Telset.id – Bentley akhirnya mengungkap Torcal, mobil listrik produksi pertama dalam sejarah pabrikan asal Crewe ini. Crossover listrik tersebut membawa pendekatan baru terhadap kemewahan kabin dengan mengganti kulit standar menggunakan wol merino murni dan veneer kayu berlapis ribuan lapis.
Torcal hadir di tengah perubahan arah strategis Bentley yang menunda rencana menjadi pabrikan listrik penuh pada 2030. CEO Frank-Steffen Walliser mengakui bahwa pembeli ultra-luxury masih menginginkan suara mesin pembakaran, namun Bentley tetap meluncurkan EV pertamanya dengan identitas yang berbeda dari kompetitor listrik lainnya.
Kabin Wol Merino dan Veneer Kayu Ribuan Lapis
Bentley bekerja sama dengan Fox Brothers, pabrik tekstil bersejarah dari Somerset yang telah menenun wol sejak abad kedelapan belas. Hasil kolaborasi ini adalah kain otomotif pertama yang dipintal dari 100 persen wol merino bersertifikat.
Berbeda dengan campuran wol tiga puluh persen yang biasa dicampur poliester daur ulang di kabin mewah lainnya, material ini lembut, bernapas alami, dan dipotong dengan quilting bergaris. Kabin Torcal juga dilengkapi veneer ombré yang tersusun dari 1.000 lapisan kompresi potongan kenari dan kertas daur ulang, diiris menjadi serpihan setebal kurang dari 1 mm untuk menghasilkan gradasi alami dari hitam pekat hingga warna kayu kaya.
Sentuhan kemewahan lainnya mencakup dial kustom dari Cumbria Crystal dan dasbor aluminium Sunburst. Kombinasi material ini membuat kabin Torcal terasa seperti ruang duduk Savile Row yang dijahit khusus di atas roda.
Baca Juga:
Performa Listrik dengan Arsitektur 800V
Di balik material bespoke tersebut, Torcal menggunakan arsitektur Premium Platform Electric (PPE) 800V milik Volkswagen Group yang sama dengan Porsche Cayenne listrik. Dua motor listriknya menghasilkan tenaga sekitar 900 horsepower yang disuplai baterai berkapasitas 112 kWh.
Jaringan listrik 800V memungkinkan pengisian daya puncak hingga 400 kW. Pada pengisian DC berkecepatan tinggi, Torcal mampu menambah jangkauan 161 km dalam waktu kurang dari tujuh menit.
Kepala riset dan pengembangan Bentley, Matthias Rabe, menjanjikan akselerasi tercepat dalam sejarah pabrikan tersebut. Torcal dipastikan akan melampaui sprint 0-62 mph dalam 3,2 detik yang dicatatkan Continental GT hybrid.
Alih-alih memutar suara synth fiksi ilmiah melalui speaker kabin, Bentley merekrut musisi studio sungguhan untuk merekam perkusi akustik dan instrumen. Layering suara tersebut dirancang untuk menciptakan kembali irama emosional mesin V8 twin-turbo klasik saat pedal gas ditekan penuh. Suspensi udara aktif dual-valve yang memisahkan pitch dan roll membuat Torcal tetap stabil di tikungan namun meluncur mulus di jalan rusak.
Desain eksterior Torcal mengambil inspirasi langsung dari Continental R dan Brooklands yang berbahu lebar. Dengan panjang 5.000 mm, fascia depan tegak, kaca tanpa bingkai, dan panel pintu tanpa talang air membuatnya terhindar dari siluet crossover yang menggembung. Velg 22 inci memberikan kehadiran jalan yang kuat tanpa membuatnya tampak menjulang seperti kendaraan komersial.
Bentley memasarkan Torcal sebagai “Urban EV,” sebuah istilah yang dianggap sebagian pihak sebagai humor khas Inggris mengingat ukurannya yang besar. Pabrikan memilih jangkauan berkendara dunia nyata 350 hingga 370 mil dibandingkan mengejar rekor aerodinamis dengan bentuk yang mengorbankan ruang kabin.
Harga pembuka Torcal diperkirakan sekitar €199.000. Angka tersebut jauh di atas BMW iX yang dibanderol mulai €82.000, namun masih di bawah Rolls-Royce Spectre seharga €387.000. Pesaing terdekatnya adalah Lotus Eletre seharga €104.900 dan Range Rover Electric yang akan dijual sekitar €176.000.
Keputusan Bentley mempertahankan elemen kerajinan tradisional di tengah transisi elektrifikasi menjadi pembeda utama. Pabrikan Inggris ini menolak membangun mobil listrik steril yang dipenuhi layar, dan justru membuktikan bahwa torsi instan serta motor listrik senyap tidak harus mengorbankan keahlian pengerjaan klasik, daya tarik taktil, dan kepribadian mekanis yang khas.
Persaingan di segmen SUV listrik mewah semakin ketat dengan kehadiran pemain baru seperti Aito M9 dari China yang mengklaim sebagai SUV mewah terlaris. Sementara itu, Geely bersiap memproduksi mobil mewah di pabrik Volvo Eropa mulai 2028, menandakan kompetisi akan semakin sengit di segmen ini.





Komentar
Belum ada komentar.