Telset.id – Toyota mengajukan paten untuk sistem kamera pada kendaraan yang memungkinkan mobil mengambil gambar secara otomatis berdasarkan arah pandangan pengemudi. Permohonan paten Amerika Serikat (AS) dengan nomor 2026/0261754 A1 berjudul “Systems and Methods for Capturing Driver-Relevant Road Scene Information” diterbitkan pekan lalu, sebagaimana dilaporkan Car and Driver pada Sabtu (12/9) waktu setempat.
Fitur paten kamera mobil ini dirancang agar pengemudi dapat mendokumentasikan objek atau situasi di jalan tanpa perlu menggunakan perangkat yang digenggam. Alasannya bersifat keselamatan: menggunakan telepon pintar saat mengemudi di sejumlah wilayah adalah ilegal. Dengan sistem ini, pengemudi tidak perlu memegang perangkat untuk mengambil foto ketika berada di balik kemudi.
Paten tersebut mengusulkan penggunaan kamera di dalam kabin untuk menentukan arah pandangan pengemudi, kemudian menggunakan satu atau beberapa kamera eksternal kendaraan untuk mengambil foto. Artinya, kamera internal bertugas membaca ke mana mata pengemudi mengarah, sementara kamera eksternal mengeksekusi pengambilan gambar pada objek yang sama.
Cara Kerja dan Perintah Suara
Pengemudi dapat memulai sesi pemotretan melalui perintah suara atau dengan menekan tombol. Namun, ada catatan praktis dalam dokumen paten tersebut: pengemudi kemungkinan harus memperlambat kendaraan atau merencanakan perintah tersebut jauh-jauh hari agar perintah suara dapat berfungsi. Pengecualian berlaku untuk perintah satu suku kata seperti “sekarang!”.
Dokumen paten tersebut tidak menetapkan frasa perintah atau kata pembangkit (wake word) tertentu. Sistem juga dapat menerima perintah yang berlaku secara terus-menerus. Toyota memberikan contoh, “Jika Anda melihat mobil klasik di sekitar saya, tolong ambil fotonya”.
Foto-foto yang dihasilkan dapat diberi informasi lokasi sehingga pengguna dapat kembali ke tempat tertentu atau mempelajarinya lebih lanjut di kemudian hari. Setelah perjalanan selesai, pengguna dapat melihat kembali foto-foto tersebut melalui perangkat pribadi seperti ponsel pintar.
Baca Juga:
Menariknya, sistem ini tidak berhenti pada fungsi memotret. Sistem juga dapat menggunakan gambar tersebut untuk mencari produk dan memberikan informasi yang relevan, seperti asal produk serta harganya. Dengan begitu, fungsinya menyerupai Google Lens yang berjalan di dalam mobil.
Kemampuan pencarian berbasis gambar ini memperluas cakupan paten kamera mobil Toyota dari sekadar dokumentasi visual menjadi alat bantu informasi real-time bagi pengemudi. Objek yang tertangkap kamera eksternal bisa langsung diidentifikasi, lengkap dengan konteks asal dan harga produk.
Fungsi Mandiri Berbasis Informasi Kesehatan
Terlepas dari arah pandangan pengemudi, sistem tersebut juga dapat melakukan sejumlah pekerjaan secara mandiri untuk pengguna jika mengetahui informasi kesehatan pengguna. Salah satu contoh dalam dokumen paten membayangkan situasi ketika dokter menyarankan agar pasien sesekali berjalan kaki.
Selain menyarankan pengguna untuk beristirahat dan berjalan-jalan, sistem dapat membuat peta panas (heat map) yang menunjukkan lokasi para pejalan kaki di sepanjang rute. Sistem kemudian dapat menyarankan tempat untuk berjalan jika pengguna ingin berada di sekitar orang lain, atau tempat berjalan jika pengguna ingin sendirian.
Contoh ini menunjukkan bahwa paten Toyota membayangkan integrasi antara data kesehatan pengguna, pemetaan lokasi pejalan kaki, dan rekomendasi aktivitas fisik. Semua fungsi tersebut dijalankan secara mandiri oleh sistem, tanpa harus bergantung pada arah pandangan pengemudi.
Meskipun paten telah diajukan, fungsi-fungsi tersebut belum tentu diterapkan pada kendaraan yang diproduksi pada masa depan. Dokumen paten hanya menggambarkan kemungkinan teknis, bukan komitmen produksi. Hal serupa terlihat pada berbagai pengajuan paten lain di industri otomotif yang tidak selalu berujung pada penerapan komersial.
Pengajuan paten ini juga menempatkan Toyota dalam deretan panjang inovasi yang tengah dikembangkan produsen mobil, mulai dari teknologi sel bahan bakar hingga baterai generasi baru. Sejumlah langkah serupa di industri dapat dilihat pada uji BMW iX5 Hydrogen serta upaya baterai solid-state Honda.
Di sisi lain, pendekatan keterbukaan paten juga menjadi bagian dari strategi sejumlah perusahaan teknologi. Langkah semacam itu pernah ditunjukkan lewat keputusan open source Microsoft untuk sejumlah patennya, yang menunjukkan bahwa portofolio paten kerap dipakai sebagai alat strategi, bukan sekadar perlindungan hukum.
Bagi pengguna, paten ini menawarkan gambaran tentang bagaimana kamera di dalam dan luar kabin bisa bekerja bersama untuk memahami niat pengemudi. Jika kelak diterapkan, dokumentasi perjalanan tidak lagi memerlukan perangkat tambahan, dan informasi di sekitar jalan bisa diakses langsung dari kendaraan.
Namun, seluruh uraian tersebut masih berada pada tahap dokumen paten. Tidak ada keterangan soal jadwal produksi, model kendaraan yang akan memakainya, maupun ketersediaan di pasar tertentu, termasuk Indonesia. Paten yang telah diajukan tidak menjamin fungsi-fungsi tersebut benar-benar hadir di kendaraan produksi masa depan.





Komentar
Belum ada komentar.