📑 Daftar Isi

BYD Flash Charging hub di Shanghai hasil konversi SPBU Sinopec dengan 12 stall pengisian

BYD Ubah SPBU Sinopec Shanghai Jadi Flash Charging Hub

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • BYD menggandeng Sinopec mengonversi SPBU Shanghai menjadi Flash Charging hub pertama
  • Hub dilengkapi 12 stall, area istirahat dengan kursi reclining, dan stasiun pemantau kesehatan
  • Minimarket Easy Joy tetap beroperasi 24 jam tanpa awak dengan pembayaran digital
  • Teknologi Flash Charging menggunakan 4 baterai Blade sebagai buffer, kapasitas 169-185 kWh
  • Klaim pengisian 5 menit dari 10-70%, 9 menit dari 10-97%
  • Berlokasi strategis dekat Hongqiao Transport Hub (bandara, stasiun KA cepat, 3 metro)
  • Sinopec berencana memperluas konversi serupa ke stasiun lain

Telset.id – BYD resmi mengonversi sebuah stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) milik Sinopec di Shanghai menjadi hub pengisian daya cepat Flash Charging. Stasiun yang berlokasi strategis di dekat Hongqiao Transport Hub ini menjadi proyek percontohan pertama dari kerja sama kedua perusahaan yang telah berjalan sejak Juni 2024.

Transformasi ini menandai langkah signifikan dalam ekspansi jaringan Flash Charging BYD di China. Berbeda dengan stasiun pengisian konvensional yang umumnya berdiri di area parkir, hub baru ini menawarkan fasilitas lengkap mulai dari area istirahat hingga minimarket yang beroperasi 24 jam. Sinopec sendiri mengonfirmasi bahwa konversi serupa akan diterapkan ke lebih banyak SPBU mereka di masa mendatang.

Fasilitas Lengkap di Flash Charging Hub Pertama

Berdasarkan laporan dari outlet China news18a, hub pengisian baru ini dilengkapi dengan 12 stall yang tersebar dalam enam dudukan berbentuk huruf T, masing-masing membawa dua kabel pengisian. Area istirahatnya tidak main-main—tersedia ruang bersantai dengan meja dan kursi reclining, plus stasiun pemantau kesehatan yang mampu mengukur saturasi oksigen darah dan detak jantung pengguna.

BYD Flash Charging hub di Shanghai hasil konversi SPBU Sinopec

Yang menarik, minimarket “Easy Joy” milik Sinopec tetap dipertahankan di lokasi, namun kini beroperasi tanpa awak (unmanned) selama 24 jam penuh. Konsumen dapat membeli minuman, mi instan, camilan, bahkan rokok, dengan sistem pembayaran digital yang diterapkan penuh.

Keputusan BYD memilih lokasi ini bukan tanpa alasan. Letaknya bersebelahan dengan Hongqiao Transport Hub yang mencakup Bandara Internasional Shanghai Hongqiao, stasiun kereta kecepatan tinggi, dan tiga jalur metro. Dengan demikian, hub ini dapat menjangkau arus pengguna transportasi yang sangat padat setiap harinya.

Teknologi Flash Charging dan Baterai Buffer

Menurut laporan dari Di Fen Zhi Jia, outlet penggemar BYD di platform WeChat, tangki bensin di stasiun tersebut telah dibongkar untuk memberi ruang bagi baterai buffer Flash Charging. Namun, belum jelas apakah tangki penyimpanan atau baterai tersebut ditempatkan di atas atau di bawah tanah.

Area istirahat di dalam Flash Charging hub BYD Shanghai

Teknologi di balik Flash Charger ini cukup canggih. Setiap unit dilengkapi empat baterai Blade yang berfungsi sebagai buffer jaringan listrik, dengan total kapasitas 169 atau 185 kWh. Yang menarik, charger ini hanya membutuhkan daya nominal 100 kW dari jaringan listrik—baterai buffer diisi saat charger sedang tidak digunakan, sehingga beban listrik dapat dikelola secara efisien.

Manajer PR BYD, Li Yunfei, melalui akun Weibo-nya menyebut bahwa hub baru ini akan menawarkan “layanan pengisian satu atap” (one-stop charging services). Ini sejalan dengan strategi BYD untuk menambahkan lebih banyak fitur dan layanan ke stasiun Flash Charging mereka, tidak sekadar tempat mengisi daya.

Kemitraan dengan Sinopec memberi BYD keuntungan besar dalam hal infrastruktur ritel. Raksasa minyak milik negara ini telah memiliki jaringan minimarket “Easy Joy” dan toilet di hampir semua SPBU-nya. Dengan demikian, BYD tidak perlu repot membangun saluran ritel atau mendatangkan waralaba baru dari nol.

Performa Flash Charging yang Diklaim BYD

Flash Charging merupakan salah satu teknologi unggulan BYD yang diklaim mampu menyamakan waktu pengisian kendaraan listrik dengan waktu pengisian bahan bakar kendaraan konvensional. Berikut klaim resmi BYD untuk kendaraan yang dilengkapi teknologi ini:

  • Pengisian 5 menit dari 10% hingga 70%
  • Pengisian 9 menit dari 10% hingga 97%
  • Hanya 3 menit lebih lambat pada suhu -30°C

Teknologi ini akan dihadirkan baik pada kendaraan listrik murni (EV) maupun plug-in hybrid (PHEV). Peluncuran terbaru yang membawa teknologi ini termasuk sedan Denza Z9S dan Seal 06.

Internal BYD Flash Charger dengan empat paket baterai Blade LFP

Kondisi stasiun pengisian konvensional di China memang sering menjadi keluhan pengguna. Sebagian besar stasiun pengisian dibangun di samping area parkir, baik di atas maupun bawah tanah, dengan infrastruktur pendukung yang minim—hanya mesin penjual otomatis dan toilet umum. Area layanan jalan tol juga menawarkan pengisian DC, namun sering kali terlalu mahal dan penuh sesak saat musim perjalanan puncak.

Dengan hadirnya hub ala SPBU ini, BYD mencoba menjawab keluhan tersebut melalui pengalaman pengisian yang lebih nyaman dan lengkap.

Transformasi SPBU Sinopec menjadi hub Flash Charging ini juga sejalan dengan tren adopsi teknologi digital yang kian masif di kawasan Asia. Meski konteksnya berbeda, keduanya menunjukkan bagaimana infrastruktur tradisional bertransformasi mengikuti kebutuhan zaman.

Bagi pengguna kendaraan listrik di China, kehadiran hub ini menjadi angin segar. Selain menawarkan kecepatan pengisian yang impresif, fasilitas pendukung seperti area istirahat dan minimarket 24 jam memberikan nilai tambah yang selama ini jarang ditemukan di stasiun pengisian konvensional. Pertanyaannya kini, seberapa cepat Sinopec dan BYD akan memperluas model konversi serupa ke lokasi-lokasi lain.

Dengan komitmen yang telah dinyatakan Sinopec untuk melanjutkan konversi ke stasiun-stasiun lainnya, masa depan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di China tampaknya akan semakin menarik untuk disaksikan. Bagi para pelaku industri, langkah BYD ini bisa menjadi blueprint bagaimana perusahaan otomotif dan perusahaan energi dapat berkolaborasi membangun ekosistem kendaraan listrik yang lebih baik.

Sementara itu, persaingan di segmen kendaraan listrik China semakin ketat. Langkah BYD yang agresif dalam membangun infrastruktur pengisian ini menunjukkan bahwa pertarungan tidak lagi hanya di level produk, tetapi juga di level ekosistem pendukung. Investor dan pengamat industri tentu akan mencermati perkembangan ini dengan saksama.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.