📑 Daftar Isi

Ferrari Luce, mobil listrik pertama Ferrari, tampil dengan bodi empat pintu dan aksen modern khas Maranello.

Ferrari Luce Dibanderol Rp9,3 Miliar di AS, Ini Rinciannya

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Ferrari Luce dibanderol 560.800 dolar AS (sekitar Rp9,3 miliar) di AS, kirim kuartal II 2027
  • Angka ini mengoreksi harga 640.000 dolar AS yang muncul dari konversi harga Eropa 550.000 euro termasuk PPN Italia 22 persen
  • Selisih sekitar 55.000 dolar AS dari harga Italia sebelum pajak, sebagian akibat tarif AS 15 persen
  • Alokasi 2026 kurang dari 500 unit ludes dalam dua bulan, China jadi penyumbang terbesar
  • Spesifikasi: empat motor, 1.035 hp, baterai 122 kWh SK On, 800V, 529 km WLTP

Telset.id – Ferrari resmi menetapkan harga jual Luce, mobil listrik pertamanya, di angka 560.800 dolar AS atau sekitar Rp9,3 miliar untuk pasar Amerika Serikat. Angka itu dikonfirmasi langsung oleh Ferrari setelah lebih dulu dilaporkan Car and Driver, dan pengiriman ke pembeli Amerika dijadwalkan pada kuartal kedua 2027. Harga tersebut sekaligus mengoreksi angka 640.000 dolar AS yang selama ini menempel pada Luce sejak mobil ini diperkenalkan pada Mei.

Koreksi itu bukan karena Ferrari memberi diskon. Saat meluncurkan Luce di Roma pada 25 Mei, Ferrari tidak merilis harga Amerika, melainkan harga Eropa sebesar 550.000 euro. Sebagian besar media, termasuk Electrek, mengonversinya dengan kurs saat itu sekitar 1,16 dolar AS per euro dan menghasilkan angka sekitar 640.000 dolar AS. Persoalannya, harga mobil di Eropa lazim mencantumkan PPN, dan tarif PPN Italia 22 persen. Setelah pajak dikeluarkan, Luce sebenarnya berharga sekitar 450.800 euro di Italia, atau sekitar 506.000 dolar AS dengan kurs terkini sekitar 1,12 dolar AS per euro.

Artinya, pembeli Amerika membayar sekitar 55.000 dolar AS lebih tinggi daripada yang dibayar pembeli Italia sebelum pajak, dan mereka masih harus menanggung pajak penjualan negara bagian di atas harga 560.800 dolar AS. Sebagian selisih itu berasal dari kebijakan dagang: mobil buatan Eropa kini dikenai tarif AS sebesar 15 persen, dan Ferrari sudah menaikkan harga sebagian jajaran produknya di Amerika tahun lalu untuk menutup beban tersebut. Angka 560.800 dolar AS juga belum termasuk opsi, yang daftar harganya belum dipublikasikan Ferrari.

Spesifikasi Luce: Empat Motor, 1.035 Tenaga Kuda

Soal harga, Ferrari tampaknya tidak perlu khawatir. Alokasi Luce untuk 2026 sebanyak kurang dari 500 unit ludes dalam waktu kurang dari dua bulan, dengan China menjadi penyumbang permintaan terbesar. Pada Agustus, chassis produksi pertama terjual seharga 40 juta dolar AS dalam lelang amal untuk Ferrari Foundation. Capaian itu terjadi meski peluncurannya sempat berlangsung kasar: desain hasil kolaborasi dengan Jony Ive dan Marc Newson dari LoveFrom mendapat kritik tajam di dunia maya, dan saham Ferrari sempat turun tajam beberapa hari setelah peluncuran sebelum akhirnya pulih.

Dari sisi hardware, Luce bukan mobil listrik biasa. Ferrari membekalinya dengan empat motor listrik, satu di setiap roda, dengan total tenaga 1.035 hp. Mobil ini dibangun di atas arsitektur 800V dengan paket baterai 122 kWh dari SK On, mendukung pengisian cepat hingga 350 kW, dan diklaim mampu menempuh 529 km (329 mil) dalam siklus WLTP. Akselerasi 0-100 km/jam diklaim 2,5 detik, dengan bobot 2.260 kg (4.982 pon). Luce juga menjadi Ferrari pertama dengan konfigurasi lima tempat duduk.

Sebagai pembanding, Electrek menyebut Lucid Air Sapphire dengan tenaga di atas 1.200 hp dibanderol sekitar 250.000 dolar AS. Dengan uang yang sama untuk satu Luce, pembeli bisa membeli dua Lucid Air Sapphire dan masih menyisakan uang. InsideEVs bahkan mencatat bahwa Luce kemungkinan menjadi Ferrari paling “serba bisa” sepanjang sejarah, meski desainnya paling memecah pendapat di antara model Maranello.

Kritik desain yang sempat ramai juga tidak menyurutkan minat kolektor. Sejumlah pengamat menilai sebagian pemesan tidak semata jatuh cinta pada mobilnya, melainkan ingin menjaga posisi dalam antrean model limited-run berikutnya, termasuk V12. Meski begitu, Electrek menegaskan satu hal sederhana: deposit tetap deposit. Ujian sesungguhnya baru datang pada 2027 dan 2028, ketika gelombang pertama kolektor sudah menerima kendaraannya dan Luce harus bersaing murni atas kualitasnya sendiri.

Perdebatan soal tampilan rupanya tidak menyurutkan perhatian pasar. Sejumlah modifikasi bahkan sudah muncul, seperti yang terlihat pada Ferrari Luce yang mendapat sentuhan velg aftermarket. Di sisi lain, penjualan unit perdana lewat lelang amal menunjukkan bahwa nilai simbolis Luce justru lebih kuat daripada kritik visual yang beredar, sebagaimana dibahas dalam lelang perdana yang memecahkan rekor.

Pelajaran dari Harga yang Tidak Penting

Kisah paling menarik dari penetapan harga Luce bukan pada angka 560.800 dolar AS itu sendiri, melainkan pada reaksi pasar. Banyak merek mewah meyakini pembeli kaya tidak akan mau membayar setara harga supercar untuk sebuah mobil listrik. Maserati disebut membatalkan MC20 Folgore justru karena kekhawatiran itu. Ferrari melakukan hal sebaliknya: memasang harga 560.800 dolar AS pada sebuah EV empat pintu dengan desain kontroversial, dan tetap menghabiskan alokasi produksi setahun penuh.

Bagi konsumen Indonesia, angka ini lebih relevan sebagai cermin strategi penetapan harga kendaraan listrik mewah daripada sebagai target pembelian. Ferrari tidak mempublikasikan harga opsi, tidak memasukkan pajak penjualan negara bagian, dan tidak menyerap tarif impor 15 persen ke dalam harga dasar. Semua komponen itu menunjukkan bahwa harga dasar sebuah EV premium di pasar ekspor adalah titik awal, bukan angka final. Selama permintaan terhadap kuota produksi tetap tinggi, Ferrari punya ruang untuk mempertahankan posisi harga tanpa harus menurunkan spesifikasi.

Yang perlu dicatat, Ferrari belum mengungkap berapa harga opsi Luce dan bagaimana komposisinya nanti. Sampai informasi itu keluar, angka 560.800 dolar AS tetap menjadi patokan resmi pertama yang dikonfirmasi pabrikan untuk pasar Amerika, dengan pengiriman perdana dijadwalkan kuartal kedua 2027.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.