📑 Daftar Isi

GM vehicles under investigation by NHTSA for brake assist failure

NHTSA Perluas Investigasi Rem 1,1 Juta Kendaraan GM

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • NHTSA perluas investigasi 1.164.820 kendaraan GM terkait hilangnya brake assist
  • Masalah berasal dari dugaan patahnya spindle pada sistem eBoost
  • 745 insiden dilaporkan, termasuk 22 kecelakaan/kebakaran dan 5 cedera
  • Kendaraan terdampak: Cadillac Lyriq, Chevrolet Colorado, GMC Canyon, Buick Enclave, dan lainnya
  • Investigasi juga mencakup Acura ZDX dan Honda Prologue dengan sistem eBoost GM
  • ODI tingkatkan status dari evaluasi pendahuluan menjadi engineering analysis

Telset.id – Lebih dari 1,1 juta kendaraan General Motors (GM) kini berada dalam investigasi yang diperluas oleh National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) setelah pengemudi melaporkan kehilangan bantuan rem (brake assist), termasuk pada sejumlah EV dan model yang diproduksi untuk Honda. Investigasi yang dilakukan oleh Office of Defects Investigation (ODI) ini ditingkatkan statusnya pada Senin (11/5/2026) menjadi “engineering analysis” setelah menerima laporan tambahan terkait masalah tersebut.

Sebelumnya, pada 11 April 2026, ODI membuka evaluasi pendahuluan setelah menerima banyak keluhan tentang hilangnya brake assist pada model Cadillac Lyriq 2023. Para pengemudi melaporkan bahwa setelah menekan pedal rem dengan keras, muncul pesan “Brake System Failure” saat kendaraan dinyalakan atau dikendarai. GM menyebut masalah ini disebabkan dugaan patahnya spindle pada sistem eBoost.

Akar Masalah pada Sistem eBoost

Dalam catatan yang dibagikan kepada ODI, GM menjelaskan bahwa ketika kegagalan ini terjadi, sistem anti-lock brakes (ABS), stability control, dan traction control tetap berfungsi hingga kendaraan berhenti. Namun, setelah kendaraan berhenti sepenuhnya, fungsi-fungsi tersebut hilang. Hilangnya fungsi ini memicu tiga Diagnostic Trouble Codes (DTCs) yang mengaktifkan peringatan pengemudi, termasuk “Service Brake System.”

Sejak evaluasi pendahuluan dibuka pada April, ODI menyatakan telah “terus menerima laporan kehilangan brake assist.” Yang menjadi perhatian, ODI menambahkan bahwa laporan-laporan tersebut “mengindikasikan kehilangan fungsi brake assist secara langsung, bukan kehilangan yang terjadi setelah kendaraan berhenti sepenuhnya,” seperti yang dinyatakan GM. Perbedaan ini menjadi alasan utama ODI meningkatkan investigasi menjadi engineering analysis dan memperluas cakupan ke semua kendaraan GM yang menggunakan sistem eBoost.

GM-EVs-vehicles-investigation

Daftar Lengkap Kendaraan yang Diselidiki

Kendaraan yang masuk dalam investigasi meliputi model tahun (MY) 2023-2026 Cadillac Lyriq, Chevrolet Colorado, dan GMC Canyon; MY 2024-2026 Buick Enclave, Envision; Chevrolet Blazer EV, Equinox EV, Traverse; Cruise Origin; dan GMC Acadia; serta MY 2025-2026 Cadillac Celestiq dan Optiq. Analisis engineering juga mencakup MY 2024-2026 Acura ZDX dan MY 2024-2026 Honda Prologue yang dilengkapi sistem eBoost milik GM.

Menurut laporan ODI, masalah ini telah mengakibatkan 745 insiden, termasuk 22 kecelakaan/kebakaran, lima di antaranya menyebabkan cedera. Badan tersebut memperkirakan 1.164.820 kendaraan GM berpotensi terdampak oleh masalah ini.

GM-EVs-vehicles-investigation

Investigasi yang diperluas ini menandai langkah penting dalam pengawasan keselamatan kendaraan bermotor di Amerika Serikat. Perbedaan antara laporan pengemudi dan penjelasan GM menjadi titik krusial yang mendorong ODI untuk melakukan analisis lebih mendalam terhadap sistem eBoost yang digunakan secara luas di berbagai lini kendaraan GM, termasuk kendaraan listrik yang menjadi fokus utama pengembangan industri otomotif saat ini.

Penting untuk dicatat bahwa investigasi ini masih berlangsung dan belum ada keputusan final mengenai recall atau tindakan korektif lainnya. GM sendiri telah memberikan tanggapan awal dengan menjelaskan mekanisme teknis di balik dugaan kegagalan sistem tersebut. Sementara itu, pemilik kendaraan yang terdampak disarankan untuk memantau perkembangan investigasi dan memperhatikan setiap peringatan sistem yang muncul pada kendaraan mereka.

Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa sistem keselamatan modern yang kompleks memerlukan pengawasan ketat dari regulator. Dengan jumlah kendaraan yang berpotensi terdampak mencapai lebih dari satu juta unit, keputusan akhir dari investigasi ini akan berdampak signifikan bagi pemilik kendaraan GM serta kepercayaan publik terhadap teknologi keselamatan kendaraan modern.

Bagi pemilik kendaraan yang termasuk dalam daftar investigasi, langkah proaktif seperti memeriksa kondisi kendaraan secara berkala dan melaporkan setiap kejanggalan sistem rem kepada dealer resmi menjadi tindakan yang bijak. Sementara bagi industri, investigasi ini menunjukkan pentingnya transparansi dalam melaporkan potensi cacat produksi dan respons cepat terhadap keluhan konsumen.

ODI akan terus memantau laporan tambahan dari pengemudi selama proses engineering analysis berlangsung. Hasil akhir dari investigasi ini akan menentukan apakah GM perlu melakukan recall massal atau tindakan perbaikan lainnya untuk memastikan keselamatan pengguna kendaraannya. Sementara itu, pemilik kendaraan yang mengalami gejala serupa disarankan untuk segera menghubungi dealer resmi dan melaporkan masalah tersebut kepada NHTSA melalui kanal resmi yang tersedia.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.