Telset.id – XPeng secara resmi membuka pre-sale untuk crossover listrik terbarunya, XPeng L03, di China pada 2 Juli 2026. Model ini tidak hanya menyasar pasar domestik, tetapi juga siap memasuki pasar Eropa dan 63 negara lainnya, memberikan tekanan baru bagi merek-merek mobil tradisional Eropa.
SUV fastback ini hadir setelah kesuksesan model sedan sebelumnya. Dengan peluncuran pasar yang dijadwalkan pada 16 Juli 2026, XPeng L03 menjanjikan untuk mendefinisikan ulang ekspektasi konsumen terhadap mobil listrik ramah anggaran. Di pasar internasional, model ini akan dijual tanpa label Mona yang digunakan di China.
Baca Juga:
Desain eksterior XPeng L03 digarap oleh tim global yang dipimpin Juanma Lopez, mantan kepala desain eksterior Ferrari yang juga pernah bekerja di Audi, Lamborghini, dan Genesis. Mobil ini mengadopsi gaya bodi coupe SUV, menggabungkan ground clearance tinggi dengan garis atap belakang yang landai. Dimensinya mencapai panjang 4.650 mm, lebar 1.920 mm, dan tinggi 1.600 mm, dengan jarak sumbu roda 2.850 mm yang memaksimalkan ruang kaki penumpang.
Efisiensi aerodinamis menjadi fokus utama pengembangan XPeng L03. Tim insinyur menerapkan 23 optimasi aerodinamis, termasuk sistem grille depan aktif yang membuka atau menutup berdasarkan kebutuhan pendinginan dan kecepatan. Hasilnya, koefisien drag mencapai 0.228 CD yang impresif.
XPeng mengklaim peningkatan aerodinamis ini menambah hampir 60 km pada jarak tempuh total. Konsumsi energi sangat rendah, yaitu 11,5 hingga 11,9 kWh per 100 km. Untuk mengatasi kecemasan jarak tempuh, XPeng menawarkan dua pilihan powertrain: Battery Electric Vehicle (BEV) dan Extended Range Electric Vehicle (EREV).
Varian BEV ditenagai motor listrik 183 kW (246 hp) dengan baterai LFP dari CALB. Tersedia dua opsi kapasitas baterai: 56 kWh dengan jarak tempuh 525 km (CLTC), dan 69 kWh dengan jarak tempuh 625 km (CLTC). Di bawah standar WLTP internasional, jarak tempuhnya mencapai 440 km. Akselerasi 0-100 km/jam dalam 6,6 detik dan dukungan pengisian cepat 3C hingga 220 kW.
Varian EREV menggunakan mesin bensin 1.5 liter yang berfungsi sebagai generator. Model ini menawarkan jarak tempuh listrik murni 315 km, dengan jarak gabungan mencapai 1.330 km (sekitar 1.000 km dalam siklus WLTP). Konsumsi bahan bakarnya tercatat 5,16 liter per 100 km.
Interior XPeng L03 mengusung desain yang matang dan berteknologi tinggi. Tidak ada kluster instrumen tradisional; sebagai gantinya, terdapat head-up display (W-HUD) layar lebar yang memproyeksikan informasi penting. Layar sentuh 15,6 inci 2.5K di tengah dasbor menjalankan sistem operasi TNG 6.0, didukung chip Turing AI yang mampu memproses 1.500 hingga 2.250 TOPS.
Kabin menggunakan material berkualitas tinggi dengan jok sintetis lembut dan aksen logam. Fitur unggulan termasuk sistem peredam bising jalan (RNC), sistem audio premium 20 speaker dengan daya 1.000W, dan atap kaca panorama yang memblokir 99,9% sinar UV. Untuk kenyamanan, tersedia kursi penumpang depan dengan pijat 14 titik, ventilasi, dan mode zero-gravity.
SUV ini juga dilengkapi peredam kejut variabel cerdas DCC dan sistem “Anti-Motion Sickness Mode 2.0” yang mengurangi rasa mual pada penumpang. Di China, XPeng L03 ditawarkan dalam enam konfigurasi dengan harga pre-sale mulai RMB 143.800 (€18.000) hingga RMB 165.800 (€20.800). Harga eceran final untuk pasar global diperkirakan di bawah RMB 200.000 (kurang dari €21.300).
XPeng telah melakukan uji jalan L03 di Munich, Jerman, dengan lampu indikator hijau menyala, menandakan validasi algoritma mengemudi otonom VLA di jalanan Eropa. Ini menegaskan keseriusan XPeng untuk bersaing langsung dengan merek-merek Eropa. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat membaca artikel terkait gugatan pencemaran dan persaingan dengan mobil listrik China.





Komentar
Belum ada komentar.