📑 Daftar Isi

Jaecoo J5 EV hitam terhenti di median Jalan KH Mas Mansyur Jakarta dengan roda depan-kanan terlepas dan komponen suspensi berserakan

Jaecoo J5 EV Lepas Roda di Jakarta, Chery Kembali Disorot

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Jaecoo J5 EV kehilangan roda depan-kanan di Jakarta Pusat pada 4 November 2026 setelah menabrak kanstin dan barrier jalan
  • Jaecoo menyebut insiden sebagai konsekuensi benturan, bukan cacat produk, dan menangani perbaikan bersama pemilik
  • Kasus ini dibandingkan dengan lepasnya as roda belakang Omoda 5 di Malaysia yang memicu recall 8.878 unit
  • JPJ Malaysia menangguhkan VTA Omoda 5 pada 11 Oktober 2026; Chery Chairman Yin Tongyue menyampaikan permintaan maaf publik
  • Meski begitu, Jaecoo J5 EV tetap menjadi BEV penumpang terlaris di Indonesia dengan 26.635 unit wholesale Januari–September 2026

Telset.id – Sebuah Jaecoo J5 EV kehilangan roda depan-kanannya di Jakarta Pusat pada 4 November 2026, setelah menabrak kanstin dan barrier jalan, menurut hasil inspeksi teknis pabrikan. Insiden ini muncul di tengah sorotan baru terhadap Chery Group, menyusul kasus lepasnya as roda belakang Omoda 5 dan kampanye recall di Malaysia yang mencakup 8.878 kendaraan.

Rekaman SUV listrik yang rusak itu beredar di media sosial Indonesia dan langsung memantik perbandingan dengan kasus-kasus di Malaysia. Insiden terjadi sekitar pukul 08.20 WIB di Jalan KH Mas Mansyur, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Video yang dibagikan pengendara menunjukkan Jaecoo J5 EV berwarna hitam terhenti di samping median beton meninggi, dengan rakitan roda depan-kanan terlepas dari kendaraan.

Komponen suspensi dan potongan bumper terlihat berserakan di badan jalan, sementara sebagian barrier di tepi jalan juga rusak. Sejumlah laporan awal di Indonesia menyebut roda yang terlepas sebagai roda belakang-kanan. Jaecoo kemudian mengklarifikasi bahwa rakitan yang terdampak berada di sudut depan-kanan.

Jaecoo J5 EV berwarna hitam terhenti di median jalan Jakarta dengan roda depan-kanan terlepas

Jaecoo Sebut Benturan, Bukan Cacat Produk

Jaecoo Indonesia menyatakan tim teknisnya telah memeriksa kendaraan tersebut setelah berkomunikasi dengan pemiliknya. Perusahaan menyimpulkan bahwa SUV itu menabrak kanstin dan barrier jalan sebelum roda terlepas, dan menggambarkan terlepasnya roda sebagai konsekuensi dari benturan, bukan penyebabnya.

Inspeksi mengidentifikasi kerusakan pada bumper depan-kanan, fender, dan pintu penumpang depan. Jaecoo menyatakan tidak menemukan indikasi bahwa cacat produk menyebabkan insiden tersebut. Tim aftersales perusahaan tengah mengoordinasikan perbaikan dan penggantian suku cadang dengan pemilik.

Hingga laporan ini disusun, tidak ada investigasi independen atas insiden di Jakarta yang dilaporkan. Artinya, kesimpulan yang beredar sejauh ini sepenuhnya berasal dari pemeriksaan internal pabrikan, bukan dari otoritas independen atau pihak ketiga.

Komponen suspensi dan potongan bumper Jaecoo J5 EV berserakan di jalan Jakarta

Bayang-Bayang Kasus Omoda 5 di Malaysia

Perbandingan dengan Malaysia bukan tanpa alasan. Departemen Pengangkutan Jalan (JPJ) Malaysia menangguhkan sementara Vehicle Type Approval (VTA) Omoda 5 pada 11 Oktober 2026, menunda registrasi baru selama penyelidikan berlangsung. Chery kemudian mengumumkan kampanye recall untuk varian Omoda 5 C dan H, dan pada 14 Oktober mengonfirmasi bahwa kampanye tersebut mencakup 8.878 kendaraan, lengkap dengan inspeksi dan penggantian komponen terdampak.

Kampanye itu menyusul insiden terlepasnya as roda belakang Omoda 5 di Malaysia. Isu tersebut juga memicu permintaan maaf publik dari Chairman Chery Yin Tongyue. Pada 21 Oktober, ia menyampaikan permintaan maaf kepada menteri investasi, perdagangan, dan industri Malaysia atas kekhawatiran kualitas kendaraan. Langkah tersebut tercatat dalam liputan kami soal Recall Omoda 5 yang mencapai 8.878 unit.

Omoda 5 sebenarnya sudah menghadapi kampanye terkait as roda sebelumnya pada Mei 2024, ketika 600 kendaraan dipanggil untuk inspeksi preventif. Chery kemudian mengidentifikasi 60 kendaraan yang dipasangi komponen as roda terdampak dari batch produksi 15 Agustus 2023, dan mengaitkan masalah itu dengan ujung las yang salah kalibrasi.

Perlu dicatat, kasus di Malaysia melibatkan as roda belakang Omoda 5, sedangkan Jaecoo mengaitkan terlepasnya roda depan-kanan J5 EV di Jakarta dengan benturan terhadap infrastruktur tepi jalan. Kedua insiden tidak dihubungkan satu sama lain. Namun bagi publik, nama besar Chery Group tetap menjadi benang merah yang sulit diabaikan.

Tampak dekat kerusakan fender dan pintu depan penumpang Jaecoo J5 EV usai insiden

Penjualan Tetap Perkasa

Ironi yang menyertai insiden ini adalah posisi pasar Jaecoo J5 EV yang justru sedang kuat. Data Gaikindo menunjukkan Jaecoo J5 EV mencatat 26.635 pengiriman wholesale di Indonesia sepanjang Januari hingga September 2026, menjadikannya model penumpang battery-electric terlaris di Tanah Air, menurut Antara.

Angka tersebut menempatkan J5 EV sebagai tulang punggung penetrasi Chery Group di segmen kendaraan listrik nasional. Di sisi lain, Chery terus memperluas portofolio regionalnya, termasuk lewat Enam Model NEV global di bawah merek Luxeed, serta Emta EV K-car hasil joint venture yang muncul di dokumen paten.

Ekspansi itu menunjukkan ambisi Chery yang tidak surut. Namun kejadian di Jakarta memberi catatan tersendiri: sebuah insiden tunggal, sekecil apa pun, bisa dengan cepat ditarik ke narasi yang lebih besar ketika rekam jejak serupa sudah ada di negara tetangga.

Dari sisi konsumen, inspeksi internal pabrikan memang menjadi prosedur standar. Tetapi perbandingan dengan kasus Malaysia memperlihatkan bahwa transparansi dan verifikasi independen menjadi hal yang dituntut publik ketika menyangkut keselamatan. Chery sendiri masih dalam proses membangun kembali kepercayaan di pasar regional, sementara di Indonesia posisinya sebagai pemimpin pasar BEV justru memperbesar ekspektasi terhadap kualitas dan respons purna jual.

Jaecoo menegaskan tim aftersales-nya sedang menangani perbaikan dan penggantian suku cadang bersama pemilik kendaraan. Sampai ada hasil investigasi independen, kesimpulan resmi atas insiden Jalan KH Mas Mansyur tetap bersandar pada pemeriksaan pabrikan semata.

[VIDEO]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.