📑 Daftar Isi

Lucid Gravity GT tampak belakang dengan desain SUV listrik premium

Lucid Pangkas Produksi, Jual Stok Mobil demi Reset Operasi

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Lucid kirim 3.806 unit di Q3 2026, turun 7% dari tahun lalu
  • Produksi hanya 2.954 unit, turun 38% dari Q2 dan terendah sejak awal 2025
  • Q3 2026 jadi kuartal pertama pengiriman melampaui produksi
  • Reset operasi Napoli targetkan perbaikan arus kas 1,4 miliar dolar AS
  • Inventaris capai 1,38 miliar dolar AS per akhir Juni 2026
  • Rivian kirim 19.248 unit, lima kali lipat Lucid

Telset.id – Lucid (LCID) mengirim 3.806 kendaraan pada kuartal ketiga 2026, turun 7% dibanding periode yang sama tahun lalu. Namun angka produksi yang jauh lebih dalam menjadi sorotan: pabrikan hanya membangun 2.954 unit, terpotong 38% dari kuartal sebelumnya dan menjadi produksi terendah sejak awal 2025. Manajemen menyebut langkah itu memang disengaja. CEO baru Silvio Napoli sedang menghabiskan stok mobil tak terjual yang menumpuk pada paruh pertama tahun ini, dan Q3 2026 menjadi kuartal pertama di mana Lucid mengirim lebih banyak kendaraan ketimbang yang diproduksi.

Lucid merilis angka Q3 lebih awal, sebulan sebelum laporan keuangan pada 9 November. Pengiriman turun 4% dari 3.953 unit pada Q2 2026, dan 7% dari 4.078 unit pada Q3 2025. Penurunan produksi jauh lebih tajam, dari 4.774 unit di Q2 menjadi hanya 2.954 unit. Secara hitungan kasar, produksi turun 24% dari tahun lalu, tetapi angka sebenarnya lebih buruk. Pada Q3 2025, Lucid melaporkan lebih dari 1.000 kendaraan yang dikirim ke Arab Saudi untuk perakitan akhir secara terpisah, sedangkan sejak awal 2026 perusahaan menghitung semua unit yang keluar dari pabrik Arizona. Dengan metode hitung yang sama, produksi turun sekitar 40%.

Reset Operasi Napoli dan Beban Stok

Tidak ada kejutan dalam angka ini. Lucid menghapus shift kedua di pabrik Casa Grande pada Juni ketika merumahkan 18% stafnya, dan menarik target produksi 25.000 hingga 27.000 kendaraan tahun ini. Sembilan bulan berjalan, Lucid telah membangun 13.228 unit dan mengirim 10.852 unit. Pada paruh pertama 2026, Lucid membangun 3.228 kendaraan lebih banyak daripada yang dikirim. Sebagian besar terjadi di Q1, saat masalah pemasok pada kursi baris kedua menahan pengiriman Gravity selama 29 hari sementara pabrik terus berjalan.

Di Q3, pengiriman mengalahkan produksi sebanyak 852 kendaraan, sekitar seperempat dari tumpukan paruh pertama. Menjual stok itu menjadi bagian terbesar dari “reset operasi” Napoli, yang menargetkan perbaikan arus kas sebesar 1,4 miliar dolar AS pada 2026. Lucid memperkirakan 600 juta hingga 800 juta dolar AS berasal dari inventaris, sekitar 500 juta dolar AS dari belanja modal yang lebih rendah, dan sekitar 200 juta dolar AS dari biaya operasional. Neraca perusahaan menunjukkan inventaris 1,38 miliar dolar AS per akhir Juni, naik dari 1,11 miliar dolar AS enam bulan sebelumnya.

Lucid juga menyatakan permintaan untuk Gravity “terus mendapatkan kembali momentum”. Perusahaan tidak menyebut angkanya, dan tidak memecah pengiriman per model. Sebagai perbandingan, Rivian mengirim 19.248 kendaraan di Q3 seiring ramp-up R2, lima kali lipat total Lucid. Tekanan pada lini produk Lucid juga terlihat dari sejumlah pengembangan lain, termasuk pembaruan perangkat lunak lewat Lucid Air UX 3.0 dan kemitraan robotaxi yang telah diumumkan lewat Lucid dan Bolt.

Baca Juga:

Produksi Rendah dan Bayangan Tahun 2027

Memangkas produksi adalah keputusan yang tepat. Lucid kehilangan sekitar 1 miliar dolar AS per kuartal, dan membangun mobil yang tidak dipesan hanya memperburuk keadaan. Napoli mewarisi tumpukan stok tersebut, dan ia sedang menanganinya. Berdasarkan kuartal-kuartal yang telah dilaporkan sebelumnya, Lucid masih memiliki ribuan mobil tak terjual untuk dipindahkan dan Gravity yang kabarnya kembali diminati, namun tetap mengirim lebih sedikit kendaraan dibanding tahun lalu.

Perlu dicatat, Q3 2025 mendapat dorongan dari pembeli AS yang bergegas sebelum kredit pajak federal berakhir. Rivian menghadapi perbandingan yang sama dan tumbuh lebih dari 40% karena memiliki produk baru untuk dijual. Lucid tidak memiliki hal serupa dalam waktu dekat. Cosmos ditunda ke paruh kedua 2027, dan kesepakatan robotaxi dengan Uber serta Bolt tidak akan menghasilkan volume nyata selama bertahun-tahun. Artinya, Lucid harus melewati setidaknya satu tahun lagi dengan hanya mengandalkan Air dan Gravity pada level pengiriman di bawah 4.000 unit per kuartal. Penjualan inventaris membantu posisi kas, tetapi itu hanya berfungsi sampai batas tertentu.

Isu kualitas juga masih membayangi. Sebelumnya Lucid menarik 27.185 unit Lucid Air karena risiko kebakaran, sebuah langkah yang ternyata bukan soal baterai dan cukup diselesaikan lewat pembaruan perangkat lunak. Kombinasi produksi rendah, stok yang harus dihabiskan, dan lini produk yang belum bertambah menempatkan Lucid pada posisi yang menuntut ketahanan kas jangka panjang.

Lucid Gravity GT tampak belakang

Dengan produksi yang sengaja ditekan dan pengiriman yang masih di bawah tahun lalu, ukuran keberhasilan Lucid dalam beberapa kuartal ke depan bukan lagi soal volume, melainkan seberapa cepat tumpukan inventaris berubah menjadi kas.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.