📑 Daftar Isi

Desain Lucid Cosmos EV yang terungkap dari gambar paten terdaftar di EUIPO

Lucid Tunda Peluncuran Cosmos EV ke 2027, CEO Sebut Belum Siap

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Lucid Motors menunda peluncuran Cosmos EV dari akhir 2026 menjadi awal 2027
  • CEO baru Silvio Napoli tegaskan tidak mau mengulang kesalahan meluncurkan produk sebelum siap
  • Cosmos EV ditargetkan dibanderol di bawah US$50.000 dan akan diproduksi di pabrik Arab Saudi
  • Lucid mengakui kekurangan: eksekusi tidak konsisten, kurang investasi layanan, respons lambat terhadap masalah kualitas
  • Perusahaan memangkas 18% staf dan mengidentifikasi penghematan US$1,4 miliar tahun ini
  • Kerugian bersih Q2 mencapai US$1 miliar, likuiditas US$3 miliar cukup hingga 2027
  • Lucid juga memasok Gravity SUV sebagai robotaxi untuk platform Uber mulai akhir tahun ini

Telset.id – Lucid Motors resmi menunda peluncuran mobil listrik menengah Cosmos EV dari akhir 2026 menjadi awal 2027. Keputusan ini diumumkan langsung oleh CEO baru Lucid, Silvio Napoli, dalam panggilan konferensi pendapatan kuartal kedua perusahaan pada Selasa (waktu setempat). Napoli menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru membawa model penting ini ke pasar sebelum benar-benar siap, sebuah pelajaran yang ia petik dari pengalaman masa lalu perusahaan.

Penundaan ini terjadi di tengah review besar-besaran terhadap bisnis Lucid yang mencakup pemangkasan karyawan dalam jumlah besar dan perombakan jajaran eksekutif. Cosmos EV, yang ditargetkan dibanderol di bawah US$50.000, menjadi kunci bagi Lucid untuk meningkatkan skala penjualan kendaraan dan mendatangkan lebih banyak pendapatan. Sebelumnya, startup ini menargetkan produksi dimulai pada akhir 2026 di pabriknya di Arab Saudi.

Alasan Penundaan dan Target Produksi Baru

Pada Selasa, Napoli mengatakan bahwa model baru tersebut akan mulai diproduksi pada awal 2027, sebelum ditingkatkan kapasitasnya pada paruh kedua tahun tersebut. Ia menjelaskan bahwa pabrik di Arab Saudi masih dalam tahap pembangunan, dan perusahaan terus menguji prototipe serta membangun rantai pasokan. Yang terpenting, ia tidak ingin mengulang kesalahan masa lalu dengan meluncurkan produk sebelum matang.

Memang, Lucid Air dan Gravity sama-sama pernah mengalami masalah kualitas, terutama bug pada perangkat lunak. Napoli menyebut mobil listrik menengah ini sebagai “salah satu hal yang harus kami menangkan” atau “one of our must-wins.” Pernyataan tegasnya pun menjadi sorotan: “Tujuan kami jelas: Midsize hanya akan diluncurkan ketika semua proses dan persyaratan kualitas telah terpenuhi. Kami tidak akan mengulangi kesalahan masa lalu dengan membawa produk ke pasar sebelum siap.”

Dalam pengakuan yang jarang terjadi bagi perusahaan publik, Lucid dan Napoli memaparkan sejumlah kekurangan yang telah terjadi. Dalam rilis pendapatan kuartal kedua, perusahaan menyatakan bahwa mereka “belum konsisten dalam eksekusi,” “kurang berinvestasi di layanan,” “merespons terlalu lambat” terhadap masalah kualitas, dan “membiarkan kompleksitas memperlambat pengambilan keputusan.” Napoli pun mengakui, “Pekerjaan ke depan sangat besar.”

Rencana Turnaround dan Efisiensi Biaya

Sejak bergabung sebagai CEO pada Juni, Napoli telah memulai rencana turnaround yang mendalam dan luas. Ia telah merombak jajaran C-suite; COO, CFO, dan insinyur top Lucid semuanya hengkang dalam beberapa bulan terakhir. Selain itu, ia memangkas sekitar 18% staf perusahaan pada Juni lalu. Lucid juga mengurangi shift produksi di pabriknya di Arizona untuk menyesuaikan pasokan dengan permintaan dan fokus pada pergerakan inventaris.

Dari berbagai langkah ini dan lainnya, Lucid mengatakan telah mengidentifikasi penghematan sebesar US$1,4 miliar untuk tahun ini yang akan membantu mengurangi pembakaran kas perusahaan. Meskipun Lucid selalu mengembangkan produk-produk yang fundamentalnya impresif, perusahaan ini lambat dalam meningkatkan penjualan, bahkan setelah peluncuran Gravity SUV pada akhir 2024.

Pada kuartal kedua, perusahaan mencatat kerugian bersih lebih dari US$1 miliar, lebih besar dari kerugian sekitar US$539 juta pada Q2 2025. Pendapatan meningkat menjadi US$405 juta. Perusahaan mengatakan memiliki likuiditas yang cukup—US$3 miliar—untuk bertahan hingga 2027. Lucid tidak memberikan panduan resmi untuk sisa tahun ini, tetapi memperkirakan produksi di Q3 dan Q4 akan berada di bawah level Q2, ketika perusahaan memproduksi 4.774 kendaraan dan menjual hampir 4.000 unit.

Selain membawa Cosmos dan EV platform menengah masa depan ke pasar, Lucid juga berupaya meraup peluang dari kendaraan otonom. Perusahaan memasok Gravity SUV yang akan berfungsi sebagai robotaxi di platform Uber mulai akhir tahun ini. Langkah ini sejalan dengan fokus robotaxi yang tengah digarap Lucid.

Keputusan untuk menunda Cosmos EV ini tentu menjadi sorotan bagi para pengamat industri. Di tengah persaingan yang semakin ketat di segmen mobil listrik menengah, langkah Lucid untuk memastikan kesiapan produk sebelum peluncuran bisa menjadi strategi yang tepat. Namun, penundaan ini juga berarti Lucid harus bertahan lebih lama dengan produk yang ada, sambil terus membenahi fundamental bisnisnya. Sebelumnya, kabar tentang rumor bangkrut sempat menekan saham perusahaan, sehingga langkah efisiensi dan fokus pada kualitas menjadi krusial.

Dengan likuiditas yang disebut cukup hingga 2027, Lucid memiliki ruang napas untuk menyelesaikan pengembangan Cosmos EV dengan baik. Pertanyaannya kini adalah apakah pasar akan sabar menunggu, dan apakah Cosmos EV yang hadir nanti akan mampu memenuhi ekspektasi yang sudah dibangun sejak awal. Yang jelas, komitmen Napoli untuk tidak mengulang kesalahan masa lalu menjadi sinyal bahwa Lucid ingin berubah, meski harus menempuh jalan yang lebih panjang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.