📑 Daftar Isi

Stasiun penukaran baterai CATL Choco-SEB ke-2.000 di China

CATL Capai 2.000 Stasiun Battery Swap di Tengah Ekspansi Global

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • CATL mencapai 2.000 stasiun battery swap pada 30 Juni 2026
  • Rata-rata 200+ stasiun per bulan sepanjang 2026
  • Target 3.000 stasiun di China dan Hong Kong akhir 2026
  • Jangkauan 180 kota di 31 provinsi China
  • Ekspansi ke Inggris dan Eropa bersama Octopus Energy
  • 10 model EV baru dengan baterai swappable dikembangkan
  • Proyeksi 4.000+ stasiun global akhir 2026
  • Dari 0 stasiun awal 2025 menjadi 2.000 dalam 18 bulan

Telset.id – CATL, raksasa baterai asal China, mencapai tonggak operasional besar pada 30 Juni 2026 dengan meresmikan stasiun penukaran baterai (battery swap) ke-2.000 melalui jaringan Choco-SEB. Pencapaian ini terjadi saat Amerika merayakan hari jadinya yang ke-250, sekaligus menegaskan dominasi CATL dalam ekosistem kendaraan listrik (EV) global.

Ekspansi ini berlangsung dengan kecepatan luar biasa. Sepanjang tahun 2026, CATL rata-rata mendirikan lebih dari 200 stasiun setiap bulan. Jaringan tersebut kini telah menjangkau 180 kota di 31 provinsi di China, dengan rencana ekspansi ke pasar Barat melalui kemitraan strategis bersama Octopus Energy untuk pasar Inggris dan Eropa.

“Battery swapping akan menjadi bagian signifikan dari masa depan transportasi komersial,” ujar Dr. Robin Zeng, chairman dan CEO CATL, dalam pernyataan resmi. “Kami telah membuktikan teknologi ini di China, dan kami senang dapat membawanya ke Inggris dan Eropa melalui joint venture dengan Octopus.”

Ekspansi terbaru Choco-SEB menyasar pasar urban yang beragam, kawasan wisata, dan distrik komersial. Perusahaan juga dikabarkan bersiap memasuki rute-rute utama baru seperti Beijing-Harbin, Beijing-Kunming, Beijing-Tibet, Daqing-Guangzhou, dan Lanzhou-Haikou.

Jika kecepatan saat ini bertahan, CATL diproyeksikan memiliki lebih dari 4.000 stasiun penukaran baterai secara global pada akhir 2026. Angka ini melonjak drastis dari sekitar 700 stasiun pada Oktober 2025, dan dari nol stasiun pada awal 2025. Pertumbuhan ini membuktikan bahwa kolaborasi korporasi yang baik dapat menghasilkan pencapaian luar biasa.

Target Ambisius 3.000 Stasiun Akhir 2026

CATL sebelumnya menargetkan memiliki 3.000 stasiun beroperasi penuh di China daratan dan Hong Kong pada akhir 2026. Dengan pencapaian 2.000 stasiun di pertengahan tahun, target tersebut berada di jalur yang tepat.

Pada Desember 2025, CATL mengumumkan telah mengembangkan 10 model kendaraan listrik baru bersama produsen otomotif domestik yang menggunakan baterai swappable. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mendorong tren yang diharapkan perusahaan dapat menggantikan hingga sepertiga dari total SPBU di China.

Ekspansi ke Pasar Barat

Selain di China, jaringan battery swap CATL juga mulai merambah pasar Barat. Kemitraan dengan Octopus Energy menjadi pintu masuk untuk membawa teknologi penukaran baterai skala besar ke Inggris dan Eropa. Standarisasi Baterai Global menjadi kunci agar teknologi ini dapat diadopsi secara luas di berbagai merek kendaraan.

Keberhasilan ini tidak lepas dari inovasi teknologi baterai CATL. Perusahaan juga tengah mengembangkan Baterai Solid State yang saat ini berada di level 4 dari 9 dalam tahap pengembangan. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kepadatan energi dan keamanan baterai di masa depan.

CATL’s battery swap network hits 2,000 stations milestone

Selain battery swap, CATL juga aktif dalam pengembangan baterai sodium-ion. Perusahaan menargetkan 20.000 EV akan menggunakan baterai sodium-ion pada 2026, menawarkan alternatif yang lebih terjangkau dibandingkan baterai lithium-ion konvensional.

Dengan kecepatan ekspansi yang terus meningkat, CATL membuktikan bahwa infrastruktur battery swap dapat menjadi solusi nyata untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik. Waktu penukaran baterai yang sebanding dengan pengisian bahan bakar di SPBU tradisional diharapkan dapat mendorong penggunaan EV yang lebih luas dalam waktu dekat.

Electrek EV banners

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.