Respawn Blokir 770 Ribu Cheater di Apex Legends

Penulis:Naufal Mamduh
Terbit:
Diperbarui:4 Mei 2019
ā±ļø2 menit membaca
Bagikan:

Telset.id, Jakarta – Sudah lama Respawn Entertainment, selaku pengembang Apex Legends mengumumkan perang terhadap cheater di game miliknya. Hasilnya hingga saat ini mereka telah memblokir 770 ribu pemain, 300 ribu akun fiktif dan 4 ribu penjual kode cheater yang selama ini beredar di arena permainan.

Dilansir Telset.id dari Engagdet pada Sabtu (04/05/2019), Respawn mengatakan bahwa tindakan itu baru permulaan. Pasalnya mereka yang bekerja sama dengan tim EA Games, Easy-Anti-Cheat dan lain sebagainya terus berupaya memerangi para pemain curang.

ā€œKami tidak dapat berbagi detail tentang apa yang kami lakukan agar tidak menyerah kepada pembuat cheat, tetapi yang dapat kami katakan adalah bahwa kami menyerang ini dari segala sudut,ā€ tulis Respawn.

Popularitas Apex Legends menjadi salah satu alasan mengapa game tersebut memiliki begitu banyak penipu. Dalam minggu pertama, game ini menarik 25 juta total pemain, dan pada bulan pertama, fanbase-nya melampaui 50 juta di seluruh dunia.

{Baca juga :Ā Ternyata, Ini Alasan Apex Legends Jarang Update}

Jumlah cheater Apex Legends sendiri bisa dibilang bertambah drastis.Ā Pasalnya, pasca 10 hari dirilis sejak 4 Februari 2018 lalu, mereka telah memblokir lebih dari 16.000Ā cheater gameĀ atau pemain curang yang ada di platform pesaingĀ game PUBGĀ itu.

DilansirĀ Telset.idĀ dariĀ PC GamerĀ pada Senin (18/02/2019) pernyataan dari pihak Respaw tersebut muncul pada sebuah postingan di website Reddit. Pada postingan tersebut Respawn juga meminta kepada pemain lain untuk melaporkan jika ada oknum pemain yang bermain curang.

ā€œJika Anda bertemu seorang penipu atau cheater, silahkan mencoba dan menangkap buktinya dan beri tahu kami disini,ā€ tulis Respawn.

{Baca juga:Ā Baru Dirilis, Lebih dari 16 Ribu ā€˜Cheater’ Apex Legends Diblokir}

Respawn menambahkan jika pemain tidak menemukan bukti kecurangan, mereka cukup melaporkan nama akunnya untuk diselidiki lebih lanjut oleh pihak Respawn. [NM/HBS]

Sumber: Engagdet