📑 Daftar Isi

Stasiun fast charging EVgo di Los Angeles dengan 20 plug dan dukungan CHAdeMO

EVgo Buka Stasiun Fast Charging Terbesar di Los Angeles

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • EVgo buka stasiun fast charging non-Tesla terbesar di Los Angeles, 10 stall & 20 plug hingga 350 kW
  • Tetap sediakan 2 port CHAdeMO 100 kW untuk Nissan Leaf lama & Mitsubishi Outlander PHEV
  • 18 kabel CCS, distribusi daya: 2 stall 100 kW, 3 stall 200 kW, 5 stall 350 kW
  • EVgo operasikan 1.175 stasiun & 5.185 port publik di AS, dukung Plug & Charge
  • Lokasi strategis di Mid-City dekat Santa Monica Freeway

Telset.id – EVgo resmi membuka stasiun pengisian cepat (fast charging) untuk kendaraan listrik non-Tesla terbesar di Kota Los Angeles. Stasiun baru yang berlokasi di S Robertson Blvd ini hadir dengan total 10 stall dan 20 plug yang mampu mengalirkan daya hingga 350 kilowatt (kW). Langkah ini menegaskan posisi EVgo sebagai salah satu jaringan pengisian terbesar di Amerika Serikat, sekaligus menjawab kebutuhan infrastruktur di koridor tengah kota yang padat aktivitas.

Menariknya, di tengah akselerasi industri menuju standar CCS dan NACS, EVgo justru masih menyediakan dukungan untuk konektor CHAdeMO yang perlahan ditinggalkan. Konektor ini merupakan tipe port yang digunakan oleh dua generasi sebelumnya Nissan Leaf, serta sejumlah plug-in hybrid buatan Jepang seperti Mitsubishi Outlander PHEV. Keputusan ini memberi ruang bagi pemilik EV generasi lama—yang kini dijual murah di pasar sekunder—agar tetap bisa menikmati fasilitas pengisian cepat. Perkembangan infrastruktur semacam ini sejalan dengan tren yang terlihat pada Pasar Baterai AS yang terus mencetak rekor baru.

Dari sisi teknis, stasiun EVgo di Los Angeles ini menawarkan distribusi daya yang tertata. Dua port CHAdeMO mampu mengalirkan daya hingga 100 kW, sementara 18 kabel sisanya menggunakan konektor CCS. Tingkat daya pun dibagi rapi: dua stall berdaya 100 kilowatt, tiga stall 200 kW, dan lima stall 350 kW. Tidak ada kabel NACS di lokasi ini, namun hal tersebut bukan masalah besar karena EV dengan konektor NACS tetap dapat menggunakan adaptor pada charger CCS. Sebaliknya, penggunaan adaptor CHAdeMO pada stasiun CCS dinilai sangat mahal dan tidak direkomendasikan oleh asosiasi CHAdeMO.

Dukungan CHAdeMO dan Ekspansi ke Supercharger Tesla

Keputusan EVgo mempertahankan CHAdeMO menjadi sinyal bahwa adopsi teknologi tidak selalu berjalan seragam. EVgo sendiri tercatat sebagai salah satu dari sedikit perusahaan yang mulai memasang Tesla Supercharger. Stasiun tersebut menggunakan dispenser V4 yang mampu mengalirkan daya hingga 500 kW pada 1.000 volt, dan secara otomatis terintegrasi ke dalam sistem navigasi aplikasi Tesla. Plug NACS juga mulai ditambahkan ke stasiun-stasiun yang sudah ada. Langkah ini menunjukkan strategi EVgo untuk menjangkau berbagai tipe kendaraan, sejalan dengan ekspansi infrastruktur pengisian yang juga terjadi di sektor lain, seperti yang terlihat pada proyek EV Bawah Tanah di dunia pertambangan.

Lokasi stasiun ini berada tepat di tepi Santa Monica Freeway, di kawasan Mid-City, yang merupakan koridor sibuk dan strategis. Pengendara dapat mengisi daya sambil makan, berbelanja kebutuhan harian, atau melanjutkan perjalanan lintas kota. Stasiun ini juga berada dalam jarak berjalan kaki ke sejumlah restoran, toko kelontong, dan pusat perbelanjaan. Kenyamanan akses semacam ini menjadi nilai tambah di tengah persaingan jaringan pengisian yang semakin ketat.

Baca Juga:

Jaringan EVgo dan Layanan Plug & Charge

Berdasarkan data Department of Energy’s Alternative Fuels Data Center (AFDC), EVgo saat ini mengoperasikan 1.175 stasiun pengisian cepat EV di Amerika Serikat, dengan total 5.185 port individual yang tersedia untuk publik. Sebagian besar stasiun menawarkan fungsi Plug & Charge, yang berarti sesi pengisian akan dimulai secara otomatis setelah kabel dicolokkan, asalkan sudah ada metode pembayaran yang terdaftar di akun pengguna. Kemudahan ini menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan pengalaman pengguna EV, terutama bagi mereka yang baru beralih ke kendaraan listrik.

Ekspansi EVgo juga mencerminkan dinamika industri pengisian daya yang bergerak cepat. Di satu sisi, standar baru seperti NACS dan CCS terus mendominasi; di sisi lain, dukungan untuk CHAdeMO menunjukkan bahwa adopsi teknologi di lapangan tidak selalu mengikuti pola seragam. Bagi pasar Indonesia, perkembangan ini bisa menjadi cermin bagaimana infrastruktur pengisian perlu mengakomodasi beragam konektor dan generasi kendaraan. Tren inovasi teknologi yang cepat juga terlihat di sektor lain, misalnya pada Audacity 4.0 yang baru saja rilis dengan fitur baru.

Dengan kapasitas hingga 350 kW dan lokasi strategis, stasiun EVgo di Los Angeles ini menjadi salah satu infrastruktur pengisian paling modern di kota tersebut. Namun, keberadaan CHAdeMO mengingatkan bahwa transisi teknologi tidak serta-merta meninggalkan pengguna lama. EVgo tampaknya memilih pendekatan inklusif: mempercepat adopsi standar baru tanpa mengabaikan basis kendaraan yang masih beroperasi. Langkah ini bisa menjadi acuan bagi operator jaringan pengisian di berbagai negara, termasuk Indonesia, dalam merancang infrastruktur yang adaptif terhadap beragam kebutuhan kendaraan listrik.

Ke depannya, persaingan jaringan pengisian daya akan semakin ditentukan oleh kemampuan menyediakan daya besar, konektivitas yang mulus, dan lokasi yang mudah diakses. EVgo dengan 1.175 stasiun dan 5.185 port publiknya kini berada di garis depan. Namun, tantangan tetap ada: memastikan setiap port tetap berfungsi optimal, termasuk yang masih melayani konektor CHAdeMO. Bagi konsumen, pilihan semakin terbuka, tetapi juga menuntut kejelasan soal kompatibilitas kendaraan dan biaya adaptor. Stasiun di S Robertson Blvd ini menjadi contoh nyata bagaimana industri pengisian daya menyeimbangkan inovasi dan inklusi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.