📑 Daftar Isi

Grafik penjualan EV BYD Oktober 2026 yang mencetak rekor 305.743 unit

BYD Jual 305.743 EV Oktober, Rekor Baru Dunia

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • BYD jual 305.743 EV Oktober 2026, pertama tembus 300.000 unit
  • Naik 37% YoY, lampaui total EV AS kuartal III (262.500 unit)
  • Total NEV 490.168 unit, naik 11% dari tahun lalu
  • PHEV turun 17% jadi 177.382 unit
  • Ekspor 170.194 unit, target 2 juta akhir 2026
  • Dukungan Blade Battery 2.0 dan Flash Charging

Telset.id – BYD mencatat rekor penjualan kendaraan listrik bulanan sepanjang sejarah perusahaan pada Oktober 2026. Pabrikan asal Tiongkok itu mengapalkan 305.743 battery electric vehicle (BEV) dalam satu bulan, menembus angka 300.000 unit untuk pertama kalinya dan melampaui total penjualan EV di Amerika Serikat sepanjang kuartal ketiga.

Angka tersebut menjadi puncak dari laju pertumbuhan yang konsisten. Oktober menandai bulan keenam berturut-turut BYD membukukan kenaikan penjualan sekaligus bulan ketiga beruntun dengan pertumbuhan penjualan EV. Secara tahunan, penjualan BEV BYD melesat 37 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Data ini penting karena memberi gambaran nyata tentang peta persaingan kendaraan listrik global. Mengutip estimasi Kelley Blue Book, sepanjang kuartal ketiga hanya sedikit di atas 262.500 unit EV yang terjual di seluruh Amerika Serikat. Artinya, capaian BYD dalam satu bulan saja sudah melampaui angka tiga bulan pasar EV Negeri Paman Sam.

Penjualan EV BYD Oktober 2026 cetak rekor 305.743 unit

BEV Dominasi, PHEV Justru Menurun

Secara keseluruhan, BYD menjual 490.168 new energy vehicle (NEV) pada Oktober 2026, naik 11 persen dari tahun sebelumnya dan menjadi total bulanan tertinggi perusahaan sepanjang 2026. Kendaraan listrik murni menjadi mesin utama pertumbuhan, dengan kontribusi sekitar 63 persen dari total penjualan bulan lalu.

Sebaliknya, segmen plug-in hybrid (PHEV) mengalami tekanan. Penjualan PHEV BYD turun 17 persen pada Oktober menjadi 177.382 unit. Sepanjang Januari hingga Oktober, penjualan PHEV perusahaan merosot 11 persen menjadi 1.625.969 unit.

Untuk periode sepuluh bulan pertama 2026, BYD telah menjual 1.953.700 kendaraan listrik murni, tumbuh 6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pergeseran komposisi ini menunjukkan bahwa konsumen semakin condong ke kendaraan listrik murni ketimbang opsi hibrida plug-in.

Ekspansi Ekspor Jadi Motor Pertumbuhan

Di balik rekor domestik, strategi ekspansi ke luar Tiongkok menjadi pilar penting. Menurut laporan resmi perusahaan, BYD mengekspor 170.194 kendaraan pada Oktober 2026. Sepanjang tahun berjalan, lebih dari 1,5 juta kendaraan listrik dan plug-in hybrid telah dikirim ke pasar luar negeri, hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu.

Pasar Eropa, Asia Tenggara, serta Amerika Tengah dan Selatan menjadi sasaran utama ekspansi ini. Ambisi BYD tidak kecil: hingga akhir 2026, perusahaan memperkirakan pengiriman luar negeri menyentuh sekitar 2 juta kendaraan, lalu naik menjadi lebih dari 2,5 juta unit pada 2027.

Mobil listrik BYD siap diekspor ke pasar Eropa

Infrastruktur pendukung turut dibangun. BYD baru saja membuka Flash Charger pertamanya di Jerman, menandai langkah konkret memperkuat ekosistem pengisian daya di Eropa. Langkah ini sejalan dengan peluncuran sejumlah model baru dan pembaruan yang mengandalkan Blade Battery 2.0 serta teknologi Flash Charging.

Teknologi tersebut diarahkan untuk menghadirkan jangkauan lebih panjang, pengisian daya lebih cepat, dan fitur yang lebih berorientasi teknologi. Kombinasi produk baru dan jaringan pengisian cepat menjadi senjata BYD untuk terus menarik pembeli baru di pasar global.

Flash Charger pertama BYD di Jerman untuk kendaraan listrik

Meski pasar EV Amerika Serikat baru menutup kuartal terbaiknya sepanjang tahun, performa BYD memperlihatkan jarak yang cukup lebar dalam transisi kendaraan listrik. Tiongkok masih menguasai lebih dari separuh total mobil listrik yang dijual di seluruh dunia. Gelombang merek lokal berbiaya rendah membanjiri pasar domestik Tiongkok, sementara BYD dan sejumlah pabrikan lain mengalihkan laju pertumbuhan ke pasar luar negeri seperti Eropa, Korea Selatan, Asia Tenggara, serta Amerika Tengah dan Selatan, wilayah di mana produsen otomotif lama dinilai mulai tertinggal.

Bagi pasar seperti Indonesia, dinamika ini relevan. Deretan merek yang mencatat permintaan tinggi di berbagai negara, seperti Casio F-B100W hingga perangkat lain yang cepat habis, menunjukkan pola konsumen yang makin responsif terhadap produk bernilai. Rekor BYD menegaskan bahwa persaingan kendaraan listrik kini bukan lagi soal siapa yang paling awal masuk, melainkan siapa yang paling cepat menambah kapasitas produksi dan memperluas jangkauan ekspor.

Angka Oktober 2026 menjadi penanda bahwa laju BYD belum menunjukkan tanda melambat. Dengan target ekspor yang terus dinaikkan dan dukungan teknologi baterai serta pengisian cepat generasi baru, posisi BYD sebagai pemimpin pasar EV global masih sulit digeser dalam waktu dekat.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.