Robot humanoid Iron milik unit robotika Xpeng dengan desain menyerupai manusia

Pendanaan Robot Humanoid Xpeng Tembus USD 900 Juta

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Unit robotika Xpeng mengumpulkan dana lebih dari USD 900 juta dengan valuasi pasca-pendanaan USD 6,3 miliar
  • Putaran pendanaan dipimpin IDG Capital dengan partisipasi Gaorong Ventures, Tencent, dan Alibaba
  • Pendanaan terbesar dalam industri embodied AI China
  • Pendiri Xpeng He Xiaopeng dan Brian Gu investasi pribadi USD 100 juta
  • Robot humanoid Iron menjadi produk utama untuk penempatan komersial
  • Pabrikan China lain seperti BYD, Chery, Changan, GAC juga kembangkan robot humanoid
  • Hyundai targetkan Atlas di pabrik Georgia tahun ini dan 2028 untuk penyusunan komponen

Telset.id – Geliat industri robot humanoid kian memanas setelah unit robotika Xpeng berhasil mengumpulkan dana lebih dari USD 900 juta. Pendanaan besar ini menempatkan Xpeng sebagai salah satu pemain kunci dalam perlombaan mengembangkan robot humanoid komersial, sekaligus menandai babak baru persaingan yang selama ini didominasi oleh Tesla dan Boston Dynamics.

Putaran pendanaan tersebut dipimpin oleh IDG Capital dengan partisipasi dari Gaorong Ventures, Tencent, dan Alibaba. Perusahaan menyebut pendanaan ini sebagai pendanaan swasta satu putaran terbesar yang pernah tercatat di industri “embodied AI” China, yaitu sistem AI yang dibangun langsung ke dalam mesin fisik. Dengan dana segar ini, valuasi pasca-pendanaan unit robotika Xpeng mencapai lebih dari USD 6,3 miliar.

Kabar ini muncul di tengah gelombang masuknya pabrikan otomotif China ke bisnis robot humanoid. Bulan ini saja, AiMOGA, unit robotika dari Chery Automobile, dikabarkan mulai mempersiapkan IPO. Sementara itu, BYD baru saja meluncurkan robot humanoid bernama Xiao Di. Sejumlah pabrikan lain seperti Changan, GAC, Li Auto, SAIC, dan Seres juga tengah mengembangkan robot humanoid mereka masing-masing.

Menurut Michael Dunne, CEO firma konsultan Dunne Insights yang berbasis di San Diego dan Singapura, Xpeng adalah pabrikan otomotif China yang paling dekat mengawasi dan mengikuti inisiatif Tesla. “Xpeng paling fokus pada otonomi, dan menjadi yang pertama berkomitmen besar pada robot humanoid,” ujar Dunne kepada TechCrunch.

Dunne juga menyoroti pendiri Xpeng, He Xiaopeng, sebagai miliarder teknologi yang dikenal lincah dan cepat beradaptasi. “Dia melihat margin tipis di bisnis mobil dalam waktu dekat. Robot terlihat jauh lebih menjanjikan,” tambahnya.

Keyakinan Xiaopeng terhadap masa depan robot humanoid tidak hanya sekadar wacana. Bersama co-president Xpeng, Brian Gu, keduanya menginvestasikan dana pribadi sekitar USD 100 juta ke dalam putaran pendanaan terbaru ini, seperti dilaporkan oleh Wall Street Journal.

Taruhan besar Xpeng tertuju pada Iron, robot humanoid dengan bentuk tubuh menyerupai manusia yang dirancang untuk penempatan komersial. Keunggulan pabrikan otomotif China seperti Xpeng dalam hal ini adalah kapabilitas manufaktur yang mumpuni. “Mereka punya semua perangkat keras untuk menyelesaikan pekerjaan,” kata Dunne. “Pertanyaannya adalah apakah mereka bisa mengejar Tesla di sisi AI.”

Persaingan di sektor robot humanoid memang tidak hanya melibatkan Xpeng dan Tesla. Sejumlah perusahaan lain seperti Agility Robotics, Apptronik, dan Figure juga tengah mengejar tujuan yang sama, yaitu penempatan komersial dalam skala besar. Boston Dynamics milik Hyundai bahkan semakin dekat dengan target tersebut.

Hyundai berencana membawa robot humanoid Atlas ke pabriknya di Georgia tahun ini, dan menargetkan penempatan robot untuk tugas seperti penyusunan komponen pada 2028. Pabrikan asal Korea ini juga membuka fasilitas baru di Amerika Serikat tahun ini yang disebut Robot Metaplant Application Center. Fasilitas ini akan mengajarkan robot cara memetakan gerakan seperti mengangkat dan memutar.

Hyundai juga menjalin kemitraan dengan DeepMind, laboratorium riset AI milik Google, untuk mempercepat pengembangan Atlas. Sementara itu, pemasok otomotif Mobileye juga ikut terjun dengan mengakuisisi startup robot humanoid Mentee Robotics awal tahun ini senilai USD 900 juta. Bahkan Rivian ikut bermain melalui spinout Mind Robotics, meskipun robot mereka diprediksi tidak akan serupa dengan humanoid yang dikembangkan perusahaan lain.

Masuknya para pabrikan otomotif ke industri robot humanoid menunjukkan adanya pergeseran strategis yang signifikan. Dengan marjin keuntungan yang semakin tipis di bisnis otomotif, terutama untuk kendaraan listrik, para pemain besar mencari sumber pendapatan baru. Robot humanoid dipandang sebagai peluang yang menjanjikan, didukung oleh kemajuan teknik AI yang sama dengan yang digunakan di balik large language model.

Para peneliti kini percaya bahwa teknik AI tersebut dapat membuat robot kompleks mampu mempelajari hampir semua tugas. Kombinasi antara kapabilitas manufaktur yang dimiliki pabrikan otomotif, kemajuan AI, dan minat investor yang besar menciptakan momentum yang belum pernah terjadi sebelumnya di industri ini.

Namun, tantangan terbesar tetap ada di sisi pengembangan AI dan kemampuan robot untuk beroperasi secara otonom di lingkungan nyata. Seperti yang disampaikan Dunne, kemampuan perangkat keras mungkin sudah dimiliki, tetapi pertanyaan tentang kemampuan mengejar ketertinggalan di sisi AI dari Tesla masih terbuka. Perlombaan robot humanoid ini masih panjang, dan hasil akhirnya akan ditentukan oleh kombinasi inovasi teknologi, strategi bisnis, dan kemampuan eksekusi masing-masing pemain.

Bagi industri teknologi secara keseluruhan, pendanaan besar yang diraih Xpeng ini menjadi sinyal bahwa investor global semakin percaya pada potensi komersial robot humanoid. Dengan dukungan investor kelas berat seperti Tencent dan Alibaba, yang juga aktif di berbagai sektor teknologi, ekosistem robot humanoid diprediksi akan semakin berkembang pesat.

Perkembangan di sektor ini juga menarik untuk dicermati mengingat semakin eratnya hubungan antara industri robotika dan keamanan siber. Seiring meningkatnya kompleksitas sistem robot, isu keamanan menjadi perhatian utama, sebagaimana terlihat dari berbagai upaya pengamanan infrastruktur teknologi yang semakin gencar dilakukan berbagai negara.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.