📑 Daftar Isi

Kapal kargo Lomar Shipping dengan sistem injeksi hidrogen Newlight di pelayaran komersial

Newlight Klaim Sistem Hidrogen Ini Kurangi Emisi Kapal Kargo 28%

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Newlight mengklaim sistem injeksi hidrogen kurangi konsumsi bahan bakar kapal kargo 24% dan emisi CO2 28%
  • Uji coba komersial pertama menempuh rute 8.500 mil laut dari Singapura ke Ghana menggunakan kapal Lomar Shipping sepanjang 650 kaki
  • Sistem retrofit dapat dipasang kurang dari dua minggu tanpa dry dock dan menghemat biaya tahunan hingga $500.000 per kapal
  • Startup berbasis San Francisco Bay Area ini berhasil mengamankan pendanaan seed $9 juta dari lomarlabs, BIRD Energy, Undeterred Capital, CiRi Ventures, dan Fusion VC
  • Newlight telah menandatangani perjanjian pemasangan pada 12 kapal dengan rencana ekspansi armada tahun depan

Telset.id – Startup bernama Newlight mengklaim sistem injeksi hidrogen buatannya mampu mengurangi konsumsi bahan bakar kapal kargo hingga 24% dan emisi karbon dioksida hingga 28%. Klaim ini muncul setelah sistem tersebut menyelesaikan pelayaran komersial jarak jauh pertamanya, menempuh rute sejauh 8.500 mil laut dari Singapura ke Ghana.

Sistem retrofit ini dipasang pada kapal pengangkut curah (bulk carrier) milik Lomar Shipping yang memiliki panjang 650 kaki. Selama pelayaran yang berlangsung sekitar satu bulan tersebut, teknologi Newlight berhasil membuktikan kemampuannya dalam kondisi operasi nyata di laut lepas.

Cara kerja sistem ini mirip dengan adegan ikonik di film Fast & Furious ketika nitrous oxide disuntikkan ke mesin untuk mendapatkan dorongan tenaga ekstra. Namun, alih-alih menambah tenaga, sistem Newlight justru mengurangi aliran bahan bakar diesel ke mesin karena sebagian kebutuhan energi telah dipasok oleh hidrogen terkompresi.

“Daripada mendapatkan tenaga, kami justru berkata pada mesin: ‘Hei, kurangi aliran bahan bakar ke mesin, kami tidak membutuhkan sebanyak itu karena kami punya semacam nitrous. Namanya hidrogen’,” ujar salah satu pendiri Newlight, Evyatar Cohen, dalam wawancara eksklusif dengan TechCrunch.

Teknologi Injeksi Hidrogen untuk Kapal Kargo

Newlight mengembangkan sistem injeksi hidrogen sebagai perangkat retrofit yang dapat dipasang dalam waktu kurang dari dua minggu tanpa memerlukan dry dock atau galangan kering. Klaim ini menjadi nilai jual utama karena pemasangan tidak mengganggu operasional kapal secara signifikan.

Sistem bekerja dengan memantau mesin diesel secara konstan untuk menemukan momen optimal, hingga tingkat presisi milidetik, untuk menyuntikkan bahan bakar hidrogen. Pemantauan meliputi suhu gas buang, tekanan pembakaran, dan tekanan udara masuk. Aliran hidrogen kemudian dinaikkan atau diturunkan setiap kali piston bergerak di dalam silinder mesin.

Haran Cohen Hillel, salah satu pendiri sekaligus CEO Newlight, mengaku terkesan dengan kinerja sistem selama uji coba pelayaran komersial tersebut. “Berada di kapal dan melihat sistem beroperasi dalam kondisi nyata adalah pengalaman yang benar-benar berbeda dari apa pun yang kami lakukan di laboratorium,” katanya.

Hillel juga menyebut momen menyalakan sistem untuk pertama kalinya bersama rekannya sebagai “momen emosional bagi kami berdua”. Ia menambahkan bahwa timnya menghabiskan banyak waktu untuk memantau sistem, perilaku mesin, dan kinerjanya secara keseluruhan.

“Yang paling mengesankan bagi kami adalah betapa mulusnya semuanya bekerja,” ujar Hillel. “Melihat sistem terintegrasi dengan kapal, beroperasi dengan andal, dan memberikan hasil yang selama ini kami kerjakan merupakan tonggak besar bagi kami dan seluruh tim Newlight.”

Pendanaan dan Rencana Ekspansi

Kombinasi proyeksi kinerja, pendekatan yang cerdas, dan pengalaman bertahun-tahun Cohen serta Hillel di Angkatan Laut Israel membantu keduanya mengamankan pendanaan seed senilai 9 juta dolar AS. Putaran pendanaan ini melibatkan sejumlah investor, termasuk lomarlabs yang merupakan cabang ventura dari Lomar Shipping.

Investor lain yang turut serta meliputi BIRD Energy, sebuah usaha patungan antara Departemen Energi AS dan Kementerian Energi Israel, serta dana deep tech Undeterred Capital dan CiRi Ventures. Fusion VC, sebuah akselerator untuk startup Israel di AS, juga ikut dalam putaran pendanaan ini.

Newlight juga mengklaim telah menarik minat komersial yang signifikan. Perusahaan menyatakan telah menandatangani perjanjian untuk memasang sistem injeksi hidrogen pada 12 kapal dari berbagai perusahaan, dengan rencana penerapan armada yang lebih luas tahun depan.

Persaingan di sektor ini memang ada. Beberapa perusahaan lain tengah mengembangkan metode injeksi bahan bakar untuk memangkas emisi dan meningkatkan efisiensi, termasuk menggunakan amonia atau metanol. Namun, Newlight berargumen bahwa sistem hidrogennya lebih ramping dan membutuhkan lebih sedikit perubahan pada mesin diesel yang umum digunakan di kapal kargo.

Kedua pendiri juga melihat peluang di luar industri maritim. “Kami adalah perusahaan energi, bukan? Jadi kami melihat seluruh situasi energi yang terjadi di dunia, termasuk transportasi dan pusat data,” kata Hillel. “Kami bahkan memiliki investor yang memiliki kereta api. Tetapi kami akan mencoba fokus pada pelayaran saat ini, mencapai skala di sana, dan kemudian kami mungkin bisa berekspansi.”

Dengan klaim penghematan biaya tahunan hingga 500.000 dolar AS per kapal, teknologi Newlight berpotensi menjadi solusi menarik bagi industri pelayaran yang tengah menghadapi tekanan untuk mengurangi jejak karbon. Keberhasilan uji coba komersial pertama ini menjadi landasan penting bagi adopsi teknologi tersebut secara lebih luas di masa mendatang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.