📑 Daftar Isi

SUV listrik D-segmen baru Hyundai yang ditampilkan tertutup di antara IONIQ 5 dan Santa Fe

Hyundai Siapkan SUV Listrik D-Segmen Baru di Atas IONIQ 5

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Hyundai mengumumkan SUV listrik D-segmen global baru yang diposisikan di atas IONIQ 5
  • Target penjualan 5,5 juta kendaraan pada 2030 dengan 60% porsi elektrifikasi
  • 100 kendaraan baru akan diluncurkan hingga 2030, termasuk 58 untuk Amerika Utara
  • D-SUV akan menggunakan platform SDV full-stack dengan ADAS Level 2 via NVIDIA pada 2028
  • Sistem infotainment Pleos Connect dengan Android Automotive OS dan Gleo AI
  • Pendapatan rekor 95,2 triliun won di paruh pertama 2026 dengan penjualan 2 juta unit
  • IONIQ 5 menjadi EV terlaris ketiga di AS setelah Tesla Model Y dan Model 3

Telset.id – Hyundai tengah menyiapkan SUV listrik baru untuk segmen D-global yang diposisikan sedikit di atas IONIQ 5. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh José Muñoz, President dan CEO Hyundai Motor Company, dalam acara 2026 CEO Investor Day pekan ini. Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Hyundai untuk meluncurkan 100 kendaraan baru hingga 2030.

Pada paruh pertama 2026, Hyundai berhasil menjual 2 juta kendaraan dan mencatatkan pendapatan rekor sebesar 95,2 triliun won (sekitar $69 miliar), naik 3% dibanding periode yang sama tahun lalu. Kinerja ini mendorong Hyundai Motor Group, yang juga menaungi Kia dan Genesis, menjadi grup otomotif paling profitable kedua secara global di belakang Toyota dan peringkat ketiga dalam hal volume penjualan.

“Ini waktu yang tepat untuk berada di Hyundai,” ujar Muñoz saat presentasi. Pernyataan tersebut muncul di tengah ambisi besar perusahaan untuk bertransformasi dari sekadar produsen otomotif menjadi perusahaan teknologi dan physical AI yang juga memproduksi mobil berkualitas.

Strategi Elektrifikasi dan Target Penjualan 2030

Hyundai menargetkan penjualan 5,5 juta kendaraan secara global pada 2030, meningkat dari 4,1 juta unit pada 2025. Dari jumlah tersebut, kendaraan elektrifikasi—termasuk hybrid, fully electric, dan extended-range electric vehicles (EREVs)—akan mencakup 60% dari total penjualan. Angka ini merupakan lompatan besar dibanding porsi elektrifikasi yang baru mencapai 23% pada 2025.

Hyundai-new-EV-SUVs-EREVs

Hyundai dan Genesis berencana meluncurkan 100 kendaraan baru atau yang diperbarui secara global antara sekarang hingga 2030. Rinciannya mencakup 58 model untuk pasar Amerika Utara, 49 untuk Korea Selatan, 41 untuk Eropa, dan 26 untuk India. Dalam delapan bulan ke depan saja, Hyundai akan meluncurkan tujuh kendaraan baru, termasuk Elantra terbaru (Avante di Korea), IONIQ 3, Tucson baru dan Tucson Hybrid, Santa Fe EREV pertama, serta SUV listrik A-segmen untuk India, B-SUV global baru, dan B-SUV lain untuk Eropa.

Menariknya, Muñoz juga mengungkapkan lima EV baru yang akan diluncurkan di Eropa. Kelima kendaraan tersebut mencakup dua SUV B-segmen baru, dua kendaraan komersial ringan, dan satu “D-SUV” yang masih misterius. SUV D-segmen ini ditampilkan dalam keadaan tertutup, diposisikan di antara IONIQ 5 dan Santa Fe dalam lini produk Hyundai.

Hyundai-new-electric-D-SUV

Kemunculan D-SUV ini terjadi saat Muñoz menjelaskan strategi Hyundai di China. Hyundai disebut “melipatgandakan komitmen” di pasar terbesar dan paling kompetitif di dunia tersebut. Strategi baru “In China, for China” mengandalkan kemitraan lokal untuk teknologi dan pengembangan, dimulai dengan IONIQ V yang diluncurkan awal tahun ini. Hal ini sejalan dengan pre-sale IONIQ V yang sudah berjalan di China.

Platform SDV dan Teknologi Masa Depan

SUV listrik D-segmen baru ini akan dibangun di atas platform SDV (Software-Defined Vehicle) full-stack baru. Pada 2027, Hyundai akan memperkenalkan B-SUV dan C-SUV baru, disusul D-SUV, D-MPV, dan D-sedan sebagai bagian dari “Phase II” yang mencakup NEV premium dan teknologi canggih.

Hyundai berencana menerapkan ADAS Level 2 pada model SDV produksi massal pertamanya pada 2028 melalui kemitraan dengan NVIDIA. Sementara itu, AI autonomous driving in-house Hyundai bernama Atria AI akan mulai mengumpulkan data di jalan-jalan Korea pada akhir 2026. Data tersebut akan digunakan untuk mengembangkan teknologi hingga akhirnya menawarkan kemampuan mengemudi otonom Level 2 hingga Level 4.

D-SUV ini juga akan dilengkapi sistem infotainment generasi terbaru Pleos Connect. Sistem ini pertama kali hadir di Eropa melalui IONIQ 3. Dibangun langsung di atas Android Automotive OS, sistem infotainment baru Hyundai ini dirancang mirip penggunaan smartphone dengan aplikasi, layar yang dapat dikustomisasi, dan Gleo AI sebagai asisten AI di dalam kabin.

hyundai-ioniq-3-interior-Pleos

Potensi Masuk Pasar Amerika Serikat

Meski belum ada konfirmasi resmi, TheKoreanCarBlog melaporkan bahwa D-SUV baru ini merupakan model global. Di AS, pasar terbesar Hyundai, perusahaan ini tumbuh lebih cepat dibanding produsen otomotif mana pun dalam dekade terakhir. Hyundai Motor mencatat penjualan ritel rekor 490.000 kendaraan pada paruh pertama tahun ini, berkat lini kendaraan elektrifikasi yang terus berkembang.

IONIQ 5 sendiri merupakan EV terlaris ketiga di AS, di belakang Tesla Model Y dan Model 3. Dengan posisi tersebut, kehadiran SUV D-segmen yang sedikit lebih besar dan sarat teknologi ini berpotensi mengisi celah pasar yang tepat jika dibanderol dengan harga kompetitif. Perkembangan ini tentu menarik untuk diikuti, terutama mengingat dinamika industri yang juga diwarnai isu lain seperti mogok kerja karyawan dan berbagai kebijakan baru perusahaan.

Dengan strategi elektrifikasi yang agresif dan dukungan teknologi AI, robotika, software, serta baterai, Hyundai tampaknya serius mengejar posisi terdepan di industri otomotif global. Langkah ini juga didukung ekosistem pengisian daya yang terus diperluas, termasuk diskon charging melalui IONNA yang berlaku hingga September.

Kehadiran SUV listrik D-segmen baru ini menegaskan ambisi Hyundai untuk memperkuat lini produk elektrifikasinya di berbagai segmen pasar. Dengan basis platform SDV modern dan teknologi ADAS canggih, model ini berpotensi menjadi tulang punggung strategi pertumbuhan Hyundai di pasar global, termasuk kemungkinan masuk ke Amerika Serikat.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.