Telset.id – Chairman sekaligus Presiden Chery, Yin Tongyue, menyampaikan permintaan maaf publik terkait masalah kualitas kendaraan di Malaysia setelah sebuah Chery Omoda 5 kehilangan seluruh rakitan as belakangnya. Insiden tersebut memicu investigasi regulasi dan kampanye recall yang mencakup 8.878 kendaraan. Permintaan maaf itu disampaikan Yin pada 21 Oktober 2026 dalam gelaran World Intelligent Connected Vehicles Conference (WICV), di mana ia mengaku telah menyampaikan permintaan maaf langsung kepada menteri investasi, perdagangan, dan industri Malaysia.
Dalam pernyataannya, Yin juga mendesak para produsen otomotif China untuk melangkah ke pasar luar negeri dengan sikap rendah hati dan komitmen jangka panjang. “Kami tidak pergi ke luar negeri untuk meraup keuntungan cepat, tetapi untuk berakar dan menggarap pasar-pasar ini dalam jangka panjang,” kata Yin, seperti dikutip Sohu. Ia menekankan pentingnya menghormati hukum, regulasi, dan praktik bisnis lokal saat memasuki pasar luar negeri.
Insiden yang menjadi pemicu seluruh rangkaian persoalan ini terjadi di Johor Bahru pada 6 Oktober 2026. Saat itu, rakitan suspensi belakang beserta roda terlepas dari bodi kendaraan. Peristiwa tersebut langsung mendorong Departemen Transportasi Jalan Malaysia (JPJ) mengambil tindakan regulasi terhadap model yang bermasalah.
JPJ Setop Registrasi Omoda 5
Pada 11 Oktober 2026, JPJ secara sementara menangguhkan Vehicle Type Approval (VTA) untuk Omoda 5. Penangguhan ini menghentikan registrasi baru selama proses investigasi berjalan dan penilaian terhadap potensi risiko keselamatan dilakukan. Departemen tersebut menginstruksikan Chery Malaysia untuk mengidentifikasi kendaraan yang berpotensi terdampak menggunakan nomor part, batch produksi, dan Vehicle Identification Number (VIN).
Audit teknis JPJ mencakup proses produksi dan perakitan, sistem kontrol kualitas, inspeksi las, serta pemasok komponen as yang relevan. Menurut pengumuman departemen tersebut, penangguhan ini terkait dengan investigasi dan penerapan tindakan korektif serta preventif yang sesuai. Langkah ini menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi Chery bukan sekadar isu satu unit kendaraan, melainkan menyentuh rantai pasok dan pengawasan mutu secara lebih luas.

Cakupan recall dilaporkan mencapai 8.878 unit Omoda 5 varian C dan H pada 14 Oktober 2026. Angka tersebut merepresentasikan jumlah kendaraan yang tercakup dalam kampanye recall, bukan jumlah kendaraan yang terkonfirmasi memiliki cacat pada as belakang. Pemilik dapat memeriksa VIN kendaraan mereka melalui pemberitahuan recall Chery Malaysia. Perusahaan menyatakan akan memeriksa kendaraan yang terdampak dan, bila diperlukan, mengganti komponen terkait secara gratis.
Baca Juga:
O5 Pakai Suspensi Berbeda
Perlu dicatat bahwa Chery telah menggantikan Omoda 5 bermesin bensin versi awal di Malaysia dengan Chery O5 pada September 2025. Model yang lebih baru ini menggunakan suspensi belakang multi-link, berbeda dari tata letak torsion-beam pada Omoda 5 original. Persoalan VTA yang ditangani JPJ hanya menyangkut Omoda 5 yang menjadi objek tindakan departemen tersebut. Informasi yang tersedia tidak menunjukkan bahwa O5 yang lebih baru terkena isu suspensi yang sama.
Kasus ini juga menyusul kampanye terpisah pada 2024 yang melibatkan 600 unit Omoda 5 setelah kegagalan as belakang. Saat itu, Chery mengaitkan masalah tersebut dengan persoalan kalibrasi peralatan pada pemasok komponen. Kampanye lama dan recall saat ini memiliki cakupan yang berbeda, dan informasi yang tersedia tidak menunjukkan keduanya berbagi akar penyebab yang sama.
Pada kampanye 2024, sebanyak 600 kendaraan menjalani penyaringan dalam bentuk inspeksi preventif. Sementara itu, kampanye 2026 merupakan recall yang mencakup varian Omoda 5 C dan H dengan tindakan korektif berupa inspeksi dan penggantian komponen bila diperlukan. Perbedaan cakupan ini penting untuk dipahami agar persoalan tidak saling dicampuradukkan.

Insiden terbaru ini kembali memunculkan sorotan terhadap kualitas komponen, pengawasan pemasok, dan pemeriksaan keselamatan kendaraan. Penyebab insiden Oktober masih dalam proses investigasi dan tidak boleh disamakan dengan isu kalibrasi pemasok yang disebut pada 2024. Sampai informasi resmi berikutnya tersedia, penyebab pasti kejadian di Johor Bahru belum dapat dipastikan.
Di sisi lain, langkah Chery memperluas lini kendaraannya di pasar global terus berjalan. Perusahaan baru-baru ini memperkenalkan teknologi pengisian daya berdaya tinggi melalui Charger 1,44 MW, serta merinci pengembangan baterai lewat Baterai Rhinoceros. Ekspansi produk semacam ini menuntut kesiapan rantai pasok dan pengendalian mutu yang setara, terutama ketika kendaraan dijual di pasar dengan regulasi ketat seperti Malaysia.
Selain itu, Chery juga memperluas portofolio di segmen kendaraan listrik roda dua dengan menyetujui produksi Moped Listrik yang mirip Yamaha Vino, serta menghadirkan Jetour Traveller 7 sebagai SUV boxy dengan pilihan ICE dan PHEV. Diversifikasi lini produk ini menjadi konteks penting mengapa pengawasan mutu pada model yang sudah beredar, seperti Omoda 5, tetap menjadi prioritas yang tidak bisa diabaikan.
Permintaan maaf Yin Tongyue dan komitmennya untuk “berakar” di pasar luar negeri menunjukkan bahwa Chery menyadari tekanan reputasi yang muncul dari kasus ini. Namun, pernyataan tersebut baru sebatas pengakuan di forum publik. Dampak sesungguhnya akan terlihat dari hasil audit teknis JPJ, kelancaran proses inspeksi dan penggantian komponen gratis bagi pemilik Omoda 5 C dan H, serta apakah penangguhan VTA dicabut setelah tindakan korektif dan preventif diterapkan sesuai ketentuan.





Komentar
Belum ada komentar.