📑 Daftar Isi

Denza D9 Flash Charging Luxury Variant tampak samping

Denza D9 Varian Baru Turun Harga, Jarak Tempuh 1.480 Km

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Denza D9 meluncurkan varian Flash Charging Luxury Variant dengan harga 329.800 yuan (turun 4.430 dolar AS)
  • Jarak tempuh kombinasi mencapai 1.480 km dengan baterai Blade 58,5 kWh
  • Fitur flash charging dapat mengisi penuh dalam 9 menit
  • Pengurangan fitur interior seperti HUD, layar penumpang, dan material premium
  • Perangkat keras bantuan pengemudi LiDAR tetap dipertahankan
  • Penjualan Denza naik menjadi 18.631 unit pada Juni 2026

Telset.id – BYD melalui merek premiumnya, Denza, memperkenalkan varian baru Denza D9 PHEV dengan harga lebih terjangkau. Varian bernama Flash Charging Luxury Variant ini dibanderol 329.800 yuan (sekitar Rp 700 jutaan), turun 30.000 yuan atau setara 4.430 dolar AS dari varian dasar sebelumnya.

Langkah ini menjadi strategi Denza untuk memperluas pasar MPV premium plug-in hybrid (PHEV) di China. Meski harga lebih rendah, varian baru ini tetap mempertahankan sejumlah teknologi andalan seperti sistem PHEV dual-motor all-wheel-drive, baterai Blade generasi kedua, dan perangkat keras bantuan pengemudi berbasis LiDAR.

Denza menghadirkan penurunan harga dengan mengurangi beberapa fitur interior premium dan menyesuaikan komponen sasis. Dengan kata lain, pengorbanan dilakukan pada kenyamanan kabin, bukan pada jantung pacu atau sistem keselamatan utama.

Spesifikasi dan Jarak Tempuh Denza D9

Denza D9 generasi kedua pertama kali meluncur pada April 2026 dalam enam varian dengan rentang harga 359.800 hingga 459.800 yuan (53.100–67.900 dolar AS). Varian Flash Charging Luxury Variant kini hadir sebagai opsi termurah di jajaran tersebut.

Dari segi performa, varian ini mengusung sistem hybrid 1.5T yang dipadukan dengan dua motor listrik. Motor depan menghasilkan 200 kW, sementara motor belakang menyuplai 45 kW. Mesin bensinnya sendiri memberikan tenaga 115 kW dan torsi 225 Nm. Sistem ini dikonfigurasi sebagai penggerak empat roda (AWD).

Baterai Blade generasi kedua berkapasitas 58,5 kWh menjadi sumber daya utama. Denza mengklaim jarak tempuh listrik murni (CLTC) mencapai 350 km, sementara jarak tempuh kombinasi mencapai 1.480 km dalam kondisi operasional komprehensif. Angka ini menjadi daya tarik utama bagi konsumen yang menginginkan mobilitas jarak jauh tanpa khawatir kehabisan daya.

Beberapa laporan media menyebutkan jarak tempuh listrik murni melebihi 400 km, namun angka tersebut tidak sesuai dengan data resmi untuk varian baterai 58,5 kWh. Angka yang lebih tinggi kemungkinan merujuk pada konfigurasi D9 lain dengan spesifikasi baterai berbeda.

Teknologi Flash Charging

Salah satu fitur unggulan varian baru ini adalah dukungan terhadap arsitektur supercharging dual-gun direct-drive milik Denza. Perusahaan mengklaim sistem ini dapat menyelesaikan siklus pengisian penuh dalam 9 menit dalam kondisi pengujian mereka. Bahkan pada suhu ekstrem -30°C, waktu pengisian hanya bertambah sekitar 3 menit.

Kemampuan pengisian cepat ini tentu menjadi nilai jual besar, terutama bagi pengguna yang sering bepergian dan membutuhkan efisiensi waktu. Namun, perlu dicatat bahwa efek jangka panjang dari pengisian daya berdaya tinggi terhadap penuaan baterai masih belum diketahui secara pasti.

Varian Flash Charging Luxury Variant juga mempertahankan sistem bantuan pengemudi God’s Eye 5.0 Intelligent Driving Assistance System. Paket sensor yang diusung meliputi satu unit LiDAR atap, tiga radar gelombang milimeter 4D, 11 kamera, dan 12 sensor ultrasonik. Perangkat keras ini identik dengan varian yang lebih mahal, sehingga kemampuan bantuan mengemudi tidak berkurang meski harga lebih murah.

Pengurangan Fitur Interior

Untuk mencapai titik harga yang lebih rendah, Denza melakukan sejumlah penyesuaian pada peralatan kabin. Beberapa fitur yang dihilangkan antara lain head-up display, layar hiburan penumpang 15,6 inci, sistem pewangi kabin, dan trim interior kayu asli. Penyesuaian posisi lumbar dan fungsi pijat kursi penumpang depan juga dihapus, begitu pula dengan pemanas dan ventilasi kursi baris kedua.

Sasis varian ini masih menggunakan DiSus-C Intelligent Damping Body Control System milik Denza. Namun, varian ini tidak dilengkapi komponen spesifikasi lebih tinggi seperti perangkat keras mekanis dual-valve, sensor pratinjau jalan, atau fungsi kontrol cerdas iCVC.

Dari segi dimensi, varian ini identik dengan varian D9 generasi kedua lainnya. Panjang bodi mencapai 5.250 mm, lebar 1.960 mm, dan tinggi 1.900 mm dengan jarak sumbu roda 3.110 mm. Ukuran ini memastikan ruang kabin yang lega, sesuai dengan segmen MPV premium.

Kinerja Pasar Denza

Penjualan domestik Denza mencapai 18.631 unit pada Juni 2026, meningkat dari 15.620 unit pada Mei dan 10.638 unit pada April, menurut data China EV DataTracker. Varian baru ini diharapkan semakin mendongkrak angka penjualan di tengah persaingan ketat pasar MPV premium China.

Strategi Denza untuk menawarkan Harga Terbaru yang lebih kompetitif tanpa mengorbankan teknologi inti tampaknya menjadi langkah cerdas. Konsumen kini bisa mendapatkan MPV PHEV dengan jarak tempuh 1.480 km dan kemampuan flash charging tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Keputusan untuk mempertahankan perangkat keras bantuan pengemudi yang sama dengan varian lebih mahal juga menjadi nilai tambah. Bagi konsumen yang mengutamakan keselamatan dan teknologi mengemudi otonom, varian ini menawarkan paket yang menarik dengan harga lebih terjangkau.

Namun, pengurangan fitur interior seperti layar hiburan penumpang dan material premium mungkin menjadi pertimbangan bagi konsumen yang menginginkan kemewahan kabin maksimal. Denza memberikan pilihan: apakah konsumen lebih menghargai teknologi dan jarak tempuh, atau kenyamanan dan kemewahan interior.

Dengan hadirnya varian baru ini, Denza D9 semakin memperkuat posisinya di segmen MPV premium PHEV. Jarak tempuh 1.480 km dan kemampuan flash charging menjadi pembeda utama di tengah persaingan yang semakin ketat. Konsumen yang mencari Fitur Terbaru dalam paket yang lebih terjangkau kini memiliki opsi yang patut dipertimbangkan.

Implikasinya, keputusan Denza untuk memotong harga sambil mempertahankan teknologi inti bisa menjadi preseden bagi produsen EV lain. Strategi ini menunjukkan bahwa persaingan di pasar EV China tidak hanya soal harga, tetapi juga tentang bagaimana menawarkan nilai terbaik tanpa mengorbankan fitur-fitur penting yang menjadi daya tarik utama kendaraan listrik.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.