📑 Daftar Isi

Tesla Cybertruck dihentikan polisi Jerman di jalan raya A99 dekat Vaterstetten dengan bagian kendaraan disensor bilah hitam

Cybertruck Disita di Jerman: Tak Punya Izin Tipe dan Lisensi Sopir

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Tesla Cybertruck dihentikan polisi di A99 dekat Vaterstetten, Bavaria, Jerman
  • Kendaraan tidak memiliki izin tipe di Jerman karena menyimpang dari persyaratan, termasuk perlindungan pejalan kaki
  • Gross Vehicle Weight Cybertruck melampaui 3.500 kg, sementara pengemudi hanya memegang lisensi kelas B
  • Polisi menyatakan kendaraan memerlukan lisensi C1 hingga 7,5 ton
  • Pengemudi asal Swedia diduga mendaftarkan kendaraan di Polandia tanpa batas kecepatan dan lisensi yang sesuai
  • Pengemudi dilarang melanjutkan perjalanan dan berpotensi menghadapi denda tinggi

Telset.id – Sebuah Tesla Cybertruck disita polisi di Jerman setelah pengemudinya melintas di jalan raya A99 dekat Vaterstetten, Bavaria. Insiden ini menegaskan posisi kendaraan tersebut yang secara umum tidak legal di jalan raya Eropa, karena tidak memiliki izin tipe (type approval) di Jerman dan bobot kotornya melampaui batas lisensi kelas B yang dipegang sang pengemudi.

Cybertruck memang dikenal sebagai kendaraan yang paling menyita perhatian di jalan, terutama karena desainnya yang tidak konvensional dan polarizing. Namun persoalannya bukan sekadar soal tampilan. Bentuk kendaraan itu melanggar sejumlah aturan Eropa, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan pejalan kaki, sebuah kritik yang sudah muncul sejak pertama kali kendaraan ini diperkenalkan. Konsekuensinya, Cybertruck tidak memperoleh izin tipe di Jerman.

Bahkan permohonan pengecualian individual pun ditolak karena kendaraan tersebut dinilai “menyimpang secara signifikan” dari persyaratan yang berlaku. Bagi konsumen yang memantau dinamika pasar kendaraan listrik, kasus ini menunjukkan bahwa persoalan regulasi bisa menjadi hambatan yang sama seriusnya dengan persoalan harga. Sejumlah dinamika pasar Cybertruck di wilayah lain juga sempat menjadi sorotan, seperti ketika Tesla menghentikan Cybertruck untuk sejumlah pasar.

Tesla Cybertruck dihentikan polisi Jerman di jalan raya A99 dekat Vaterstetten dengan bagian kendaraan disensor

Benturan Bobot dengan Lisensi Kelas B

Selain persoalan izin tipe, Cybertruck juga terlalu besar untuk dijalankan dengan lisensi standar. Secara umum, lisensi kelas B yang biasa digunakan untuk mengemudikan mobil pribadi hanya mengizinkan kendaraan hingga 3.500 kg. Cybertruck memang memiliki bobot di bawah angka tersebut, tetapi batas itu merujuk pada Gross Vehicle Weight, yaitu bobot maksimum kendaraan saat terisi penumpang dan kargo. Pada seluruh varian Cybertruck, angka tersebut melampaui 3.500 kg.

Kasus di Bavaria menjadi contoh nyata dari persoalan tersebut. Pengemudi asal Swedia itu memegang lisensi kelas B seperti kebanyakan pengemudi lain. Polisi menyatakan bahwa kendaraan itu memerlukan lisensi C1 yang mengizinkan pengoperasian kendaraan hingga 7,5 ton. Alhasil, polisi tidak mengizinkan pengemudi melanjutkan perjalanan.

Vaterstetten berada dekat perbatasan selatan Jerman, sehingga ada kemungkinan Cybertruck tersebut belum lama berada di jalan raya Jerman. Namun karena pengemudinya berkewarganegaraan Swedia, jika ia mengemudi dari Swedia, ia sudah menghabiskan cukup banyak waktu di jalan raya Jerman sebelum akhirnya dihentikan.

Registrasi di Polandia dan Batas Kecepatan

Seorang komentator yang mengaku warga Jerman memberikan konteks tambahan atas insiden ini. Menurutnya, secara teknis Cybertruck yang dimodifikasi memang bisa didaftarkan di salah satu negara Eropa dan dijalankan secara legal di jalan raya Eropa. Namun kendaraan itu tidak bisa didaftarkan di Jerman, dan di sana hanya boleh dijalankan sesekali dengan durasi kurang dari satu tahun. Pengemudinya juga tetap memerlukan lisensi sopir truk, yaitu C1 untuk kendaraan hingga 7,5 ton, atau lisensi Jerman lama Führerscheinklasse 3, dengan batas kecepatan maksimum 90 km/jam.

Menurut komentator tersebut, pengemudi asal Swedia itu berhasil mendaftarkan kendaraannya di Polandia. Namun mobil tersebut tidak dibatasi kecepatan puncaknya, dan pengemudi tidak memiliki lisensi yang diperlukan untuk kendaraan dengan bobot maksimum di atas 3,5 ton. Karena itu ia tidak diizinkan melanjutkan perjalanan dan kemungkinan harus membayar denda tinggi.

Dalam foto polisi, terlihat bilah hitam menutupi sejumlah bagian kendaraan. Jerman menerapkan aturan privasi yang ketat dan menyembunyikan informasi yang dapat mengidentifikasi seseorang dalam foto publik. Biasanya hal itu tidak berlaku untuk kap mesin, tetapi Cybertruck dalam kasus ini dibalut wrap dan tampak memiliki beberapa logo yang harus ditutup polisi. Perusahaan memang kerap memakai Cybertruck sebagai media iklan berjalan karena daya tariknya yang besar.

Insiden serupa sebelumnya juga terjadi di Eropa. Sebuah Cybertruck impor pernah disita di Inggris, ada upaya menyelundupkan dua unit melalui Lituania menuju Rusia, dan Angkatan Darat Amerika Serikat sempat memperingatkan anggotanya bahwa Cybertruck tidak diizinkan berada di Jerman. Meski demikian, sejumlah pihak masih berhasil membawa Cybertruck ke jalan raya Eropa dengan memperoleh persetujuan individual dari satu negara atau negara lain, lalu melintasi perbatasan.

Tekanan regulasi ini datang di tengah berbagai persoalan komersial yang sudah menerpa Cybertruck. Laporan mengenai penjualan Tesla anjlok pada kuartal ketiga 2026 menunjukkan bahwa kendaraan ini menghadapi tantangan dari berbagai sisi, bukan hanya dari sisi penerimaan pasar. Di sisi lain, Tesla sempat mengambil langkah untuk memperkuat layanan purnajual melalui perpanjangan garansi PCS Cybertruck hingga delapan tahun.

Kasus di Vaterstetten menunjukkan bahwa pengemudi yang membawa kendaraan tanpa izin tipe ini di jalan raya Eropa berpotensi menghadapi masalah hukum. Kendaraan bisa dihentikan, pengemudi tidak diizinkan melanjutkan perjalanan, dan denda besar menanti. Bagi pemilik Cybertruck yang berencana melintasi perbatasan Eropa, status registrasi dan kepemilikan lisensi yang sesuai menjadi dua hal yang tidak bisa diabaikan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.