Telset.id – Kia memastikan Kia PV7, van listrik berukuran besar yang menjadi “saudara” PV5, akan meluncur pada 2027. Kendaraan ini diklaim mampu mengangkut hingga sembilan penumpang atau menampung kargo dalam jumlah besar. Kepastian ini menjadi sinyal ekspansi lini Platform Beyond Vehicle (PBV) Kia setelah PV5 mencatat hasil penjualan yang lebih tinggi dari perkiraan.
Kehadiran PV7 melengkapi strategi Kia di segmen van listrik. PV5, van listrik pertama dari bisnis PBV Kia, langsung menjadi van listrik kecil paling populer di Eropa. Pada paruh pertama 2026, PV7 versi kecil ini menjadi penjual teratas di segmennya dengan kontribusi 37% terhadap penjualan van listrik segmen C di seluruh Eropa. Angka tersebut menjadi dasar Kia memperluas jangkauan ke kelas yang lebih besar.
Kia pertama kali memperkenalkan PV7 di ajang IAA Transportation di Hanover, Jerman, pada September 2026. Van ini dibangun di atas platform E-GMP.S yang sama dengan PV5, tetapi dimensinya jauh lebih besar. PV7 memiliki panjang 5.350 mm, lebar 1.995 mm, dan tinggi 1.990 mm, dengan jarak sumbu roda 3.500 mm. Sebagai pembanding, PV5 hanya 4.695 mm panjang, 1.895 mm lebar, dan 1.915 mm tinggi, dengan jarak sumbu roda 2.995 mm.

Ukuran PV7 bahkan melampaui Volkswagen ID. Buzz Long-Wheelbase (LWB) yang memiliki panjang 4.962 mm dengan jarak sumbu roda 3.239 mm. Artinya, PV7 berada di kelas van listrik berukuran penuh yang menawarkan ruang kabin lebih luas dibanding kompetitor yang sudah lebih dulu dikenal di pasar Eropa.
23 Varian “Top Hats” dan Baterai NCM
Seperti PV5, PV7 akan tersedia dalam dua gaya bodi awal, yaitu Passenger dan Cargo. Kia berencana meluncurkan 23 varian berbeda, atau yang disebut “top hats”, dalam beberapa tahun ke depan. Strategi ini menunjukkan pendekatan modular Kia dalam memenuhi kebutuhan pengguna pribadi maupun bisnis dari satu basis kendaraan yang sama.
Dari sisi baterai, PV7 ditawarkan dengan dua paket nickel-cobalt-manganese (NCM), yaitu 71,5 kWh dan 96,2 kWh. Model Long Range Cargo menawarkan jangkauan all-electric WLTP lebih dari 460 km (285 mil). Bahkan dalam kondisi kapasitas penuh, Kia menyebut PV7 masih mencapai hampir 400 km (248 mil) dan menyisakan ruang bagasi 350 liter.
Penggerak roda depan (FWD) menjadi standar saat peluncuran, dengan opsi all-wheel drive (AWD) menyusul kemudian. Bergantung pada konfigurasi, powertrain listrik FWD mampu menghasilkan tenaga hingga 268 tenaga kuda (200 kW) dan torsi 309 lb-ft (420 Nm). Berkat arsitektur 800V, baterai PV7 dapat diisi dari 10% ke 80% dalam sekitar 25 menit menggunakan charger DC fast charging 350 kW.
PV7 juga akan menjadi kendaraan pertama Kia dengan dua port pengisian, mencakup port AC/DC di depan dan port AC opsional di sisi belakang. Fitur vehicle-to-load (V2L) memungkinkan van ini berfungsi sebagai sumber daya listrik bergerak untuk peralatan, perlengkapan, area camping, atau perangkat elektronik eksternal lainnya. Untuk urusan pengisian daya, pendekatan Kia ini sejalan dengan tren yang juga terlihat pada Porsche Cayenne Electric yang mengandalkan kemudahan pengisian.
Baca Juga:
PV7 Cargo dan Passenger: Satu Basis, Dua Karakter
PV7 Cargo dirancang untuk kebutuhan bisnis, armada, dan logistik. Varian ini tersedia dalam konfigurasi 2 dan 3 kursi dengan ruang kargo hingga 6,1 meter kubik. Varian High Roof menawarkan kapasitas lebih besar, mencapai 8 meter kubik. Payload maksimum mencapai 1.165 kg (2.568 lbs) untuk Cargo Long dan hingga 1.200 kg (2.645 lbs) untuk model kompak.

PV7 Cargo Long memiliki loading height 550 mm dan menurut Kia mampu menampung hingga tiga Euro pallet berukuran 800 x 1.200 mm. Ada mode heavy-duty yang menyesuaikan respons kendaraan terhadap beban berbeda agar stabilitas dan kendali tetap terjaga saat berkendara. Pembeli dapat memilih pintu tailgate twin-swing yang terbuka penuh atau tailgate lift-up sesuai kebutuhan operasional.
Sementara itu, PV7 Passenger ditujukan untuk penggunaan pribadi dan keluarga, atau bisa juga dipakai sebagai shuttle dengan kapasitas hingga sembilan penumpang pada versi global. Di Korea, van ini akan menampung hingga 11 penumpang. Varian 7-seater dilengkapi Long-Rail Easy Remove Seats yang memungkinkan berbagai konfigurasi tempat duduk, sedangkan varian 9-seater tersedia dengan atau tanpa baris keempat.

Di dalam kabin, kedua versi mengusung sistem infotainment Pleos Connect terbaru dari Hyundai, dengan layar 12,9 inci dan 14,6 inci serta kontrol fisik untuk fungsi-fungsi yang sering digunakan. Sistem ini berjalan di Android Automotive OS sehingga terasa lebih seperti smartphone dengan aplikasi dan layar yang dapat dikustomisasi. Ada pula Gleo AI, asisten AI dalam kendaraan yang mampu menjawab pertanyaan, mengendalikan navigasi, hingga mengatur fungsi kendaraan.
Kia menyebut PV7 dibangun dengan konsep “Mobile Workspace”, dengan dashboard berlapis dan konsol tengah untuk mengoptimalkan ruang. Pendekatan ini menegaskan posisi PV7 bukan sekadar van listrik biasa, melainkan ruang kerja bergerak yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Rencananya, Kia PV7 Passenger dan Cargo akan dijual di Korea dan Eropa pada paruh kedua 2027. Setelah itu, van ini akan merambah pasar baru dengan varian dan konversi tambahan. Kia akan mengumumkan harga PV7 mendekati waktu peluncurannya. Sebagai gambaran, di Korea PV5 Passenger dan Cargo Compact dibanderol mulai 45,9 juta won (US$34.000) dan 41 juta won (US$30.000). Di Jerman, PV5 Passenger 5-seater mulai €38.690 (US$43.000).
Ekspansi Kia di segmen van listrik ini terjadi di tengah gelombang transformasi kendaraan komersial yang juga menyentuh pasar lain. Sejumlah pabrikan mulai menggarap solusi elektrifikasi untuk kendaraan niaga, seperti yang terlihat pada langkah Foxconn di sektor suku cadang otomotif. Di sisi lain, pelaku industri juga perlu memperhatikan aspek keselamatan dan kualitas, seperti yang ditunjukkan dalam kasus Hyundai Recall pada model listriknya.
Dengan kapasitas hingga sembilan penumpang versi global, jangkauan hampir 400 km saat penuh, dan arsitektur 800V, PV7 memosisikan diri sebagai pesaing serius di segmen van listrik berukuran besar. Keputusan Kia menghadirkan 23 varian top hats menunjukkan ambisi untuk menguasai ceruk pasar yang lebih luas, dari keluarga hingga armada logistik. Yang tersisa untuk dinantikan adalah pengumuman harga resmi menjelang peluncuran pada 2027.





Komentar
Belum ada komentar.