Telset.id – Nissan mengonfirmasi akan menghadirkan kembali nama Pixo pada 2027, kali ini sebagai mobil listrik (EV) kompak yang lebih terjangkau dengan harga mulai di bawah US$25.000 atau sekitar Rp400 jutaan. Pengumuman ini menjadi bagian dari upaya pabrikan Jepang tersebut untuk bangkit kembali dan bersaing dengan merek China berbiaya rendah seperti BYD di pasar Eropa.
Keputusan Nissan menghidupkan kembali Pixo diumumkan pada Rabu (September 2026), setelah sebelumnya beredar laporan bahwa model ini akan dinamai “Wave.” Padahal, perusahaan sempat menghentikan pengembangan Qashqai versi full electric yang sebelumnya diharapkan menjadi andalan rencana kebangkitan Nissan.
Dengan hadirnya Pixo EV, Nissan secara resmi kembali ke segmen A di Eropa—segmen mobil perkotaan terkecil yang selama ini menjadi medan pertempuran harga antarprodusen. Model baru ini akan menempati posisi di bawah Micra dalam jajaran EV Nissan di Eropa dan digadang-gadang sebagai saudara kembar dari Renault Twingo.
Bersaing di Segmen EV Entry-Level Eropa
Nissan Pixo EV diposisikan untuk bersaing langsung dengan mobil listrik entry-level seperti Leapmotor T03 dan BYD Dolphin Surf yang harganya mulai di bawah EUR20.000 atau sekitar US$23.200. Dalam video teaser singkat yang dirilis, Nissan menyebut model ini akan “menghadirkan karakter segar dan menyenangkan di segmen EV kompak.”
Mobil listrik murah ini dijadwalkan melakukan debut publik pada 23 September mendatang. Meski ukurannya kecil, Nissan menjanjikan Pixo EV akan “besar dalam kepribadian,” dengan fokus utama membuat perjalanan harian di perkotaan menjadi lebih mudah dan menyenangkan.

Menjelang debutnya akhir bulan ini, Nissan Pixo EV terlihat tengah menjalani uji coba di jalan umum untuk pertama kalinya. Jurnalis dari Motor.es berhasil mengabadikan momen tersebut, memberikan gambaran awal tentang apa yang bisa diharapkan dari model terbaru Nissan ini.
Meskipun masih tertutup kamuflase tebal, beberapa perbedaan dari Twingo sudah terlihat jelas. Bagian depan Nissan Pixo EV mengusung desain dan lampu khas Nissan yang mirip dengan Micra, memberikan identitas visual yang berbeda dari saudara kembarnya asal Prancis tersebut.
Spesifikasi dan Platform Teknis
Nissan belum mengungkap detail resmi apapun, namun Pixo EV diperkirakan akan dibangun di atas platform AmpR Small yang sama dengan Renault Twingo. Platform ini dirancang khusus untuk mobil listrik perkotaan yang efisien dan terjangkau.
Dari sisi dapur pacu, Pixo EV diharapkan mengusung baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) berkapasitas 27,5 kWh yang dikombinasikan dengan satu motor listrik bertenaga 60 kW atau sekitar 82 hp. Konfigurasi ini diperkirakan mampu memberikan jangkauan WLTP hingga 263 kilometer atau sekitar 163 mil dalam sekali pengisian daya.
Kapasitas baterai dan jangkauan tersebut memang tidak spektakuler, tetapi cukup masuk akal untuk mobil yang diposisikan sebagai kendaraan harian perkotaan. Penggunaan baterai LFP juga menjadi pilihan tepat untuk menekan biaya produksi tanpa mengorbankan keamanan dan umur pakai baterai.
Baca Juga:
Dari sisi produksi, Nissan Pixo EV akan dirakit di pabrik Renault Group yang berlokasi di Novo Mesto, Slovakia. Langkah ini diambil Nissan sebagai bagian dari strategi untuk merebut kembali pangsa pasar di Eropa dengan memanfaatkan fasilitas produksi yang sudah ada dari aliansi Renault-Nissan.
Peluncuran komersial Nissan Pixo EV dijadwalkan pada paruh pertama 2027. Harga yang beredar diperkirakan mulai di bawah EUR20.000 atau sekitar US$23.200, sebelum memperhitungkan subsidi atau insentif pemerintah di masing-masing negara Eropa.
Kembalinya nama Pixo ini menjadi menarik karena nama tersebut sebelumnya pernah digunakan Nissan pada periode 2009 hingga 2011 untuk mobil city car berbasis Suzuki Alto. Kini, Pixo dihidupkan kembali dengan DNA yang sepenuhnya berbeda—sebagai mobil listrik murni yang dirancang untuk era elektrifikasi.
Langkah Nissan menghadirkan EV murah ini menunjukkan keseriusan pabrikan Jepang tersebut dalam merespons gempuran merek China yang agresif di segmen kendaraan listrik Eropa. Dengan harga yang kompetitif dan platform yang sudah teruji, Pixo EV diharapkan menjadi senjata baru Nissan untuk menarik konsumen perkotaan yang mencari kendaraan listrik terjangkau.
Keputusan untuk menggunakan platform AmpR Small dari Renault juga merupakan langkah efisiensi yang cerdas. Dengan berbagi platform dengan Twingo, Nissan dapat menekan biaya pengembangan dan produksi secara signifikan, yang pada akhirnya berdampak pada harga jual yang lebih kompetitif.
Satu hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana Nissan akan membedakan Pixo EV dari Renault Twingo di mata konsumen. Meski berbagi platform dan kemungkinan besar komponen teknis yang sama, desain eksterior yang berbeda serta karakter berkendara yang disesuaikan akan menjadi faktor pembeda utama.
Nissan tampaknya ingin memastikan bahwa Pixo EV memiliki identitasnya sendiri. Desain depan yang mirip Micra dengan lampu khas Nissan menjadi sinyal bahwa pabrikan Jepang ini tidak sekadar menjual Renault Twingo dengan badge Nissan, melainkan memberikan sentuhan desain yang sesuai dengan bahasa desain global Nissan.
Debut resmi Nissan Pixo EV pada 23 September akan menjadi momen penting untuk melihat lebih jelas desain final, spesifikasi lengkap, serta fitur-fitur yang ditawarkan. Publik dan pelaku industri akan mencermati apakah Pixo EV mampu menjadi game changer di segmen EV murah Eropa seperti yang diharapkan Nissan.
Dengan waktu peluncuran yang masih sekitar setahun lagi, Nissan masih memiliki ruang untuk melakukan penyempurnaan akhir pada Pixo EV. Namun, keputusan untuk memproduksinya di Slovakia menunjukkan bahwa Nissan serius menjadikan Eropa sebagai pasar utama untuk model ini.
Persaingan di segmen EV entry-level Eropa dipastikan akan semakin ketat pada 2027. Selain harus bersaing dengan pemain China seperti BYD dan Leapmotor, Pixo EV juga akan berhadapan dengan Renault Twingo yang merupakan saudara kembarnya sendiri. Keduanya akan saling berkompetisi namun tetap berada di bawah payung aliansi yang sama.
Kehadiran Nissan Pixo EV menjadi bukti bahwa era mobil listrik murah bukan lagi sekadar wacana. Dengan harga di bawah US$25.000 dan jangkauan lebih dari 260 kilometer, mobil ini bisa menjadi pilihan menarik bagi konsumen perkotaan yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Informasi lebih lanjut mengenai spesifikasi lengkap, varian, dan harga final Nissan Pixo EV baru akan tersedia setelah debut resminya pada 23 September 2026. Telset.id akan terus memantau perkembangan terbaru seputar mobil listrik murah dari Nissan ini.





Komentar
Belum ada komentar.