📑 Daftar Isi

Render platform EV generasi keempat General Motors dengan baterai LMR

GM Pangkas Baterai 20% lewat Platform EV Generasi Keempat

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • GM umumkan platform EV generasi keempat di GM Forward, New York
  • Baterai LMR lebih murah dari nikel tinggi, 33% lebih padat dari LFP
  • Efisiensi 20% naik, bobot 15% turun, kapasitas baterai 20% lebih kecil
  • Arsitektur komputasi terpusat: kabel 30% lebih sedikit, prosesor 40x
  • Debut di Cadillac Escalade IQ 2028, tanpa tenggat produksi pasti

Telset.id – General Motors (GM) mengumumkan platform EV generasi keempat di ajang GM Forward, New York, Rabu waktu setempat. Arsitektur anyar ini diklaim memangkas kebutuhan kapasitas baterai hingga 20% sekaligus menurunkan bobot kendaraan 15%, tetapi GM belum memastikan kapan kendaraan tersebut mengaspal dan model apa yang lebih dulu memakainya. Inilah inti dari pendekatan berbasis data: GM menaruh efisiensi sebagai taruhan utama, bukan sekadar menambah ukuran baterai.

Presiden GM Mark Reuss menyebut platform ini akan melayani “a remarkable set of vehicles in several segments” dan peluncurannya akan terjadi “very shortly”. Namun, perusahaan tidak memberikan tenggat waktu pasti. Menurut juru bicara GM, platform ini akan menjadi basis EV di segmen “highest-volume” perusahaan, yang diklarifikasi sebagai SUV crossover. Artinya, jantung pasar GM—bukan model niche—yang akan menanggung beban arsitektur baru ini.

Pengumuman itu memang minim detail konkret. Namun arah strateginya jelas: GM ingin membangun mobil yang memakai lebih sedikit baterai mahal tanpa mengorbankan jarak tempuh. Langkah ini berpotensi menekan biaya produksi EV dan menjaga upaya perusahaan memperbesar skala elektrifikasi.

LMR Jadi Kunci Efisiensi Biaya

Di inti teknologi ini berdiri baterai lithium-manganese-rich (LMR), sebuah kimia yang menurut GM lebih murah ketimbang sel nikel tinggi, sekaligus 33% lebih padat energi dibanding lithium iron phosphate (LFP). Kombinasi ini yang membuat GM berani memangkas kapasitas baterai tanpa mengorbankan jangkauan.

“With that being unlocked, that changes everything,” ujar Zach Walker, direktur arsitektur EV global GM. Ia menjelaskan bahwa jarak tempuh setara atau lebih dengan baterai 20% lebih sedikit—komponen biaya dominan dalam sistem—berdampak langsung pada proposisi nilai bagi perusahaan maupun pelanggan.

Sel prismatik ini akan diintegrasikan secara struktural ke dalam kendaraan. Walker enggan merinci apakah sel dipasang dalam format cell-to-pack atau memakai struktur modul tertentu. Namun ia menegaskan arsitektur baru memungkinkan pengemasan baterai yang lebih baik, misalnya membuat kendaraan lebih rendah dan lebih aerodinamis tanpa mengorbankan bentuk mobil. “Like, you can go slam a roof, and then the customer’s driving, like, a clown car,” kelakarnya.

Secara keseluruhan, GM mengklaim EV generasi keempat menghasilkan pengurangan massa kendaraan 15%, efisiensi 20% lebih tinggi, kapasitas baterai 20% lebih kecil, dan performa aerodinamis 25% lebih baik. Perusahaan juga merombak unit penggerak dan elektronika daya sehingga jumlah komponen di dalam tiap motor berkurang 40%.

Komputasi Terpusat dan Peta Jalan 2028

Seperti halnya Ford, GM juga merombak arsitektur kelistrikan dan komputasi pada EV barunya. Puluhan modul kontrol elektronik diskret yang mengatur fungsi spesifik digantikan sistem terpusat yang jauh lebih kuat. Langkah ini mengikuti jejak Tesla dan Rivian. Secara teori, pendekatan tersebut memungkinkan pembaruan perangkat lunak over-the-air yang lebih dalam, fitur baru, dan kontrol lebih terpusat atas berbagai bagian kendaraan.

Sistem baru memakai satu Central Compute Unit yang ditempatkan di dekat bagian depan kendaraan untuk menangani persepsi, propulsi, sistem keselamatan, dan kontrol sasis. “This unified foundation provides the heavy computing power required to run both sophisticated in-cabin AI and autonomous driving simultaneously,” tulis GM dalam siaran persnya.

Hasil akhirnya, menurut GM, adalah arsitektur kelistrikan dan komputasi dengan kabel 30% lebih sedikit dibanding EV saat ini—menghemat kompleksitas dan bobot—tenaga pemrosesan 40 kali lebih besar, serta konektivitas seluler 50% lebih cepat untuk streaming video dan fitur lain. Arsitektur ini akan hadir di jalanan lewat Cadillac Escalade IQ 2028 dan menjadi kunci sistem mengemudi eyes-off pertama GM yang debut di kendaraan tersebut. Teknologi serupa juga akan ditemukan pada EV generasi keempat dan di seluruh lini kendaraan berbahan bakar GM, dimulai dari pikap dan SUV tiga baris.

Di sisi kompetisi, Ford juga menggarap platform EV dari nol yang diklaim lebih efisien dan lebih murah diproduksi ketimbang teknologi yang dipakai Mustang Mach-E dan F-150 Lightning. Namun Ford tampak lebih jauh melangkah: pikap Fathom seharga US$30.000 dijadwalkan masuk produksi akhir tahun depan sebagai model pertama di platform Universal Electric Vehicle. Sementara itu, GM memilih memamerkan arsitektur tanpa tenggat produksi yang tegas—sebuah celah yang wajar dipertanyakan pasar.

Reuss sendiri menegaskan bahwa GM terus mengembangkan EV masa depan dan berupaya menekan biaya baterai. Ia menyebut GM adalah perusahaan global dan penjualan EV sedang naik di seluruh dunia. “And when the U.S. market is ready for EVs in large numbers, we will be there for them,” ujarnya di atas panggung. Pernyataan itu memberi sinyal bahwa GM memposisikan platform ini sebagai kesiapan jangka panjang, bukan gebrakan instan—sebuah pendekatan yang mengingatkan pada kehati-hatian industri otomotif dalam membaca tren, sebagaimana terlihat pada strategi bobot tetap prioritas di segmen lain.

Dengan efisiensi 20% lebih tinggi, bobot 15% lebih ringan, dan pemangkasan kapasitas baterai 20%, platform EV generasi keempat GM menempatkan penghematan biaya sebagai tujuan akhir. Namun tanpa tanggal produksi yang pasti dan daftar model yang jelas, klaim efisiensi itu masih menunggu pembuktian di jalanan. Bagi pasar, pertanyaannya sederhana: seberapa cepat “very shortly” itu benar-benar terwujud.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.