/2.2. Ya, meski tidak dilengkapi dengan LED Flash di bagian depan namun hasil fotonya boleh dibilang cukup bagus dan cocok untuk dipakai oleh pengguna yang suka selfie atau swafoto.

Ketika kami menjajal kedua kamera dari Zenfone 3 Max, foto yang dihasilkan cukup mengejutkan. Kenapa? Karena ketika kami mengambil momen atau objek yang menarik, foto yang dihasilkan begitu bagus untuk sekelasĀ smartphone mid-end. Cahaya dan warna yang ditampilkan tidak terlalu berlebihan alias natural dan pastinya foto tersebut sangat boleh untuk dibagikan di media sosial karena ā€œtidak malu-maluinā€. Sama halnya untuk kamera depan, foto yang dihasilkan pun lumayan bagus untuk sekelasĀ smartphone tanpa emblem selfie, ya meski sedikit terbantu dengan adanya fitur Beautification, namun secaraĀ overall kamera depan Zenfone 3 Max cukup bagus.

Berikut momen serta objek menarik yang berhasilĀ Tim Telset.id abadikan menggunakan kamera Asus Zenfone 3 Max:

Kinerja

Asus Zenfone 3 Max memiliki mesin utama yang lumayan mumpuni yakni prosesor Octa-core 1.4 GHz Cortex-A53 dengan chipset Qualcomm MSM8937 Snapdragon 430 yang didukung dengan adanya GPU Adreno 505, RAM 3GB, serta memori internal 32GB yang bisa diperluas hingga 256GB menggunakan slot microSD. Spesifikasi tersebut mampu dengan sangat baik menopang seluruh proses yang berjalan di atas Android 6.0.1 Marshmallow. Oh ya, jangan lupakan baterai berkapasitas 4,100 mAh yang juga berfungsi sebagai powerbank.

Cukup unik memang Zenfone 3 Max ini dengan memiliki fitur yang memungkinkan penggunanya untuk mengisi perangkat lainnya kapanpun dimana pun dengan mudah selayaknya ketika menggunakan powerbank. Jadi ibaratnya, Zenfone 3 Max ini perangkat 2 in 1 yang diperjual belikan karena selain berfungsi sebagai smartphone, juga berfungsi sebagai powerbank.

Kembali lagi ke mesin utama Zenfone 3 Max, kami penasaran dengan kekuatan dari mesin utama dari smartphone powerbank ini. Oleh karenanya, kami segera mengujinya menggunakan AnTuTu Benchmark, Hasilnya Zenfone 3 Max berhasil mencetak skor 44.142 poin. Hasil tersebut boleh dibilang cukup tinggi untuk smartphone mid-end. Kita bandingkan saja dengan Vivo V5 yang baru saja kami review beberapa waktu lalu. Smartphone tersebut hanya mencetak skor 41.393 poin. Tapi jangan Anda bandingkan dengan Xiaomi Redmi Note 3 Pro, karena meskipun sama-sama smartphone mid-end, Redmi Note 3 Pro masih menang jauh daripada Zenfone 3 Max.

Masih belum cukup, kami mencoba mengujinya kembali dengan bermain game Need for Speed No Limits, hasilnya Zenfone 3 Max masih bisa menjalankan game yang terbilang berat tersebut dengan lancar. Hal tersebut dikarenakan terdapat fitur Gamer Genie yang memiliki berbagai opsi pilihan seperti Speed Booster, Live & Record, dan lainnya. Hebatnya lagi, body berbahan dasar aluminium yang digunakan Zenfone 3 Max hanya terasa sedikit hangat saja padahal kami memainkan game ini cukup lama berkisar 15 hingga 20 menitan.

Sensor Fingerprint

Asus juga tak lupa menyematkan sensor sidik jari pada Zenfone 3 Max. Sama halnya seperti Xiaomi Redmi Note 3 Pro, atau produk smartphone mid-end lainnya secara rata-rata, letak sensor tersebut berada di bagian belakang tepatnya di bawah kamera utama. Sensor fingerprint memang menjadi salah satu fitur utama pada smartphone mid-end saat ini karena menjadi fitur keamanan tambahan dan lebih aman dibanding fitur kemanan lainnya seperti pattern, PIN atau password.

Sensor ini juga memiliki kemampuan untuk mendaftarkan hingga 5 sidik jari atau 4 sidik jari teman-teman atau keluarga Anda yang diperkenankan untuk menggunakan smartphone tersebut menggunakan sidik jarinya. Tapi sayangnya, ketika smartphone lain bisa memungkinkan penggunanya menggunakan sidik jari mereka untuk membuka aplikasi, Zenfone 3 Max hanya sebatas mampu untuk menjawab telepon. Menjalankan kamera serta mengambil foto saja. Selain itu juga, fingerprint scanner pada smartphone ini juga cukup cepat dalam membuka lock screen yakni hanya dalam waktu 0.3 detik saja.

Konektivitas

Zenfone 3 Max sudah mendukung jaringan super cepat 4G LTE, lengkap dengan teknologi dual-SIM yang keduanya bisa aktif secara bersamaan. Tapi sayangnya, koneksi 4G LTE hanya berlaku untuk salah satu SIM saja, jadi jika slot SIM 1 yang dipilih untuk 4G, maka SIM 2 tidak bisa berjalan di koneksi 4G. Selain itu juga, jika pengguna memilih menggunakan microSD, maka ia harus mengorbankan keberadaan slot SIM 2, begitupun sebaliknya.

Bagi para ā€œpencari WiFiā€ juga bisa dimanjakan dengan menggunakan smartphone ini, karena Zenfone 3 Max telah support WiFi 802.11 /B/G/N yang berarti bisa menyalurkan data dengan kecepatan hingga 450 Mbps meskipun sebenarnya tergantung kecepatan dari WiFi yang digunakan.

Kesimpulan

Asus Zenfone 3 Max

Untuk smartphone seharga Rp 3 jutaan, Asus Zenfone 3 Max boleh dibilang menjadi pilihan serta jawaban bagi masyarakat Indonesia yang memang sering mengeluh soal kapasitas baterai smartphone yang kurang sehingga mereka kadang terhambat untuk melakukan kegiatan sehari-hari apalagi ketika baterai smartphone low dan tidak membawa powerbank. Tak hanya soal baterai, Zenfone 3 Max juga menawarkan spesifikasi yang cukup mumpuni untuk kebutuhan pengguna yang senang akan gaming, hiburan atau bahkan fotografi.

Intinya, dengan harga Rp 3 jutaan saja, konsumen atau pengguna Asus Zenfone 3 Max sudah mendapatkan perangkat 2 in 1 ala Asus yakni smartphone yang juga berguna menjadi sebuah powerbank ketika dibutuhkan. Namun yang terpenting adalah semua tergantung Anda sendiri karena Anda lah yang harus memilih sesuai kebutuhan. (FHP)