📑 Daftar Isi

Ilustrasi api di atas tempat parkir sejumlah Tesla Cybercab.

Firefighter Austin Soroti Cybercab Tesla Tanpa Setir

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Cybercab Tesla tanpa setir beroperasi di Austin, Texas
  • Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Austin, Matthew McElearney, menyoroti kontrol manual berbasis layar sentuh
  • Layar sentuh dinilai menyulitkan petugas darurat saat memindahkan kendaraan
  • Keterbatasan meliputi kebutuhan daya, batas kecepatan, dan perlunya pelatihan
  • Kekhawatiran serupa juga disampaikan terhadap kendaraan Zoox dan Waymo
  • McElearney mendesak regulator federal mengatur desain kendaraan otonom

Telset.id – Tesla Cybercab tanpa setir yang beroperasi di Austin, Texas, menuai kekhawatiran dari Dinas Pemadam Kebakaran Austin. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Austin, Matthew McElearney, menyatakan bahwa ketiadaan setir dan kontrol manual yang bergantung pada layar sentuh onboard menimbulkan kendala serius bagi petugas pertama yang harus memindahkan kendaraan saat keadaan darurat. Kekhawatiran ini menjadi sorotan karena Cybercab merupakan kendaraan self-driving terbaru Tesla yang sudah mulai beroperasi di jalanan Austin.

Cybercab Tesla hadir dengan pintu kupu-kupu yang berkilau di bawah sinar matahari Texas. Namun di balik tampilan futuristiknya, kendaraan ini tidak dilengkapi setir. Kontrol manualnya terhubung ke layar sentuh onboard, yang menurut McElearney justru menghadirkan masalah tersendiri. Dalam wawancara dengan NBC, ia mengungkapkan bahwa layar sentuh mobil yang dikenal rewel bisa menjadi tantangan besar ketika petugas harus bergerak cepat di situasi darurat.

McElearney menjelaskan sejumlah skenario nyata di mana layar sentuh tidak dapat diandalkan. Misalnya ketika petugas mengenakan sarung tangan, tubuh mereka tertutup debu atau keringat, atau ketika kendaraan mengalami kerusakan atau kehilangan daya. Kondisi-kondisi ini membuat kontrol berbasis layar sentuh sulit dioperasikan secara presisi.

Keterbatasan Kontrol Layar Sentuh Cybercab

Menurut McElearney, kontrol layar sentuh pada Cybercab memiliki sejumlah keterbatasan. Ia menyebut bahwa untuk mengoperasikannya dibutuhkan daya, serta ada batasan pada kecepatan. Selain itu, pengoperasiannya memerlukan semacam pelatihan atau keahlian khusus. “Jelas, ini memiliki beberapa kekurangan,” ujar McElearney tentang kontrol layar sentuh mobil tersebut. “Anda membutuhkan daya untuk melakukannya. Ada beberapa batasan pada kecepatan. Dan itu memang membutuhkan sedikit, saya katakan, pelatihan atau mungkin sedikit keahlian untuk mengoperasikannya.”

Ia juga menyoroti risiko kesalahan manuver saat petugas harus memindahkan kendaraan. “Yang tidak saya inginkan adalah seseorang meletakkan ujung jarinya dan mencoba memutarnya perlahan, lalu mobil itu bergerak zig ketika seharusnya zag,” lanjut McElearney. Kekhawatiran ini bukan hanya soal kenyamanan, melainkan soal keselamatan dan kecepatan respons di lapangan.

Baca Juga:

Meski Cybercab menjadi tantangan terbaru, McElearney juga menyampaikan kekhawatiran serupa terhadap kendaraan dari pesaing Tesla seperti Zoox dan Waymo. Ia menilai masalah ini bukan sekadar isu satu produsen, melainkan persoalan yang lebih luas dalam industri kendaraan otonom. Menurutnya, keputusan mengenai desain kendaraan dengan atau tanpa setir seharusnya tidak diserahkan kepada perusahaan, melainkan diatur oleh regulator federal.

Desakan Regulasi Federal untuk Kendaraan Otonom

McElearney secara tegas mendesak pemerintah federal untuk turun tangan dalam mengatur desain kendaraan otonom. “Kami membutuhkan pemerintah federal untuk mengambil peran dalam hal ini,” tegas McElearney. “Saya tahu administrasi ini sangat pro-teknologi, tetapi kita juga perlu pro-melakukan dengan cara yang benar — bukan hanya untuk menjadi yang pertama dalam hal otonom.”

Pernyataan ini mencerminkan adanya ketegangan antara dorongan inovasi teknologi dan kebutuhan akan standar keselamatan yang jelas. McElearney tidak menentang perkembangan teknologi otonom, namun ia menekankan pentingnya prosedur yang benar, terutama ketika menyangkut keselamatan publik dan kesiapan petugas darurat.

Dalam konteks yang lebih luas, isu kontrol manual pada kendaraan otonom menjadi perdebatan yang semakin relevan seiring makin banyaknya kendaraan self-driving yang beroperasi di jalanan. Kehadiran Cybercab di Austin menjadi contoh nyata bagaimana teknologi otonom bertemu dengan realitas operasional di lapangan, termasuk bagi petugas pertama yang harus beradaptasi dengan desain kendaraan yang tidak konvensional.

A photo illustration of flames over a parking lot of Tesla Cybercabs.

Kekhawatiran McElearney juga menyentuh aspek pelatihan. Ia menyebut bahwa mengoperasikan kontrol layar sentuh Cybercab memerlukan semacam pelatihan atau keahlian. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana petugas darurat dapat dengan cepat dan aman menangani kendaraan otonom dalam situasi yang menuntut respons cepat. Tanpa setir dan dengan kontrol yang bergantung pada daya serta layar sentuh, proses evakuasi atau pemindahan kendaraan bisa menjadi lebih rumit.

Selain itu, McElearney menyoroti bahwa masalah ini tidak hanya berlaku untuk Cybercab. Kendaraan dari Zoox dan Waymo juga menimbulkan kekhawatiran serupa. Ini menunjukkan bahwa tantangan desain kendaraan otonom tanpa kontrol manual yang memadai adalah isu industri yang lebih luas, bukan sekadar masalah satu perusahaan. Regulasi federal dianggap sebagai solusi yang diperlukan untuk memastikan standar keselamatan yang konsisten di seluruh produsen.

Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai respons resmi Tesla terhadap kekhawatiran yang disampaikan McElearney. Namun, pernyataan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Austin ini menambah daftar pertimbangan dalam diskusi mengenai kesiapan infrastruktur dan regulasi dalam menghadapi kendaraan otonom. Kehadiran Cybercab di Austin menjadi penanda bahwa teknologi self-driving tidak hanya soal kemampuan berkendara sendiri, tetapi juga soal bagaimana kendaraan tersebut berinteraksi dengan lingkungan dan petugas darurat di sekitarnya.

Bagi masyarakat umum, isu ini relevan karena menyangkut keselamatan di ruang publik. Ketika kendaraan otonom semakin umum, kemampuan petugas darurat untuk menangani situasi darurat yang melibatkan kendaraan tersebut menjadi faktor penting. Desakan McElearney agar regulator federal mengambil peran menegaskan bahwa keselamatan publik tidak boleh dikorbankan demi kecepatan inovasi. Pada akhirnya, keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kesiapan operasional di lapangan akan menentukan seberapa mulus kendaraan otonom dapat diterima di jalanan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.