Telset.id – Tesla kembali menunda dua proyek ambisiusnya, yaitu Full Self Driving (FSD) tanpa pengawasan dan robot humanoid Optimus, sementara merek lain seperti Porsche, BMW, dan Liebherr justru menghadirkan inovasi nyata di sektor pengisian daya kendaraan listrik. Informasi ini muncul dalam laporan hasil keuangan kuartal ketiga 2026 Tesla yang dibahas dalam episode podcast Quick Charge, sebagaimana dikutip dari Electrek.
Dalam panggilan earnings Q3 2026 tersebut, Tesla mengonfirmasi bahwa fitur unsupervised Full Self Driving masih berjarak setidaknya enam bulan ke depan. Penundaan ini terasa akrab karena terjadi setelah bertahun-tahun janji yang tak kunjung terwujud. Perusahaan juga mendorong jadwal pengiriman robot Optimus hingga akhir 2027, dengan alasan masalah pada bagian tangan robot masih belum terselesaikan.
Di sisi lain, laporan keuangan Tesla menunjukkan margin yang kembali menguat, meski laba perusahaan tetap menurun. Tesla juga mencatat pendapatan energi yang turun 16 persen akibat pengembalian dana ke pelanggan terkait tarif. Perusahaan turut menurunkan panduan belanja modal (capex) 2026 secara diam-diam menjadi 20 miliar dolar AS.
Baca Juga:
Janji FSD dan Optimus yang Kembali Molor
Penundaan unsupervised FSD menjadi sorotan utama. Tesla menyatakan fitur ini baru akan tersedia pada kuartal kedua 2027, dan itupun hanya di dalam zona Robotaxi. Artinya, kemampuan berkendara tanpa pengawasan penuh belum akan dirasakan pengguna biasa dalam waktu dekat. Pola penundaan ini seolah mengulang situasi serupa yang disebut telah berlangsung selama sembilan tahun berturut-turut.
Sementara itu, robot humanoid Optimus yang sempat dipromosikan sebagai lompatan besar Tesla juga harus menerima kenyataan pahit. Pengiriman massalnya didorong ke akhir 2027 karena persoalan teknis pada tangan robot yang belum tuntas. Upaya produksi massal Optimus memang sempat menjadi perhatian, namun kendala perangkat lunak masih membayangi. Persoalan serupa pernah dibahas dalam laporan mengenai produksi massal Optimus.
Di sisi penjualan, Tesla menyalahkan pasokan baterai sebagai penyebab penjualan yang datar. Namun harga produk Tesla terus menurun, memunculkan pertanyaan soal strategi penetapan harga perusahaan. Isu ini juga pernah diulas dalam artikel soal klaim pasokan baterai yang dianggap tidak sejalan dengan data.
Porsche, BMW, dan Liebherr Pamer Inovasi Charging
Berbeda dengan Tesla yang bergulat dengan penundaan, sejumlah merek justru menunjukkan kemajuan konkret di bidang pengisian daya. Porsche dilaporkan akhirnya memasukkan teknologi pengisian nirkabel (wireless charging) ke jalur produksi. Langkah ini menjadi salah satu tonggak penting karena menghadirkan pengisian tanpa kabel ke kendaraan produksi nyata.
BMW juga mencuri perhatian lewat demonstrasi pengisian cepat publik pertama untuk iX5, yang mencapai daya hingga 460 kW. Angka tersebut menunjukkan upaya nyata untuk mempercepat waktu pengisian dan menekan kecemasan jangkauan (range anxiety) yang kerap menjadi keluhan pengguna kendaraan listrik.
Tak ketinggalan, Fortescue menggunakan robot las KUKA untuk menangani kabel pengisian berkapasitas 6 MW. Pendekatan ini menyoroti bagaimana otomasi industri mulai merambah infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik, terutama untuk kebutuhan berdaya besar. Deretan inovasi ini menjadi kontras tajam terhadap kabar penundaan dari Tesla.
Bagi Tesla sendiri, laporan keuangan Q3 2026 tetap memperlihatkan upaya perusahaan menopang bisnis lewat lini lain seperti Robotaxi dan Semi. Pembahasan lebih jauh soal kinerja keuangan ini dapat ditemukan dalam ulasan laba operasi Tesla. Perusahaan juga dikabarkan tengah membangun peta sendiri untuk memperbaiki FSD, sebuah langkah yang menimbulkan tanda tanya soal pendekatan visi murni yang selama ini diusung.
Selain itu, Tesla sempat menyiapkan penjualan Cybercab ke pelanggan sebelum akhir 2026, sebuah rencana yang perlu dicermati mengingat fitur FSD tanpa pengawasan baru akan hadir di zona Robotaxi pada 2027. Informasi soal rencana penjualan tersebut pernah dibahas dalam artikel mengenai penjualan Cybercab.
Secara keseluruhan, episode Quick Charge kali ini menggambarkan dua kecepatan berbeda dalam industri kendaraan listrik. Di satu sisi, Tesla masih berkutat dengan janji yang berulang kali mundur untuk FSD dan Optimus. Di sisi lain, Porsche, BMW, dan Liebherr menunjukkan bahwa inovasi pengisian daya yang nyata justru datang dari pemain lain. Bagi pasar, perbandingan ini menjadi catatan penting bahwa klaim ambisius perlu dibarengi dengan realisasi yang terukur.
[ META_DESCRIPTION]
Tesla kembali menunda FSD tanpa pengawasan hingga 2027 dan Optimus ke akhir 2027, sementara Porsche, BMW, dan Liebherr hadirkan inovasi charging EV.





Komentar
Belum ada komentar.