📑 Daftar Isi

Vision Pro headset dan baterai di atas meja

Apple Hentikan Vision Pro, Fokus ke Smart Glasses

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • CEO baru Apple John Ternus hentikan pengembangan Vision Pro generasi kedua dan versi ringan
  • Apple fokus ke smart glasses dengan dua model: tanpa layar (2027, harga $200-$500) dan dengan layar AR (2029, harga $700-$1000+)
  • Keputusan berdasarkan analisis rantai pasokan oleh Ming-Chi Kuo
  • Apple belajar dari kegagalan Google Glass yang bermasalah dengan privasi dan harga
  • Smart glasses tanpa layar akan bersaing dengan Ray-Ban Meta, model AR jadi "The Next Big Thing"

Telset.id – Dalam langkah pertamanya sebagai CEO baru Apple, John Ternus secara resmi menghentikan pengembangan model penerus Vision Pro. Keputusan ini mengubah peta jalan produk perusahaan, yang kini akan fokus penuh pada pengembangan Apple smart glasses sebagai perangkat andalan berikutnya.

Informasi tersebut diungkapkan oleh analis TF International, Ming-Chi Kuo, yang dikenal akurat dalam membaca data rantai pasokan Apple. Melalui unggahan di X, Kuo mengonfirmasi bahwa Ternus telah memutuskan untuk menunda rencana pembuatan Vision Pro generasi kedua dan versi ringan dari headset mixed-reality tersebut.

Keputusan ini menandai perubahan strategi besar di bawah kepemimpinan baru. Vision Pro, yang disebut sebagai produk paling ambisius yang pernah dibuat Apple, tetap diakui kemampuannya yang impresif. Namun, daya tariknya yang terbatas dan harga tinggi membuat Apple beralih ke produk yang lebih massal.

Apple Smart Glasses: Dua Model dengan Jadwal Berbeda

Berdasarkan analisis rantai pasokan, Kuo memproyeksikan Apple akan merilis dua model smart glasses. Model pertama adalah kacamata tanpa layar yang akan bersaing langsung dengan Ray-Ban Meta, dijadwalkan rilis pada tahun 2027 dengan perkiraan harga antara USD 200 hingga USD 500.

Model kedua adalah kacamata AR/XR yang lebih canggih, dilengkapi layar optical wave guide dan mendukung Augmented Reality (AR). Perangkat ini baru akan hadir pada tahun 2029 dengan banderol harga yang lebih tinggi, diperkirakan antara USD 700 hingga lebih dari USD 1.000. Model inilah yang disebut Kuo sebagai pemegang gelar “The Next Big Thing” yang sesungguhnya.

Apple sebelumnya sempat digadang-gadang akan menggantikan iPhone dengan smart glasses, terutama setelah Google memperkenalkan Project Glass pada tahun 2012. Video demonstrasi Google Glass saat itu menunjukkan potensi besar perangkat ini, mulai dari navigasi hingga informasi yang muncul tepat di depan mata pengguna.

Pelajaran dari Kegagalan Google Glass

Google Glass gagal di pasar konsumen karena beberapa faktor. Pertama, Google mulai memasarkan produk tersebut sebelum benar-benar siap dijual ke publik. Kekhawatiran privasi muncul karena pengguna bisa mengambil foto atau merekam video tanpa sepengetahuan orang lain. Bioskop bahkan melarang penggunaan kacamata pintar karena khawatir akan pembajakan film.

Kedua, masalah harga. Google Glass Explorer Edition dijual dengan harga pengantar USD 1.500, meskipun ada laporan bahwa harga ritel seharusnya antara USD 299 hingga USD 600. Google akhirnya menghentikan penjualan semua versi Google Glass pada 15 Maret 2023.

Untuk menghindari nasib serupa, Apple perlu menyertakan lampu indikator yang memberi tahu orang di sekitar bahwa kamera sedang digunakan. Langkah ini penting untuk mencegah tuduhan pengambilan gambar atau video tanpa izin.

Dampak Keputusan Ternus bagi Masa Depan Apple

Dengan dihentikannya Vision Pro, fokus Apple kini beralih ke produk yang lebih terjangkau dan memiliki daya tarik lebih luas. Smart glasses tanpa layar yang dirilis tahun 2027 diprediksi akan menjadi pintu masuk bagi konsumen untuk merasakan ekosistem wearable Apple.

Sementara itu, model AR/XR dengan layar yang hadir pada tahun 2029 akan menjadi lompatan teknologi berikutnya. Jika berhasil, perangkat ini bisa menjadi katalisator baru bagi pertumbuhan Apple di era kepemimpinan John Ternus.

Keputusan ini juga menunjukkan bahwa Apple tidak takut untuk membatalkan produk ambisius demi fokus pada inovasi yang lebih realistis dan menguntungkan. Dengan belajar dari kesalahan Google Glass, Apple memiliki peluang besar untuk mendefinisikan ulang pasar smart glasses global.

Bagi konsumen yang sudah menantikan kehadiran Apple di segmen ini, tahun 2027 dan 2029 akan menjadi momen penting. Dua model smart glasses dengan segmen harga berbeda siap menjawab kebutuhan pengguna yang menginginkan teknologi wearable canggih tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Kesimpulannya, langkah John Ternus menghentikan Vision Pro dan fokus pada smart glasses adalah keputusan berani yang bisa membawa Apple ke era baru. Dengan harga yang lebih bersahabat dan fitur yang lebih relevan, Apple smart glasses berpotensi menjadi produk berikutnya yang mendefinisikan ulang industri teknologi.

Bagi kamu yang penasaran dengan perkembangan terbaru Apple, pastikan untuk terus mengikuti informasi dari sumber terpercaya. Jangan lewatkan berita teknologi terbaru dari Telset.id.

Komentar

Belum ada komentar.