Telset.id – Apple secara dramatis memangkas ambisi jajaran perangkat wearable-nya. Analis rantai pasok Ming-Chi Kuo mengungkapkan bahwa Apple kini hanya fokus mengembangkan dua produk kacamata pintar, turun drastis dari rencana awal yang mencakup tujuh perangkat berbeda. Perombakan besar ini disetujui langsung oleh calon CEO Apple, John Ternus.
Dalam laporan terbarunya yang dikutip dari Tom’s Guide, Kuo menyatakan bahwa peta jalan (roadmap) yang ia buat setahun lalu untuk headset XR dan kacamata pintar Apple sudah tidak relevan lagi. Dua produk yang tersisa dalam pipeline meliputi kacamata AI tanpa layar dan kacamata AR yang dilengkapi tampilan.
Kacamata AI Tanpa Layar: Jawaban untuk Ray-Ban Meta?
Produk pertama yang disebut-sebut adalah kacamata AI tanpa layar, yang secara konsep mirip dengan Ray-Ban Meta. Kacamata ini mengandalkan kecerdasan buatan dan konektivitas dengan ekosistem Apple, tanpa menampilkan informasi visual di lensa.
Menurut Kuo, kacamata ini dijadwalkan meluncur pada tahun 2027. Langkah ini sejalan dengan laporan Mark Gurman dari Bloomberg yang menyebut Apple ingin mengganggu industri kacamata pintar dengan mengandalkan kekuatan merek, desain, dan integrasi iPhone. Apple berharap kacamata pintar ini bisa menembus pasar mainstream seperti yang dilakukan Apple Watch pada 2015 lalu.
Kacamata AR/XR dengan Layar: Tertunda Hingga 2029
Produk kedua adalah kacamata AR/XR yang dilengkapi dengan layar. Perangkat ini akan bersaing langsung dengan produk seperti Xreal Android XR yang baru saja diperkenalkan di Google I/O.
Kuo mengklaim bahwa kacamata AR/XR Apple awalnya direncanakan meluncur pada 2028 dengan lensa dual OLEDoS 0,6 inci. Namun, jadwal tersebut kini telah mundur menjadi 2029. Informasi ini mengonfirmasi bahwa Apple masih serius mengembangkan teknologi AR, meskipun dengan tenggat waktu yang lebih panjang.
Nasib Vision Pro: Dihentikan atau Tidak?
Perubahan peta jalan ini tampaknya mengonfirmasi rumor sebelumnya bahwa Apple telah menghentikan pengembangan lini Vision Pro. Roadmap lama Kuo mencakup tujuh perangkat, termasuk M5 Vision Pro yang sudah dirilis tahun lalu, Vision Air yang lebih ringan dan murah, serta Vision Pro generasi kedua.
Namun, laporan ini bertentangan dengan klaim Gurman pekan lalu. Gurman menyebut Apple sedang mengembangkan penerus Vision Pro yang lebih tipis dan ringan, meskipun tidak akan diluncurkan hingga tahun 2028 atau 2029. Ia menambahkan bahwa Apple perlu memperbaiki masalah desain dan harga yang membuat Vision Pro pertama gagal di pasaran.

“Apple needs to fix the design and pricing problems that turned the first Vision Pro into a flop, and that category will essentially be on ice until then,” ujar Gurman.
Dampak bagi Pengguna dan Industri
Keputusan Apple untuk memangkas roadmap ini menunjukkan bahwa perusahaan menyadari kompleksitas dan tantangan pasar perangkat wearable. Fokus pada dua produk inti—kacamata AI dan kacamata AR—memungkinkan Apple untuk menyempurnakan teknologi sebelum merilisnya ke publik.
Bagi pengguna, ini berarti kacamata pintar Apple yang sesungguhnya masih membutuhkan waktu beberapa tahun lagi. Namun, pendekatan yang lebih terfokus ini diharapkan dapat menghasilkan produk yang lebih matang dan siap pakai.
Perubahan ini juga menandai pergeseran strategi di bawah kepemimpinan John Ternus yang akan datang. Dengan menyetujui perombakan besar ini, Ternus menunjukkan bahwa ia tidak ragu untuk mengubah arah produk yang sebelumnya dianggap sebagai prioritas.





Komentar
Belum ada komentar.