Telset.id – Kawasan metro Washington, DC, khususnya Alexandria, Virginia, menjadi yang pertama di kawasan tersebut mendapatkan pengisi daya bus listrik overhead (overhead pantograph charger) di rute. Pembangunan dua unit pengisi daya untuk DASH (Alexandria Transit) telah dimulai di West Alexandria Transit Center, dekat bekas lokasi Landmark Mall.
Pengisi daya ini memungkinkan bus listrik untuk mengisi ulang baterai saat sedang beroperasi di rute. Mekanismenya, lengan pantograf dari stasiun pengisian akan menjulur dan terhubung dengan reseptor di atap bus, menyediakan koneksi pengisian DC berdaya tinggi. Dengan sistem ini, bus dapat mengisi daya baterai jauh lebih cepat dan tetap beroperasi sepanjang hari, memungkinkan operator menjalankan rute yang lebih panjang dengan lebih sedikit gangguan.
Dua pengisi daya overhead pantograph ini masing-masing akan memberikan daya hingga 360 kW. Proyek ini merupakan yang pertama dari jenisnya di Northern Virginia dan wilayah metro DC. DASH menyatakan bahwa pengisi daya ini adalah bagian kunci dari rencana mereka untuk bertransisi menuju armada bus yang sepenuhnya bebas emisi.
Proyek ini menerima lebih dari $1 juta dalam pendanaan federal melalui Undang-Undang Alokasi Gabungan Tahun Fiskal 2024. Pendanaan tersebut diamankan dengan dukungan dari Anggota Kongres Don Beyer (D-VA) dan delegasi federal kawasan tersebut. Sistem pengisian daya disediakan oleh ABM, yang divisi Technical Solutions-nya mengkhususkan diri dalam infrastruktur pengisian kendaraan listrik untuk armada komersial dan transit.
“Agen transit seperti DASH menunjukkan bahwa elektrifikasi yang sukses dimulai dengan infrastruktur yang tepat,” kata Mark Hawkinson, presiden Technical Solutions di ABM. “Dengan berinvestasi dalam solusi pengisian daya yang inovatif, DASH membangun fondasi operasional yang diperlukan untuk mendukung jaringan transit yang lebih tangguh, andal, dan terelektrifikasi di tahun-tahun mendatang.”
DASH mengatakan pihaknya bekerja sama dengan produsen bus untuk memastikan peralatan pengisian daya akan kompatibel dengan bus listrik baterai mereka saat ini dan pembelian kendaraan di masa depan. Badan tersebut telah berupaya menuju armada bebas emisi penuh sejak Alexandria mengadopsi tujuan itu pada tahun 2019.
Sejauh ini, DASH telah mengoperasikan 16 bus listrik baterai, dan 20 unit lagi telah didanai dan sedang dalam proses pengadaan. Badan transit ini juga mulai memperluas depot busnya pada akhir tahun 2025. Fasilitas yang ditingkatkan akan menampung hingga 30 bus listrik tambahan dan infrastruktur untuk sebanyak 24 pengisi daya overhead pantograph lagi. Pembangunan pengisi daya rute baru ini diperkirakan akan selesai pada tahun 2027.
Baca Juga:

Proyek ini menandai langkah maju yang signifikan dalam elektrifikasi transportasi umum di Amerika Serikat. Dengan adanya pengisi daya di rute, bus listrik tidak perlu lagi kembali ke depot untuk mengisi daya, sehingga dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi waktu henti. Hal ini juga memungkinkan operator untuk menjalankan rute yang lebih panjang dengan bus listrik, yang sebelumnya mungkin terbatas oleh jangkauan baterai.
Investasi federal sebesar lebih dari $1 juta menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendukung transisi menuju transportasi yang lebih bersih. Keterlibatan ABM, sebagai penyedia infrastruktur pengisian daya, juga menunjukkan bahwa sektor swasta memainkan peran penting dalam elektrifikasi armada.
Pengembangan ini juga relevan dengan upaya serupa di Indonesia, di mana elektrifikasi transportasi umum mulai digalakkan. Pengalaman dari proyek di Alexandria ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi pengembangan infrastruktur serupa di dalam negeri. Polda Metro Jaya, misalnya, juga aktif dalam berbagai inisiatif untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban, seperti yang dilaporkan dalam artikel Polda Metro Waspadai Live TikTok dan upaya Qlue Dukung Polres Metro Berantas Narkoba.
Kesuksesan proyek ini akan menjadi tolok ukur bagi kota-kota lain di AS yang ingin mengadopsi teknologi serupa. Dengan selesainya pembangunan pada tahun 2027, DASH akan menjadi salah satu operator bus pertama di kawasan tersebut yang memiliki infrastruktur pengisian daya di rute yang mumpuni.





Komentar
Belum ada komentar.