📑 Daftar Isi

Ilustrasi logo Chrome dengan simbol pemblokir iklan yang dicoret

Google Chrome Hapus Dukungan Ekstensi Pemblokir Iklan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Google akan menghentikan dukungan untuk ekstensi ad blocker berbasis Manifest V2 (MV2) seperti uBlock Origin.
  • Pembaruan Chrome 150 (30 Juni) dan Chrome 151 (Juli 2026) menjadi momen kritis penghentian ini.
  • Alasan resmi adalah keamanan, namun pembatasan Web Request API membuat kapasitas penyaringan iklan lebih buruk.
  • Opera berencana mendukung MV2 lebih lama, sementara Edge diperkirakan mengikuti Chrome.
  • Solusi: beralih ke ekstensi MV2 versi baru (uBlock Origin Lite, Adblock Plus, dll.) atau pindah ke browser lain seperti Firefox, Brave, atau DuckDuckGo.
  • Pengguna disarankan waspada terhadap potensi masalah privasi dari ad blocker itu sendiri.

Telset.id – Google dipastikan akan menghentikan dukungan untuk ekstensi ad blocker populer di browser Chrome melalui pembaruan yang dijadwalkan pada musim panas 2026. Langkah ini merupakan finalisasi dari transisi panjang menuju platform ekstensi Manifest V3 yang telah digagas sejak 2019.

Menurut laporan dari 9to5Google, dua versi Chrome berikutnya, yaitu Chrome 150 dan Chrome 151, akan menjadi momen kritis bagi pengguna ekstensi berbasis Manifest V2 (MV2) seperti uBlock Origin. Chrome 150 dijadwalkan rilis pada 30 Juni, disusul Chrome 151 pada Juli. Jika ekstensi pemblokir iklan Anda berhenti berfungsi dalam beberapa minggu mendatang, pembaruan inilah penyebab utamanya.

Mengapa Google Hentikan Ad Blocker?

Kebijakan ini bukanlah keputusan mendadak. Google telah mengumumkan rencana transisi ke Manifest V3 sejak 2019. Alasan resmi yang dikemukakan adalah peningkatan keamanan ekstensi. Namun, di balik itu, perubahan ini secara fundamental memutus akses ekstensi ke Web Request API, sebuah antarmuka yang selama ini menjadi tulang punggung bagi ad blocker untuk memblokir lalu lintas dari situs berbahaya.

Dampaknya, kapasitas penyaringan konten pada ekstensi versi MV3 diprediksi akan lebih buruk dibandingkan MV2. Inilah yang mendorong sebagian pengguna untuk bertahan menggunakan berbagai cara agar ekstensi lama tetap berfungsi selama mungkin. Keputusan Google ini jelas menjadi pukulan telak bagi pengguna yang mengandalkan pemblokir iklan untuk pengalaman browsing yang lebih bersih dan aman.

Nasib Browser Berbasis Chromium Lain

Browser lain yang berbasis pada mesin Chromium, seperti Microsoft Edge dan Opera, diperkirakan akan mengikuti jejak Google. Namun, terdapat pengecualian. Perwakilan Opera menyatakan kepada Neowin bahwa pihaknya berencana untuk terus mendukung ekstensi MV2 “selama itu masih masuk akal secara teknis.” Opera akan melakukan pendekatan bertahap, dengan potensi untuk menghentikan ekstensi MV2 yang jarang digunakan sambil bertransisi ke MV3.

Bagi pengguna yang enggan meninggalkan ekstensi lama, ada beberapa opsi yang bisa dipertimbangkan. Pertama, beralih ke versi terbaru dari pemblokir iklan yang sudah mendukung Manifest V3. Beberapa opsi populer yang sudah memiliki versi MV3 antara lain uBlock Origin Lite, Adblock, Adblock Plus, Adguard, dan Ghostery. Meskipun mungkin tidak memenuhi semua kebutuhan, tidak ada salahnya untuk mencoba.

Alternatif Browser Lain

Alternatif lainnya adalah meninggalkan Chrome (dan Edge) sepenuhnya. Firefox, yang menggunakan mesin sendiri bernama Gecko, menawarkan pendekatan yang lebih berfokus pada privasi dan masih mengizinkan ekstensi berjalan dengan leluasa. Meskipun memiliki beberapa kekurangan, Firefox tetap menjadi pilihan solid bagi mereka yang mengutamakan kebebasan. Sementara itu, Brave hadir dengan pemblokir iklan bawaan dan fitur privasi yang mumpuni. DuckDuckGo juga merupakan opsi browser yang patut dipertimbangkan.

Perlu diingat, meskipun ad blocker memiliki banyak manfaat, mereka tidaklah sempurna. Selain berpotensi memotong pendapatan kreator yang mungkin ingin Anda dukung, ekstensi ini juga bisa menimbulkan masalah privasi tersendiri. Untuk memitigasi risiko ini, pastikan Anda selalu memeriksa data apa saja yang dikumpulkan oleh ekstensi yang dipilih dan bagaimana data tersebut digunakan.

Keputusan Google ini bukan hanya tentang iklan, tetapi juga tentang kontrol atas pengalaman browsing. Bagi pengguna yang sangat bergantung pada ekstensi seperti AR Specs atau fitur lain, perubahan ini mungkin terasa membatasi. Namun, di sisi lain, langkah ini juga mendorong pengembang untuk menciptakan ekstensi yang lebih aman dan sesuai standar terkini.

Komentar

Belum ada komentar.