Telset.id – Pengguna Android yang memiliki TSA PreCheck kini bisa melalui pemeriksaan keamanan bandara tanpa perlu memindai boarding pass atau menunjukkan ID fisik. Fitur Touchless ID, yang sebelumnya hanya tersedia bagi penumpang di sejumlah maskapai, kini terintegrasi dengan Google Wallet. Cukup dengan paspor dan keanggotaan TSA PreCheck, proses verifikasi menjadi jauh lebih cepat.
Touchless ID merupakan proses pemeriksaan yang dipercepat bagi pelancong yang terdaftar dalam TSA PreCheck. Jika Anda memiliki Touchless ID di boarding pass, Anda dapat menggunakan jalur khusus di pos pemeriksaan keamanan yang terpisah dari antrean reguler TSA PreCheck. Proses autentikasi dilakukan menggunakan pengenalan wajah tanpa perlu mengeluarkan dan memindai SIM, paspor, atau REAL ID lainnya yang memenuhi syarat.
Sebelumnya, partisipasi Touchless ID terbatas pada penumpang maskapai American Airlines, Alaska Airlines, Delta Airlines, Hawaiian Airlines, Southwest Airlines, dan United Airlines. Mereka harus memilih opsi ini melalui profil khusus maskapai menggunakan Known Traveler Number. Dengan hadirnya Google Wallet, pelancong cukup melakukan pengaturan Touchless ID sekali saja untuk menggunakannya di puluhan maskapai yang berpartisipasi.
Perlu dicatat, tidak semua bandara memiliki jalur Touchless ID. Fitur ini hanya tersedia di bandara-bandara tertentu yang telah mendukung sistem tersebut. Bagi pengguna yang sering bepergian, integrasi ini tentu menjadi kabar baik karena menghilangkan langkah verifikasi manual yang memakan waktu.
Cara menggunakan Touchless ID dengan Google Wallet di TSA PreCheck cukup mudah. Pertama, Anda perlu membuat ID pass menggunakan paspor di Google Wallet. Caranya dengan menekan Add to Google Wallet, lalu pilih ID, kemudian ID Pass, dan tekan Continue. Setelah itu, pilih region untuk paspor Anda dan ikuti petunjuk untuk memindai halaman info paspor serta chip keamanan, lalu rekam video wajah untuk verifikasi.
Baca Juga:
Saat check-in untuk penerbangan, simpan boarding pass digital Anda ke Google Wallet. Jika Anda memenuhi syarat untuk Touchless ID, akan ada tombol Get Started di pass Anda. Klik tombol tersebut untuk pergi ke halaman pendaftaran TSA. Anda perlu menyetujui untuk membagikan ID pass dan boarding pass. Setelah pendaftaran dikonfirmasi, Anda akan melihat ikon TSA PreCheck Touchless ID di pass Anda.
Integrasi ini menunjukkan komitmen Google dalam menghadirkan solusi digital yang memudahkan pengguna. Fitur serupa juga diterapkan di berbagai layanan Google lainnya, seperti yang terlihat pada aplikasi khusus dengan AI yang baru diluncurkan.
Keamanan data menjadi perhatian utama dalam implementasi Touchless ID. Sistem pengenalan wajah yang digunakan telah memenuhi standar keamanan TSA. Data biometrik pengguna disimpan secara aman dan hanya digunakan untuk proses verifikasi di bandara. Pengguna tidak perlu khawatir data mereka disalahgunakan karena setiap transaksi verifikasi bersifat sementara dan terenkripsi.
Bagi pelancong bisnis yang sering terbang, fitur ini menjadi nilai tambah signifikan. Tidak perlu lagi mengeluarkan dompet atau mencari boarding pass di saku. Cukup berjalan menuju jalur Touchless ID, kamera akan mengenali wajah Anda, dan Anda bisa langsung menuju proses pemeriksaan keamanan. Waktu yang dihemat bisa mencapai beberapa menit per perjalanan.
Google terus mengembangkan ekosistem dompet digitalnya. Setelah sukses dengan integrasi kartu kredit, tiket konser, dan kartu loyalitas, kini Google Wallet merambah ke dokumen perjalanan. Langkah ini sejalan dengan tren digitalisasi dokumen identitas yang mulai diadopsi berbagai negara. Pengguna Android di Indonesia mungkin bisa menantikan fitur serupa di masa depan.
Perlu diingat bahwa Touchless ID hanya tersedia bagi pemegang TSA PreCheck. Program ini merupakan program pemeriksaan keamanan bandara AS yang mempercepat proses screening bagi pelancong yang telah lolos verifikasi latar belakang. Biaya pendaftaran TSA PreCheck sekitar USD 85 untuk masa berlaku lima tahun. Setelah mendaftar, Anda akan mendapatkan Known Traveler Number (KTN) yang digunakan untuk mengaktifkan Touchless ID.
Proses aktivasi Touchless ID di Google Wallet membutuhkan paspor yang masih berlaku. Paspor digunakan sebagai dokumen identitas utama karena memiliki chip keamanan yang dapat dipindai. Google Wallet memanfaatkan chip tersebut untuk memverifikasi keaslian dokumen dan mencocokkan dengan data wajah pengguna.
Bagi pengguna yang sudah memiliki TSA PreCheck namun belum mengaktifkan Touchless ID, langkah-langkahnya cukup sederhana. Pastikan Google Wallet Anda sudah terinstal dan terupdate. Buka aplikasi, pilih menu ID, lalu ikuti petunjuk untuk menambahkan paspor. Setelah ID pass aktif, saat check-in penerbangan, simpan boarding pass ke Google Wallet dan ikuti proses aktivasi Touchless ID.
Fitur ini juga mendukung maskapai yang sebelumnya tidak termasuk dalam daftar awal. Dengan integrasi Google Wallet, maskapai lain dapat bergabung tanpa perlu mengembangkan sistem sendiri. Ini memperluas aksesibilitas Touchless ID ke lebih banyak pelancong.
Google juga mengumumkan bahwa fitur serupa akan segera hadir untuk dokumen identitas lainnya. SIM digital dan kartu identitas nasional menjadi kandidat berikutnya. Ini menunjukkan bahwa Google Wallet tidak hanya sekadar dompet digital, tetapi juga pusat identitas digital yang terintegrasi.
Bagi pengguna yang khawatir tentang privasi, Google menegaskan bahwa data wajah tidak disimpan di server mereka. Verifikasi dilakukan secara lokal di perangkat dan hanya data hash yang dikirim ke TSA untuk pencocokan. Ini memastikan data biometrik pengguna tetap aman.
Integrasi Touchless ID dengan Google Wallet merupakan langkah maju dalam digitalisasi perjalanan udara. Tidak perlu lagi repot mengeluarkan dokumen fisik di setiap pos pemeriksaan. Cukup dengan smartphone, seluruh proses menjadi lebih efisien dan nyaman.
Bagi pelancong yang sering menggunakan jasa maskapai seperti American Airlines, Alaska Airlines, Delta Airlines, Hawaiian Airlines, Southwest Airlines, atau United Airlines, fitur ini menjadi keuntungan besar. Mereka tidak perlu lagi mendaftar secara terpisah di setiap maskapai. Cukup satu kali pengaturan di Google Wallet, dan Touchless ID aktif di semua maskapai yang berpartisipasi.
Google juga berencana memperluas fitur ini ke bandara-bandara internasional. Saat ini, Touchless ID masih terbatas di bandara-bandara AS yang telah mendukung sistem tersebut. Namun, dengan adopsi yang semakin luas, bukan tidak mungkin fitur ini akan hadir di bandara-bandara besar dunia.
Bagi pengguna Android yang belum memiliki TSA PreCheck, fitur ini bisa menjadi pertimbangan untuk mendaftar. Selain mempercepat proses pemeriksaan keamanan, Anda juga tidak perlu lagi khawatir kehilangan dokumen fisik. Semua terintegrasi dalam satu aplikasi.
Google Wallet terus berinovasi untuk memberikan pengalaman terbaik bagi penggunanya. Fitur Touchless ID ini menjadi bukti bahwa dompet digital tidak hanya untuk pembayaran, tetapi juga untuk dokumen penting lainnya. Masa depan perjalanan udara semakin digital dan terintegrasi.





Komentar
Belum ada komentar.