Telset.id – Unit pertama Freelander 8, SUV listrik range-extended (EREV), telah resmi meluncur dari jalur produksi pabrik Chery Jaguar Land Rover (CJLR) di Changshu, China. Langkah ini menandai upaya serius CJLR untuk bangkit kembali setelah menghentikan produksi model berbahan bakar bensin akibat penjualan yang rendah.
SUV berukuran besar ini menjadi model perdana dari merek Freelander yang kini diposisikan sebagai brand independen di bawah naungan CJLR. Fokus utama Freelander adalah memproduksi off-road crossover dengan powertrain listrik range-extended. Setelah memasuki pasar China dalam waktu dekat, Freelander 8 akan merambah pasar global dengan Timur Tengah sebagai target utama.
Pabrik Changshu sendiri merupakan fasilitas manufaktur skala penuh pertama Jaguar Land Rover di luar Inggris yang mulai beroperasi pada 2014 lalu. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi tahunan hingga 200.000 unit kendaraan. Keputusan CJLR untuk menghentikan produksi model bensin tidak terlepas dari merosotnya penjualan yang hanya mencapai sekitar 26.000 unit pada tahun 2025.
Spesifikasi dan Dimensi Freelander 8
Unit pertama Freelander 8 yang keluar dari jalur produksi hadir dengan warna hijau. Mobil tersebut diparkir di depan spanduk bertuliskan “Celebration of the first Freelander offline No. 00,000,001.” Hal ini menunjukkan ambisi CJLR untuk menjadikan Freelander sebagai model dengan volume penjualan tinggi.

Dari segi dimensi, Freelander 8 sangat besar dengan panjang 5.118 mm, lebar 2.050 mm, dan tinggi 1.898 mm, serta jarak sumbu roda mencapai 3.040 mm. SUV ini hadir standar dengan konfigurasi enam kursi dalam tata letak 2+2+2.
Kabin Freelander 8 dibekali teknologi canggih. Fitur unggulannya meliputi layar panorama 46,3 inci dan monitor 15,6 inci. Interiornya juga dilengkapi dengan pencahayaan ambient 256 warna dan chip otomotif Qualcomm Snapdragon 8397 grade. Detail lebih lanjut mengenai interior mewah ini bisa Anda simak dalam artikel Interior Freelander 8 yang telah kami bahas sebelumnya.
Sistem EREV dan Fitur Off-Road
Freelander 8 menggunakan sistem EREV (Extended-Range Electric Vehicle). Mobil ini memiliki mesin pembakaran internal (ICE) 1,5 liter di bawah kap yang berfungsi sebagai generator. Mesin ini tidak mentransfer torsi ke roda, melainkan mengirimkan energi ke baterai NMC ternary berkapasitas 60,331 kWh.
Meskipun belum ada informasi detail mengenai motor listriknya, jarak tempuh listrik Freelander 8 mencapai 221 km. SUV ini juga dilengkapi dengan suspensi udara dual-chamber, differential lock mekanis depan, differential slip terbatas elektronik belakang, dan struktur differential virtual sentral. Kemampuan off-roadnya mumpuni dengan kapasitas derek hingga 2.000 kg.
Mobil ini juga memanfaatkan sistem bantuan mengemudi dari Huawei yang dilengkapi dengan LiDAR 896-line. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penggunaan teknologi Huawei di SUV ini, Anda bisa membaca artikel Teknologi Huawei yang kami sajikan.
Baca Juga:
Jadwal Peluncuran dan Pasar Global
Freelander 8 akan memulai masa pemesanan awal (presales) pada 10 Agustus mendatang. Setelah merambah pasar China, CJLR berencana membawa SUV ini ke pasar global, dengan Timur Tengah sebagai fokus utama ekspansi internasional.

Langkah CJLR menghidupkan kembali merek Freelander dengan teknologi EREV ini menjadi strategi yang menarik di tengah persaingan ketat pasar otomotif China. Dengan menggabungkan desain off-road khas Land Rover dan teknologi elektrifikasi, CJLR berharap dapat merebut kembali pangsa pasar yang hilang.
Kehadiran Freelander 8 menjadi bukti bahwa segmen SUV besar dengan teknologi range-extender masih memiliki tempat di hati konsumen China. Keberhasilan model ini akan menjadi penentu bagi masa depan CJLR di pasar otomotif global, terutama di kawasan Timur Tengah yang menjadi target ekspansi.





Komentar
Belum ada komentar.